Home › June 2009 KGI magazine translations and podcast audio
Kang Guru Indonesia (June 2009)
Teachers of the Indonesian language in Australian schools have registered great interest in articles from the
June 2009 - Life in Indonesia. Kang Guru Indonesia, with assistance from the Indonesia Australia Language
Foundation (IALF), has translated 14 articles from the June magazine and produced bi-lingual audio versions
of each article.
Listen to the PODCASTs below - both English and Indonesian versions together with tapescripts.
These texts are taken from the June 2009 KGI magazine.
Selected English language articles taken from KGI's June 2009 magazine
Indonesian translations of selected articles taken from the June 2009 KGI magazine prepared by KGI and IALF staff.
These are also available on CD plus their tapescripts.
How much do things cost in Indonesia?
Indonesia has many hundreds of islands. Each island imports and exports goods and products from and across the
archipelago. Did you know that Malang, and especially Batu, is famous for apples? You can buy them all over
Indonesia, right? Some people say the best durian comes from Sumatra – what do you think? Small
green stones used for decoration in up market homes and gardens come from a special beach in Flores.
So, what is your island/province/town famous for?
Buyers pay for these items but they also have to pay for the transportation of these items between islands. The
prices go up the further away from the source that they are sold. Also the prices will vary depending on where
you buy the goods. Many people like to use the local, traditional market as they can bargain with the seller
for cheaper prices. Others find it more convenient to use supermarkets where they can buy everything they need
under one roof – even if they have to pay a bit more. Here are some prices for goods and services here in
Bali. How do they compare to where you live?
Indonesian style kos accommodation per month Rp 300.000 - 700.000
Transport (per week on motorbike/bemo) Rp 25,000
Power/electricity per month Rp 50,000 - 100,000
telephone (land line/mobile) Rp 50,000 - 100,000
a local CD (not imported or pirated) Rp 35,000
a loaf of bread Rp 6,000
a kilo of rice Rp 6,000
a kilo of apples Rp 14,500
a litre of milk Rp 12,500
a burger - Rp 7,000
lunch at a warung - RP 6,000
a can of coke/soft drink - Rp 4,500
a cheap pair of jeans - Rp 80,000
a haircut (male) Rp 6,000 - 10,000
a haircut (female) Rp 30,000
a cinema ticket - Rp 20,000
a litre of petrol - Rp 4,500
Have a look in the March 2009 KGI magazine and compare these prices to some Australian prices. Divide by approximately
7,500 to get the price in Australian dollars. For example, a kilo of apples is about AUD$2.00
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Berapa harga barang-barang di Indonesia?
Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau. Setiap pulau mengimpor dan mengekspor barang-barang dan produk-produk
dari dan ke seluruh kepulauan. Tahukah kamu bahwa Malang, dan khususnya Batu, terkenal dengan apel? Bisa dibeli
di seluruh Indonesia, kan? Ada yang bilang durian yang paling enak berasal dari Sumatera. Bagaimana menurut
kamu? Ada batu hijau yang dipakai untuk hiasan di rumah-rumah dan taman-taman yang mewah. Batu itu berasal dari
sebuah pantai yang istimewa di Flores. Nah, apa yang terkenal dari pulau/propinsi/kotamu? Pembeli tidak hanya
membayar harga barang-barang ini tetapi juga ongkos pengangkutan antar pulau. Harganya jauh lebih tinggi daripada
di tempat asalnya. Harganya juga berbeda tergantung di mana kamu membelinya. Banyak orang suka berbelanja di
pasar lokal dan tradisional karena di sana mereka bisa menawar dengan penjual untuk mendapat harga yang lebih
murah. Yang lain lebih suka berbelanja di supermarket karena lebih nyaman, mereka dapat memperoleh apa saja
di satu tempat, walaupun mereka harus membayar lebih banyak. Di bawah ini harga untuk barang dan jasa di Bali.
Bagaimana perbandingannya dengan tempat kamu tinggal?
Tempat kos per bulan Rp. 300.000 – Rp. 700.000
Transpor (per minggu naik sepeda motor/bemo) Rp. 25.000
Listrik per bulan Rp. 50.000 – Rp. 100.000
Telepon (HP/rumah) Rp. 50.000 – Rp. 100.000
CD lokal (bukan impor atau bajakan) Rp. 35.000
Sebantal roti Rp. 6.000
Sekilo beras Rp. 6.000
Sekilo apel Rp. 14.500
Seliter susu Rp. 12.500
Satu hamburger Rp. 7.000
Makan siang di warung Rp. 6.000
Sekaleng coca-cola/minuman ringan Rp. 4.500
Celana jins murahan Rp. 80.000
Potong rambut (pria) Rp. 6.000 – 10.000
Potong rambut (wanita) Rp. 30.000
Karcis bioskop Rp. 20.000
Seliter bensin Rp. 4.500
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
IDIOMS INGGRIS
Do you have a favorite idiom or slang expression? Most of us do, don’t we? KGI asked around the IALF Bali
office for some favourite home-grown idioms or sayings. I asked a variety of people for their favorites. You
can do the same thing in your school or with your friends - it is fun to do. Give it a try!
Alana, Maggie, and Barbara, all ‘true blue’ Aussies came up with these three:
He’s a few kangaroos short in the top paddock. (He’s a bit stupid - tidak cerdas)
What a daggy outfit! (What unfashionable clothes - bajunya kuno)
I’m chockers after that meal! (I’m really full after that meal - kenyang)
Gayatri, a member of the KGI Consultative Group told us her favourite Indonesian idioms with their English translations.
