Home › June 2009 KGI magazine translations and podcast audio
Kang Guru Indonesia Podcasts from the March 2010 KGI magazine
To teachers of the Indonesian language in Australian schools, and of course English language teachers here in Indonesia, these latest KGI bilingual podcasts taken form the March 2010 KGI magazine are a must to use in your classrooms.
Kang Guru Indonesia, with assistance from the Indonesia Australia Language Foundation (IALF) in Bali, and the Australia-Indonesia Partnership, has translated these articles below from the March 2010 magazine and produced bi-lingual podcast audio versions of each article.
Listen to the PODCASTs below, both English and Indonesian versions together with tapescripts. Why not download them onto your mobile phone or onto disc? Use them in your classroom for activities and for pronunciation as voices used on the recordings include both Indonesian and native speakers of English.
this is tari, one of kgi-ites come from Blora, central java. a few months ago i download podcast for june, march and september 2009 edition from your website. it's very marvelous. i love it.
i get those file and put it in my mobile phone, so i can hear you everywhere i go. sometimes i listen to in while reading the magazine.
the sound quality is very clear and good and i love it. thank you kgi
Selected English language articles taken from KGI's MARCH 2010 magazine.
Indonesian translations of selected articles taken from the MARCH 2010 KGI magazine - prepared by KGI and IALF
staff.
Welcome from KGI
Hi KGI-ites all over Indonesia from all of us here at KGI in Bali. How are you? Welcome to this March 2010 edition of the KGI magazine. As always we hope you all like what we have created for you in this edition. It is always fun to create the KGI Magazines for you.We have included information and news on peace and the environment as promised BUT we have lots of other news as well for you.
We tell you how we make radio programs here at KGI and how Sue and her team created the new SMP and SMA classroom materials. There is news about the environment and about peace plus a page on formal and informal English and Bahasa Indonesia. Ogi tells of her visits to KGI radio stations all over the country and as a special cover, we have a fantastic map for you of our two countries.
Kang Guru Indonesia has been helping English language learners in Indonesia for over 20 years, however the current phase of KGI will finish on June 30th, 2010. But the good news is that a new phase of Kang Guru Indonesia will begin later in 2010. KGI is currently being re-designed and all of us here at KGI are excited to see the new KGI for the period 2010 – 2015. Even though the KGI magazine will not be published in June 2010 please be assured that we WILL keep you fully informed of the new KGI by email, Facebook and on the KGI website over the next few months.
The KGI Team in Bali - March 2010
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Selamat Datang dari KGI
Halo pembaca KGI di seluruh Indonesia, ini dari kami di Bali. Apa kabar? Selamat datang di edisi bulan Maret 2010 majalah KGI. Seperti biasa kami berharap semoga Anda semua suka apa yang sudah kami buat di edisi ini. Ini suatu hal yang selalu menyenangkan untuk membuat majalah untuk Anda. Kami telah mencantumkan informasi dan berita seputar perdamaian dan lingkungan seperti yang sudah dijanjikan TETAPI kami punya banyak berita lain untuk Anda juga.
Kami meceritakan kepada Anda bagaimana membuat program radio di KGI dan bagaimana Sue dan timnya membuat materi kelas SMP dan SMA baru. Ada berita mengenai lingkungan dan perdamaian ditambah lagi satu halaman tentang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris formal dan tidak formal. Ogi menceritakan kunjungan-kunjungannya ke stasiun-stasiun radio KGI di seluruh negri dan sebagai halaman depan spesial, kami punya sebuah peta untuk Anda dari kedua negara.
Kang Guru Indonesia telah membantu siapa saja yang belajar bahasa Inggris di Indonesia selama lebih dari 20 tahun, tetapi bagaimanapun juga fase KGI yang sekarang ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2010. Tetapi berita bagusnya adalah fase baru Kang Guru Indonesia akan dimulai di akhir 2010. KGI sekarang ini sedang di disain ulang dan kami semua di KGI sangat antusias untuk melihat KGI baru pada periode 2010-2015. Walaupun majalah KGI tidak akan diterbitkan pada bulan Juni 2010, kami akan memastikan bahwa Anda akan tetap diinformsikan mengenai KGI yang baru melalui email, Facebook dan KGI website dalam beberapa bulan yang akan datang. Tim KGI di Bali – Maret 2010.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Kang Guru Voices
KGI, You're FANTASTIC!
Hi,there. I’m Arif Syarifuddin, an islamic student (santri) of a pondok pesantren in Indramayu. I’m your new fan. I’ve received your magazines for two editions in 2009 and what will I say here is AMAZING! When I first received it I showed you to my friends. And do you know what happened? They’re fighting to read you and they ask me many questions about you. Where have you got this (magazine) from? How could I get it? Do I have to pay for receiving it and many others. I tried to answer their questions as far as I know about you. Thanx KGI, you’re FANTASTIC!
Arif Syarifuddin - +628522112XXXX
Indramayu, West Java
Hello Arif. You're also fantastic by sending your story to us via SMS. And thanks for sharing the KGI magazine with your friends. Did you know that some of KGI magazines are available in pdf format on the KGI wesbite - www.kangguru.englishmagazine.org
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
KGI, Kamu Memang Luar Biasa!