Here are two of them:
Lepas dari mulut buaya, masuk mulut harimau: released from the crocodile’s mouth, enter the tiger’s
mouth.
In English we would say out of the frying pan into the fire. The meaning is quite clear – from one bad
situation to one which is even worse.
Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak: a germ across the sea can be seen, an elephant
in front of the eyelid can’t.
In English we would say it’s easy to spot the mistakes of others, but not your own.
Chris is from the USA and he chose a saying he dislikes. Why does he dislike it? Over exposure - he says he’s
fed up of reading and hearing it in the news almost every day.
Look at this definition: at the end of the day: something that you say before you say what you believe to be
the most important fact of a situation.
Here are some examples: ‘Sure our best player was sent off but at the end of the day, Johan, we just didn’t
play well enough to win the game.’
‘At the end of the day, what matters is that you’re safe.’
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Idioms Inggris dengan Sue
Kamu punya ungkapan atau bahasa prokem favorit? Hampir semuanya punya, kan? KGI berkeliling di Kantor IALF Bali
untuk bertanya kepada orang-orang apa ungkapan favorit dari tempat asal mereka. Saya bertanya kepada orang yang
berlatar belakang berbeda. Kamu dapat melakukan hal yang sama di sekolahmu atau dengan teman-temanmu – asyik
loh! Coba deh!
Alana, Maggie dan Barbara, semuanya orang Australia asli, memberi saya tiga ungkapan ini:
He’s a few kangaroos short in the top paddock. (Dia tidak begitu cerdas)
What a daggy outfit! (Bajunya sudah usang!)
I’m chockers after that meal! (Saya kenyang sekali!)
Gayatri, seorang anggota Grup Konsultatif KGI memberi kami peribahasa Indonesia favoritnya dengan terjemahan
Inggrisnya. Dua dari antaranya adalah:
Lepas dari mulut buaya, masuk mulut harimau.
Dalam bahasa Inggris peribahasa ini seperti out of the frying pan into the fire. Artinya cukup jelas, lolos dari
situasi yang buruk, tetapi kemudian mengalami situasi yang lebih buruk lagi.
Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak.
Dalam bahasa Inggris seperti it’s easy to spot the mistakes of others, but not your own. Artinya mudah
melihat kesalahan orang lain, tetapi tidak mudah melihat kesalahan sendiri.
Chris berasal dari AS dan ia memilih ungkapan yang tidak disukainya. Kenapa? Terlalu banyak disebutkan, katanya
dia muak membaca dan mendengar ungkapan itu di berita hampir setiap hari.
Lihatlah definisi untuk ungkapan ini: at the end of the day: sesuatu yang orang katakan sebelum orang itu mengatakan
apa yang menurutnya merupakan hal yang terpenting dalam sebuah situasi.
Contoh:
‘Sure our best player was sent off but at the end of the day, Johan, we just didn’t play well enough
to win the game.’
(‘Memang pemain terbaik kita didepak dari lapangan, Johan, tapi sebenarnya permainan kita juga tidak cukup
baik untuk menang.’)
‘At the end of the day, what matters is that you’re safe.’
(‘Yang terpenting adalah kamu selamat.’)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
QUICK FIX with Ayu
Indonesia and Australia are different countries with different cultures and languages. To be able to speak a
second language like a native speaker it is important for us to learn something about the culture of that country.
It definitely helps! However blending the two cultures sometimes isn't enough. If we translate what we usually
say in our own language directly into English it may sound ‘funny’ to the native speaker. So be
careful when you translate because direct translations are not always correct, or meaningful. It may sound unnatural
and cause confusion, and sometimes laughter.
Look at these examples -
'Kasian deh lo' ------------- 'pity you' (with a smile)
For native speakers of English this doesn’t make sense.
Perhaps try 'what a shame', 'poor you' or 'that's a pity'.
'Seperti yang kita ketahui ....'As we all know……..'
In English 'as we all know' is not often used. It can be used when the speaker really does know (or is pretty
sure) that the people he/she is addressing actually DO know that information they are about to be told.
'Tolong buka(lepas) sepatunya' ----'Please open your shoes'
'Please take off your shoes'
'Saya suka warna biru' ----'I like blue colour'
'I like blue'.
Polisi tidur ---------- sleeping policemen
'Speed bumps'.
The same problem exists in Indonesian language. Look at the examples below, they are from students who have studied
Bahasa Indonesia:
'I like basketball' ---- 'Saya seperti bola basket'
'Saya suka bola basket'.
'Please write back' ----'Tolong menulis punggung'.
'Tolong dibalas'.
Good Luck! ---- Selamat beruntung.
'Semoga berhasil / Semoga beruntung'
So be careful, direct translation doesn’t always work. It may be a good idea to consult teachers/friends/native
speakers if you are translating something directly.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Quick Fix (Koreksi Kilat) dengan Ayu
Indonesia dan Australia adalah negara yang berbeda, dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Untuk dapat berbicara
bahasa kedua sefasih penutur asli, penting bagi kita untuk mempelajari sesuatu tentang budaya negara itu. Benar-benar
membantu, loh! Akan tetapi, membaur kedua budaya kadang-kadang tidak cukup. Kalau kita menerjemahkan apa yang
biasanya kita katakan langsung ke dalam bahasa Inggris, perkataan itu bisa kedengaran aneh bagi penutur asli.
Jadi, berhati-hatilah ketika menerjemahkan karena terjemahan langsung tidak selalu benar atau bahkan memiliki
arti. Terjemahan itu bisa kedengaran tidak alami dan membingungkan, dan kadang-kadang bisa membuat orang tertawa.
Lihatlah contoh-contoh ini -
‘Kasian deh lo’ --- ‘pity you’ (dengan senyum)
Untuk penutur asli bahasa Inggris terjemahan ini tidak masuk akal. Mungkin coba ‘what a shame’, ‘poor
you’ atau ‘that’s a pity’.
‘Seperti yang kita ketahui….‘As we all know…’
Dalam bahasa Inggris ‘as we all know’ tidak sering dipakai. Namun, pernyataan itu bisa dipakai kalau
pembicara tahu benar (atau cukup yakin) bahwa hadirinnya benar-benar tahu tentang informasi yang akan ia sampaikan.
‘Tolong buka (lepas) sepatunya’ --- Please open your shoes.
‘Please take off your shoes.’
‘Saya suka warna biru.’ --- ‘I like blue colour.’
‘I like blue.’
Masalah yang sama terdapat dalam bahasa Indonesia. Lihatlah contoh-contoh di bawah ini, yang dibuat oleh murid-murid
yang belajar bahasa Indonesia:
‘I like basketball’ --- ‘Saya seperti bola basket’
Saya suka bola basket.
‘Please write back.’ --- ‘Tolong menulis punggung.’
‘Tolong dibalas.’
‘Good luck!’ ----- ‘Selamat beruntung.’
‘Semoga berhasil / Semoga beruntung’.
Jadi berhati-hatilah. Terjemahan langsung tidak selalu benar. Ada baiknya bertanya kepada guru/teman/penutur
asli kalau kamu menerjemahkan sesuatu secara langsung.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Street Vendors
When Indonesians are overseas and they are asked what they miss most about Indonesia they often say the street
vendors! Street vendors sell a wide variety of things including fruit and vegetables, meat and poultry, cigarettes
and telephone cards, clothes, kitchen utensils, electronics and even furniture.
Food vendors are very popular as ‘tempat nongkrong’ for people of all ages. The food is cheap and
not too formal although we cannot always be sure of the standard of hygiene.
The unique thing about food vendors across Indonesia is they create new names for dishes all the time. Customers
are generally very keen to try out these new items.
es Jerman/es jeruk manis - sweet orange juice
STMJ (susu telur madu jahe) - milk, egg, honey, ginger
INTERNET (Indomie, telur, kornet) - instant noodles with egg and corned
beef
batagor (bakso tahu goreng) - deep fried meatball and tofu
sigobing (nasi goreng kambing) - fried rice with goat meat
ganas (gado-gado nasi) - gado-gado with rice
galon (gado-gado lontong) - gado-gado with rice cake
burnas (bubur panas) - hot porridge
piscok (pisang coklat) - banana and chocolate
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Pedagang Kaki Lima
Kalau orang Indonesia ada di luar negeri dan mereka ditanya apa yang mereka rindukan dari Indonesia, mereka sering
mengatakan ‘Pedagang kaki lima!’ Pedagang kaki lima menjual bermacam-macam, seperti buah-buahan
dan sayur-sayuran, daging dan ayam, rokok dan kartu telepon, pakaian, peralatan dapur, barang-barang elektronik
dan bahkan mebel.
Pedagang makanan sangat populer sebagai tempat nongkrong untuk orang segala usia. Makanannya murah dan suasananya
tidak terlalu formal, tetapi standar kebersihannya tidak selalu bisa dijamin.
Hal yang unik dari pedagang makanan di seluruh Indonesia adalah mereka selalu membuat nama baru untuk masakannya.
Pelanggan biasanya berminat mencoba masakan-masakan baru ini.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Traditional markets – beraneka ragam
Going to the daily market is part of Indonesian life. People go to the market not only to shop but also to socialise.
Items sold in the traditional markets are cheaper than in the supermarkets. Of course being good at bargaining
is very important. There are many different types of market in Indonesia - pasar burung, pasar pagi, pasar senen,
pasar malam etc. More unique ones include pasar senggol, pasar terapung (floating markets) and pasar kaget.
One famous market in Surabaya is called pasar maling (thieves market). This market is where thieves sell their
stolen items. You can find things from kitchen utensils, second hand shoes and bags, to motorbikes. People often
try their luck to find their own stolen items in the market.
Another unique market is the famous Tomohon Market near Manado. Here you can find unusual animals ready to cook
and eat such as mice, squirrels, bats, snakes and lizards. While Pasar Triwindu in Solo sells antiques. And Pasar
Sungai Barito in Kalimantan sells everthing BUT on the water.
Markets that use the Javanese traditional calendar are quite unusual too, for example pasar wage and pasar kliwon.
These markets only open on very special days. Pasar kaget spring up just about anywhere and then disappear just
as quickly.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Pasar Tradisional – beraneka ragam
Pergi ke pasar setiap hari adalah bagian dari kehidupan di Indonesia. Orang pergi ke pasar bukan hanya untuk
berbelanja, tetapi juga untuk bergaul. Yang dijual di pasar tradisional lebih murah daripada di pasar swalayan.
Tentu saja harus pintar menawar.
Ada banyak ragam pasar di Indonesia: pasar burung, pasar pagi, pasar senen, pasar malam, dll. Yang lebih unik
lagi adalah pasar senggol, pasar terapung dan pasar kaget. Salah satu pasar yang terkenal di Surabaya disebut
pasar maling. Di pasar ini maling-maling menjual barang curiannya. Bisa ditemukan berbagai benda dari peralatan
dapur, sepatu dan tas bekas, sampai sepeda motor. Orang sering datang ke pasar ini, mengadu keberuntungan mereka
untuk menemukan barang mereka yang dicuri.
Pasar unik lain adalah Pasar Tomohon yang terkenal di dekat Manado. Di sini terdapat berbagai hewan yang tidak
lazim dijual untuk dimasak dan dimakan, seperti tikus, tupai, kelelawar, ular, dan kadal. Lalu, ada Pasar Triwindu
di Solo yang menjual barang-barang antik. Juga Pasar Sungai Barito di Kalimantan yang menjual apa saja di atas
air.
Pasar yang memakai sistem kalender Jawa juga cukup unik, misalnya pasar wage dan pasar kliwon. Pasar-pasar ini
hanya buka pada hari-hari khusus. Pasar kaget muncul hampir di mana saja dan menghilang begitu saja.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Jam karet - rubber time
Many people say that jam karet - time rubber/elastic - is part of Indonesian culture. Do you agree? It seems
that jam karet is an accepted part of Indonesian life. Indonesians have become accustomed to the flexibility
of time. For special occasions like weddings and conferences, people do not mind waiting to show respect or to
be polite. They often regard it as a chance to socialise. People do not mind if the event starts late. If people
are late for an appointment they often claim jam karet. There are always a zillion reasons for being late of
course - flat tyres, floods, traffic jams, being tired, travel delays and motorbikes breaking down. Jam karet
is NOT a part of Australian culture!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Jam Karet – rubber time
Banyak orang bilang jam karet adalah bagian dari budaya Indonesia. Setujukah kamu? Kelihatannya jam karet adalah
bagian hidup orang Indonesia yang sudah diterima umum. Orang Indonesia sudah terbiasa dengan fleksibelnya waktu.
Untuk acara-acara khusus seperti pernikahan dan konferensi, orang tidak keberatan menunggu untuk menunjukkan
rasa hormat atau sopan. Mereka sering menganggapnya sebagai kesempatan untuk bergaul. Orang tidak keberatan
kalau acara itu mulai terlambat. Jika orang terlambat memenuhi janji untuk bertemu, mereka sering memakai jam
karet sebagai alasan. Dan tentu saja ada banyak sekali alasan untuk terlamat – ban kempes, banjir, jalan
macet, capai, jadwal perjalanan yang tertunda dan sepeda motor mogok. Jam karet BUKAN bagian dari budaya Australia!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Warm up that engine
My Aussie student expressed surprise at the length of time that her host family would warm up the engine of their
motorbikes or car. Sometimes they would keep the engine idling for 20 minutes or more. I explained that maybe
they still followed the traditional idea that engines needed to be warmed up a very long time because in the
old days that’s what was needed. Similarly in Indonesia, a lot of people follow the traditional practice
of changing the oil every month regardless how many kilometers the car or bike has done. However, those people
who read the manual for their bike or car understand about modern engines. It seems that Western people may
have a better concept of mechanics, or they read the manuals more often perhaps.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Panaskan mesinnya
Seorang murid dari Australia menyatakan keheranannya melihat betapa lamanya keluarga hostnya memanaskan mesin
sepeda motor atau mobil mereka. Kadang-kadang mereka membiarkan mesin itu menyala selama 20 menit atau lebih.
Saya menjelaskan bahwa mungkin mereka masih percaya kalau mesin harus dipanaskan lama sekali karena pada jaman
dulu memang seperti itu. Di Indonesia banyak juga orang yang masih mengganti oli mobil atau sepeda motor mereka
setiap bulan tidak soal berapa jarak tempuh yang sudah dicapai, walaupun mereka yang membaca buku petunjuk mobil
atau sepeda motor memiliki pemahaman tentang mesin-mesin modern. Kelihatannya orang Barat memiliki konsep yang
lebih baik dalam mekanika, atau mungkin mereka lebih sering membaca buku petunjuk mesin.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Motorbikes everywhere!
Look around you. How many people own a motorbike in your village? Motorbikes certainly are VERY important in
Indonesia. The number of motorbike users in Indonesia is increasing every year. It is estimated that motorbikes
make up 75% of all vehicles on Indonesian roads. This statistic is very high compared to other ASEAN countries.
Honda sold almost 1.5 million motorbikes in 2002 - the figure would be much higher now, don't you think? The
Indonesian government and local authorities are concerned as the number of motorbikes is now causing more traffic
jams and more accidents. Trucks and cars definitely add to the levels of air pollution and so do motorbikes.
So many vehicles giving off exhaust fumes is not good for our environment.
Here's a common question - why do some people in Indonesia like to wear motorbike helmets even when they are
not on a motorbike? It is not unusual to see people wearing bike helmets at the beach, inside the malls, while
using the ATM machine, in buildings BUT so often not when riding on their motorbikes!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Sepeda motor di mana-mana!
Lihatlah di sekelilingmu. Berapa orang punya sepeda motor di desamu? Sepeda motor jelas SANGAT penting di Indonesia.
Jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia bertambah setiap tahun. Diperkirakan bahwa 75% dari kendaraan di
Indonesia adalah sepeda motor. Statistik ini sangat tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Honda menjual
hampir 1,5 juta unit sepeda motor pada 2002. Jumlahnya mungkin lebih besar sekarang. Bagaimana menurut kamu?
Pemerintah dan kalangan berwenang setempat Indonesia prihatin karena jumlah sepeda motor sekarang menyebabkan
lebih banyak kemacetan lalu-lintas dan lebih banyak kecelakaan. Gerobak dan mobil jelas menambah tingkat polusi
udara dan demikian juga halnya sepeda motor. Begitu banyaknya kendaraan yang mengeluarkan asap dari knalpot
tidak baik untuk lingkungan hidup kita.
Ini pertanyaan umum – kenapa beberapa orang di Indonesia suka memakai helm sepeda motor walaupun mereka
tidak sedang naik sepeda motor?
Tidak aneh melihat orang memakai helm sepeda motor di pantai, di mal, waktu mengambil uang di ATM, di dalam gedung
TETAPI orang sering tidak memakai helm waktu naik sepeda motor!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Difabled in Yogyakarta with the Central Java Community Assistance Program (YCAP) *difabled - new terminology
for people having different abilities to others
In November 2006, the Australian Ambassador, Mr. Bill Farmer, visited some of YCAP's activities in Yogyakarta.
He saw communities working together with YCAP. They were busy planning their community responses to the devastating
earthquake which had happened a few months earlier. KGI was there too - check KGI website link below for more
information and photographs.
YCAP has continued working hard with other affected communities. In late April 2009, KGI visited two activities
in Pundong, 45 minutes south of Yogyakarta. This area was badly affected by the earthquake. YCAP staff, Rachma
Safitri and Damayanti Sari Rohmaningtyas took Kevin to a new project's socialization meeting. Community members
were planning and discussing a new assistance program for difabled members of their community. The interest shown
by the community, and especially the women, was quite surprising for organizers. Local NGO, Dria Manunggal, have
been asked by YCAP to set up this program for the difabled victims (and their families) of the Yogyakarta earthquake.
Paramastu Titis Anggita is Project Manager for this program - Increasing Difable Family Income Inclusively. The
program will focus on people’s livelihoods and their economic development in Bantul district. The project
will train and strengthen businesses in the local sub sector such as food processing - producing local food
such as tempe and crackers, and retailers - selling basic daily needs items, and livestock - fowl and fishery
KGI visited the home of Ibu Atun, a very happy mother of new one week old baby. It was an amazing experience
to see how YCAP, through local NGO Pusat Rehabilitasi YAKKUM, is helping Atun and her family to get on with
their lives. Atun is difabled and uses a specially designed wheel-chair. It was provided by YCAP and PR YAKKUM
through program Livelihood Program for People with Disability, Victims of Java Earthquake program. Assisted
by her
husband, she has started a home based business of raising catfish in a pool in the family yard. The family just
had their first harvest of catfish. The business has begun!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Penyandang Cacat Ganda di Yogyakarta dengan Central Java Community Assistance Program (YCAP)
Pada November 2006, Dubes Australia, Pak Bill Farmer, mengunjungi beberapa kegiatan YCAP di Yogyakarta. Beliau
melihat bagaimana masyarakat bekerja sama dengan YCAP. Mereka sibuk merencanakan respon masyarakat terhadap
gempa bumi yang menghancurkan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. KGI juga berada di sana. Lihatlah tembolok
situs web di bawah ini untuk informasi lebih lanjut dan foto-fotonya.
YCAP terus bekerja keras dengan masyarakat lain yang terkena dampak. Pada akhir April 2009, KGI mengunjungi 2
kegiatan di Pundong, 45 menit ke arah selatan Yogyakarta. Wilayah ini terkena dampak buruk dari gempa bumi.
Karyawan YCAP, Rachma Safitri dan Damayanti Sari Rohmaningtyas membawa Kevin ke sebuah rapat sosialisasi proyek
baru. Anggota masyarakat sedang merencanakan dan membahas program bantuan baru untuk anggota masyarakat mereka
yang memiliki keterbatasan ganda. Minat yang diperlihatkan oleh masyarakat, terutama para wanita, cukup mengherankan
para pengurus. LSM setempat, Dria manunggal, telah diminta oleh YCAP untuk membuat program ini bagi para korban
gempa bumi Yogyakarta yang memiliki keterbatasan ganda (dan keluarga mereka).
Paramastu Titis Anggita adalah Manajer Proyek program ini – Meningkatkan Penghasilan Keluarga Penyandang
Cacat Ganda secara Inklusif. Program ini akan berfokus pada mata pencaharian dan pengembangan ekonomi penduduk
di Kabupaten Bantul. Proyek ini akan melatih dan memperkuat usaha-usaha di subsektor lokal seperti pemrosesan
makanan yang menghasilkan makanan lokal seperti tempe dan kerupuk, para pedagang yang menjual barang kebutuhan
sehari-hari, serta peternakan unggas dan perikanan.
KGI mengunjungi rumah Ibu Atun, ibu yang sangat bahagia dengan bayinya yang baru berumur satu tahun. Merupakan
pengalaman yang luar biasa melihat bagaimana YCAP, melalui LSM setempat Pusat Rehabilitas YAKKUM, membantu Atun
dan keluarganya dalam keberlangsungan hidup mereka. Atun adalah seorang penyandang cacat ganda dan menggunakan
kursi roda yang dirancang khusus. Kursi roda itu diberikan oleh YCAP dan PR YAKKUM melalui Program Mata Pencaharian
bagi Penyandang Cacat, Program Korban Gempa Bumi di Jawa. Dengan dibantu suaminya, Ibu Atun memulai usaha rumah
tangga mengembangbiakkan ikan lele di kolam yang dibuat di halaman rumah mereka. Keluarga itu baru saja mendapatkan
panen lele mereka yang pertama. Usahanya sudah mulai!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Good Neighbours Make Good Friends
Good Neighbours Make Good Friends has been KGI’s logo for twenty years. This assistance does not only happen
between governments and provinces and states BUT also between people. Through extensive people to people activities,
a lot is happening everyday between people in Australia and in Indonesia. Thousands of visitors come to Indonesia
every year and it is understandable that many of them want to give back - balas budi. By helping young people,
orphanages, local NGOs and hospitals the visitors are able to give back.
A good example is a Perth businesswoman, while celebrating 20 years in business, wanted to do something for the
people of her second home. She asked a group of friends in Perth to travel to Bali as part of her birthday celebrations
and, rather than give her a gift, donate money for wheelchairs for the disabled in Bali. She raised enough money
for ten wheelchairs and in fact, much of the work to make the wheelchairs was also voluntary. More wheelchairs
are on their way soon. Local authorities provided invaluable assistance in ensuring the wheelchairs passed through
customs and into Indonesia safely. Many Australians are donating clothing including a group of volunteer workers
at 'Caring Heart' where ladies sew clothes for many needy children overseas, including Hope Children’s
Home in Dalung.
The children from Hope Children’s Home have been involved in a successful Pen Pal Program exchanging cultural
experiences with a school Geelong, Victoria. This type of exchange activity culturally enriches, not only the
children here, but those in Australia as well. There are over 100 sponsors from Australia currently sponsoring
school fees for students at Hope. There are even two Australians sponsoring a young women who is now studying
medicine at Udayana University.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Tetangga yang Baik Menjadi Teman yang Baik
Tetangga yang Baik Menjadi Teman yang Baik telah menjadi logo KGI selama 20 tahun. Hal ini tidak hanya terjadi
antar pemerintahan, propinsi dan negara bagian, tetapi juga antar orang pribadi. Melalui kegiatan antar orang
pribadi, banyak yang terjadi dalam kehidupan orang Indonesia dan Australia sehari-hari. Ribuan pengunjung datang
ke Indonesia setiap tahun dan dapat dimengerti kalau banyak yang ingin membalas budi. Dengan membantu orang
muda, panti asuhan, LSM dan rumah sakit, para pengunjung ini dapat membalas budi.
Contoh yang baik adalah seorang pengusaha wanita dari Perth. Ketika merayakan 20 tahun usahanya di Indonesia,
ia ingin melakukan sesuatu untuk orang-orang yang berasal dari rumah keduanya. Dia meminta sekelompok teman
dari Perth datang ke Bali untuk merayakan ulang tahunnya, dan daripada memberinya hadiah, ia meminta mereka
untuk menyumbangkan uang untuk membeli kursi roda bagi anak-anak cacat di Bali. Ia mengumpulkan cukup uang untuk
membeli sepuluh kursi roda, dan malahan, sebagian besar upaya untuk membuat kursi roda-kursi roda itu dilakukan
secara sukarela. Mereka akan segera mendatangkan lebih banyak kursi roda. Kalangan berwenang setempat memberikan
bantuan yang sangat berharga dalam memastikan agar kursi roda yang dikirimkan lolos pabean dan masuk ke Indonesia
dengan lancar. Banyak orang Australia menyumbangkan pakaian. Salah satunya adalah sekelompok karyawan di ‘Caring
Heart’, tempat para wanita menjahit pakaian untuk anak-anak yang membutuhkan di luar negeri, termasuk
panti asuhan anak-anak Hope Children’s Home di Dalung.
Anak-anak dari Hope Children’s Home telah berpartisipasi dalam Program Sahabat Pena yang sukses, di mana
mereka saling bertukar pengalaman budaya dengan anak-anak dari sebuah sekolah di Geelong, Victoria. Kegiatan
pertukaran seperti ini memperkaya budaya, bukan hanya anak-anak di sini, tetapi juga di Australia. Ada lebih
dari 100 sponsor dari Australia yang saat ini membiayai uang sekolah anak-anak di Hope. Bahkan ada dua orang
Australia yang membiayai seorang wanita muda untuk kuliah kedokteran di Universitas Udayana.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Entertainment in Indonesia …… from the traditional to the modern
Indonesia is a country which is very rich in arts and culture, therefore Indonesians and their visitors have
a wide selection of local entertainment for people to enjoy. They range from the traditional to the very modern.
Wayang, sendratari, gamelan, keroncong, tarian, layar tancep are all part of traditional entertainment. Apart
from those there are traditional ceremonies like weddings, house-warming celebrations, cremation ceremonies
in Bali and Tana Toraja and rice-harvest ceremonies.
Every area has its own set of traditional performances and ceremonies. In Bali, for example, every full moon
and new moon there are traditional dances and gamelan performances by school children at Puputan Park in Denpasar.
Most provinces also have annual festivals which are held at different times of the year like sekaten in Jogjakarta
and Solo, layang-layang festivals across the country and the Bau Nyale Festival in South Lombok.
Apart from traditional entertainment, there are some more modern activities that Indonesian people enjoy such
as going to the movies, art exhibitions, nightclubs and parties. But the most popular are music concerts. Enjoying
either indoor/outdoor music concerts is very popular and there are different kind of concerts. Dangdut, pop,
rock and jazz are some of the most popular. Many big companies sponsor these concerts as one way to sell their
products. That's great for audiences.
We feel lucky living in Indonesia because we don’t have to search for entertainment. Just look around you
- the entertainment is everywhere! What is your favourite entertainment, traditional or modern, in your area?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Hiburan di Indonesia …… dari yang tradisional sampai yang modern
Indonesia adalah negara yang amat kaya dengan kesenian dan budaya. Oleh sebab itu orang Indonesia dan para pengunjung
memiliki banyak pilihan hiburan lokal untuk dinikmati, dari yang tradisional sampai yang modern. Wayang, sendratari,
gamelan, keroncong, tarian, dan layar tancep adalah sebagian dari hiburan tradisional. Selain itu ada juga upacara
tradisional seperti pernikahan, selamatan rumah baru, upacara pembakaran mayat di Bali dan penguburan di Tana
Toraja serta upacara panen padi.
Di setiap daerah terdapat rangkaian pertunjukan dan upacara tradisional. Di Bali, misalnya, setiap bulan purnama
dan bulan baru ada pertunjukan tarian dan gamelan oleh murid-murid di Lapangan Puputan di Denpasar. Di sebagian
besar propinsi juga terdapat festival tahunan yang diadakan pada waktu yang berbeda setiap tahun seperti sekaten
di Jogjakarta dan Solo, festival layang-layang di seluruh negeri dan Festival Bau Nyale di Lombok Selatan.
Selain hiburan tradisional, ada juga kegiatan modern yang disenangi orang Indonesia seperti pergi ke bioskop,
pameran seni, klub malam, dan pesta. Akan tetapi yang paling populer adalah konser musik. Menikmati konser musik
dalam/luar ruangan sangat populer dan ada berbagai jenis konser: dangdut, pop, rock dan jazz. Banyak perusahaan
besar mensponsori konser-konser ini sebagai salah satu cara menjual produk mereka. Penonton senang sekali.
Kita beruntung tinggal di Indonesia karena kita tidak harus mencari hiburan. Lihat saja di sekelilingmu – hiburan
ada di mana-mana! Apa hiburan favoritmu di daerahmu, yang tradisional atau yang modern?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Living in a 'kos' in Jogja
Well, here I am again in Yogyakarta, Indonesia, and it’s absolutely wonderful! To answer the question most
of you seemed to be asking - yes, I have found a place to live, and no, it’s not exactly what you’d
call ‘good’! But it’s quite luxurious by Indonesian standards. Although I had read all the
pre-departure info we were given, I don’t think I was quite prepared for the standard of accommodation
available. I am staying in a ‘kos’ (boarding house) in a rather luxurious suburb called Pogung Baru,
about 30 mins walk from Uni. Before I came here I had a list of criteria for my kos room - it had to have a western
toilet, own bathroom, air con, fridge inside room, desk, plenty of cupboard space… ha! What a joke! As
I cruised around kos-hunting they sort of went down the drain and in the end I got none of those things (except
my own bathroom)! But I do admit it’s not that bad, once you get used to it. I have a bed with a mattress
that is too big for the frame, a very small cupboard, and a desk. That’s it. My bathroom is similarly sparse,
with a non-Western toilet (am still trying to work it out) and a tap (Yes, that’s it!!!!). No sink, just
a drain in the ground, and no shower head! It’s okay, though, because I do have a makeshift ‘bak’ (bath)
- a plastic container filled with water, and a small plastic bucket to throw (cold) water over myself. It’s
quite refreshing after the first throw!
Zahra Matthews,19, University of Sydney
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Tinggal di tempat kos di Jogja
Yah! Saya sudah di Yogyakarta, Indonesia lagi, dan benar-benar menyenangkan! Menjawab pertanyaan yang kebanyakan
kamu berikan, ya, saya sudah menemukan tempat tinggal, dan tidak, tempat itu sebenarnya tidak bisa dibilang ‘bagus’!
Akan tetapi, dari standar Indonesia tempat itu sudah termasuk mewah. Walaupun saya sudah membaca semua informasi
pra-keberangkatan yang diberikan, sepertinya saya tidak benar-benar siap menghadapi standar akomodasi yang tersedia.
Sekarang saya tinggal di tempat kos di daerah yang cukup mewah yang disebut Pogung Baru, kira-kira 30 menit
jalan kaki dari kampus. Sebelum datang ke sini saya sudah membuat daftar kriteria kamar kos saya: harus ada
WC duduknya, AC, kulkas di dalam kamar, meja belajar, lemari yang besar…Hah! Mimpi, kali! Waktu berkeliling
mencari tempat kos, saya menyadari kriteria saya tidak mungkin terpenuhi dan akhirnya tidak satu pun dari kriteria
itu saya dapatkan (kecuali kamar mandi sendiri)! Namun, saya mengakui kalau kamar kos saya lumayan juga begitu
saya terbiasa di dalamnya. Ada tempat tidur dengan kasur yang kebesaran, lemari yang kecil sekali, dan meja
belajar. Itu saja. Seperti kamar tidur saya, kamar mandi saya tidak ada apa-apanya, hanya ada toilet duduk (saya
masih belajar cara menggunakannya) dan satu keran air (Ya, itu saja!!!!!). Tidak ada wastafel, hanya lubang
saluran air di lantai kamar mandi, dan tidak ada pancuran untuk mandi! Yah, tidak apa-apalah, karena saya punya
pengganti bak mandi, sebuah ember plastik yang diisi dengan air dan sebuah gayung plastik untuk mencidukkan
air (dingin) ke badan saya. Cukup menyegarkan, kok, setelah cidukan yang pertama!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
More new words - always interesting, don't you think!
People seem to enjoy creating new words from old ones. The creation of new words is often done by joining two
other words together. However for westerners who are learning Bahasa Indonesia, it is often quite difficult to
follow regular conversations because of these newly created words. People who use standard Indonesian often sound
unnatural and too formal, and for young people this is often thought of as not cool. You may know these some
of these words below but for others you probably won't find English translation in any dictionary.
Curhat (curahan hati) : to share feelings/thoughts with somebody
camer (calon mertua) : future in laws
gaptek (gagap teknologi) : techno-phobe
jaim (jaga imej) : safeguard someone's social image
kuper (kurang pergaulan) : not well-socialised
lemot (lemah otak) : slow brain/slow thought
narsis : someone who loves her/himself more than anything
suntuk : feeling bored and not in a good mood
bengong : do nothing / give a blank look
gacoan : love interest
heboh : boisterous
tebar pesona : spreading charm
bete : in a bad mood
tajir : rich
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kata-kata baru lagi. Selalu menarik, kan?
Kelihatannya orang senang menciptakan kata-kata baru dari kata-kata yang lama. Pembuatan kata-kata baru sering
dilakukan dengan menggabungkan dua kata. Namun, kata-kata buatan baru ini membuat orang barat yang sedang belajar
bahasa Indonesia sering merasa sulit mengikuti percakapan yang biasa sekalipun. Orang yang memakai bahasa Indonesia
yang baik dan benar sering kedengaran tidak alami dan terlalu formal, dan di kalangan orang muda sering dianggap
tidak keren. Mungkin kamu tahu beberapa dari kata di bawah ini, tetapi terjemahan bahasa Inggrisnya mungkin
tidak dapat ditemukan di kamus.
curhat (curahan hati): berbagi perasaan/pikiran dengan seseorang
camer (calon mertua)
gaptek (gagap teknologi): tidak tahu teknologi modern
jaim (jaga imej): menjaga citra pribadi
kuper (kurang pergaulan)
lemot (lemah otak): lambat berpikir
narsis: orang yang mencintai dirinya sendiri lebih dari apapun
suntuk: merasa bosan dan tidak senang
bengong: tidak melakukan apa-apa/memandang kosong
gacoan: orang yang ditaksir
heboh: suka melebih-lebihkan
tebar pesona: menebarkan kecantikan/ketampanan
bete: sedang merasa tidak senang
tajir: kaya
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
The Future is bright for new schools across Indonesia with AIBEP
On Tuesday, May 5th, Principal Rahmat Pujiono at SMPN 5 Gerung (middle photograph) welcomed Australia’s
Parliamentary Secretary for International Development Assistance, Bob McMullan to his new school. The local school
community in Gerung, about 20 km from Mataram, has been involved from the very beginning in the planning and
construction of their new school. Local tradesmen even made the furniture for the classrooms - fantastic! The
students, just like their parents, are very proud of their new school, and so are the members of the surrounding
community. This high-level of community involvement is a very important part of the work of the Australia Indonesia
Basic Education Project (AIBEP). By the end of 2009, AIBEP will have assisted school communities to build 2000
schools across Indonesia since 2006.
Special congratulations to SMPN 5 student Husnan Azhari (middle photograph) for his wonderful speech, in English,
at the Opening Ceremony. Mr McMullan told KGI that he was very impressed by Husnan’s speech. In his speech,
Husnan talked about how the school was now the gateway to a brighter future for all the students there - a window
to the world.
For more information and photographs check the KGI website -http://www.kangguru.org/travel/kgitravel2009jakarta_lombok_aibep.html
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Masa depan yang cerah bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dengan AIBEP
Selasa, 5 Mei, Kepala Sekolah Rahmat Pujiono di SMPN 5 Gerung (foto di tengah) menyambut kedatangan Sekretaris
Parlemen Australia untuk Bantuan Pengembangan Internasional, Bob McMullan di sekolah baru ini. Masyarakat sekolah
setempat di Gerung, kira-kira 20 km dari Mataram, telah terlibat sejak awal dalam perencanaan dan pendirian
sekolah mereka yang baru ini. Para tukang setempat juga telah membuat mebel untuk ruang-ruang kelas – bagus
sekali! Murid-muridnya, sama seperti orangtua mereka, sangat bangga akan sekolah baru mereka. Demikian juga
anggota masyarakat sekitarnya. Keterlibatan masyarakat yang amat besar ini merupakan bagian kerja sangat penting
dari Australia Indonesia Basic Education Project (AIBEP – Proyek Pendidikan Dasar Australia Indonesia).
Menjelang akhir 2009, AIBEP akan membantu masyarakat sekolah membangun 2000 sekolah di seluruh Indonesia sejak
2006.
Ucapan selamat yang istimewa kepada siswa SMPN 5 Husnan Azhari (foto di tengah) atas pidatonya yang hebat, dalam
bahasa Inggris, pada upacara pembukaan. Pak McMullan memberitahu KGI bahwa beliau amat terkesan dengan pidato
Husnan. Dalam pidatonya, Husnan berbicara bagaimana sekolah itu sekarang merupakan pintu gerbang masa depan
yang lebih cerah bagi seluruh siswa di sana, dengan kata lain ‘jendela dunia’.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link MP3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)