Halo! Saya Arif Syarifudin, siswa islam (santri) dari pondok pesantren di Indramayu. Saya penggemarmu yang baru. Saya sudah terima majalahmu sebanyak 2 edisi tahun 2009 dan apa yang akan saya katakan di sini LUAR BIASA! Waktu saya pertama kali menerimanya, saya tunjukkan ke teman-teman. Dan kamu tau apa yang terjadi? Mereka berebut untuk membaca kamu dan mereka bertanya banyak tentang kamu. Kamu dapat ini dari mana? Gimana cara saya mendapatkannya? Apakah saya harus bayar untuk mendapatkannya? Saya coba untuk jawab pertanyaan mereka sepanjang saya tahu. Makasih KGI, kamu LUAR BIASA!
Arif Syaifudin
Indramayu, jawa Barat
Hello Arif. Kamu juga luar bisa telah mengirim ceritamu melaui sms. Dan terimakasih sudah berbagi majalah KGI dengan teman-teman. Apakah kamu tahu kalau beberapa majalah KGI tersedia dalam format PDF di website Kangguru – www.kangguru.englishmagazine.org
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
I love KGI magazine!
I have to say thank you so much for your magazine. There are many great bits of news and interesting information in it. And I also join your Facebook and I also find many friends to learn English with. I can share my problems with them besides my teachers. Recently I got my TOEIC test result. Before I know KGI magazine my score was 375 but after I know and use KGI magazine my TOEIC score is 520.
Thank you for all that you have done (provide a lot of materials, give grammar information, make funny competitions, etc). I love the KGI mag. You make me wanna read it repeatedly. Your content about Idioms English & Quick Fix really helps improve my English. I like it. Good job too for 2010 calendar design. I hang it up in my small library.
Ayu Rochmawati
Banyumas, Central Java
Dear Ayu, we're very happy to know that you got such a good score for your TOEIC and that our KGI magazines have helped you with your English. I hope you enjoy this March 2010 edition. Be sure to check Facebook often for more news and competitions.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Saya cinta majalah KGI
Saya harus berterimakasih sekali untuk majalahnya. Ada banyak bagian berita dan informasi yang menarik. Dan saya juga bergabung dengan Facebook kamu dan juga menemukan banyak teman untuk diajak belajar bahasa inggris. Saya bisa berbagi masalah saya dengan mereka selain dengan guru. Baru saja saya mendapat hasil tes TOEIC. Sebelum saya kenal majalah KGI skor saya 375 tetapi setelah saya tahu dan memakai majalah KGI, skor saya 520. Terimakasih atas semua yang sudah kamu lakukan (menyediakan banyak materi, memberikan informasi grammar, membuat kompetisi-kompetisi lucu dll) Saya cinta majalah KGI. Kamu membuat saya ingin membacanya berulang-ulang. Isi mu tentang Idiom Inggris dan Quick Fix sangat membantu memperbaiki Bahasa Inggris saya. Saya suka itu. Kerja yang bagus untuk desain kelander 2010. Saya menggantungnya di perpustakaan kecil saya.
Ayu Rochmawati
Banyumas, Jawa Tengah
Ayu, kami sangat gembira mengetahui kalau kamu mendapatkan hasil yang bagus dalam TOEIC dan majalah KGI sudah membantu dengan Bahasa Inggris kamu. Semoga kamu menikmati majalah edisi bulan Maret 2010. Pastikan kamu sering mengecek Facebook untuk mendapatkan berita berita baru dan kompetisi-kompetisi.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3) * Saya Cinta majalah KGI
My first magazine!
I got my first KGI magazine when I attended the 56th TEFLIN Conference in Malang late 2009. The magazine made me impressed. Many things that I, our fellow teachers and our students (kindergarten to university) need to know were in it. The language usage and activities, education, culture and future career I found them in KGI magazine.
Yuyu - +628565981XXXX
Indramayu, West Java
Hi Yuyu, I hope you enjoyed TEFLIN in Malang and of course meeting Kang Guru. Ogi and Alwi enjoyed their time in Malang with all the teachers.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Majalah pertama saya!
Saya dapat majalah KGI yang pertama waktu saya datang ke Konferensi TEFLIN ke 56 di Malang di akhir 2009. Majalah itu membuat saya terkesan. Banyak hal yang saya, teman sesama guru dan murid-murid kami (taman kanak-kanak sampai universitas) perlu ketahui ada didalamnya. Penggunaan bahasa dan aktivitasnya, pendidikan, kebudayaan dan karir masa depan saya temukan semua di dalam majalah KGI.
Yuyu
Indramayu, Jawa Barat
Hai Yuyu, Saya harap kamu menikmati TEFLIN di Malang dan tentu saja bertemu Kang Guru. Ogi dan Alwi sangat menikmati waktu mereka di Malang bersama dengan guru-guru yang lain.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
English Idioms
Look at this definition of peace:freedom from war and violence, especially when people live and work together happily without disagreements. I hope you live peacefully with your neighbours.
Now, what do you think these idioms mean?
They all use the word peace. Can you match them with the correct meanings in the colored boxes?
Sekarang, menurutmu apa arti idiom ini?
1. to leave someone in peace means ....
2. ‘let’s have some peace and quiet around here!’ means ....
3. to be at peace with the world means ....
4. a peace offering means ....
a) something you give to someone to show that you are sorry or that you want to be friendly especially after you have argued with them.
b) it’s just too noisy, everyone should quieten down.
c) to stop bothering someone, to go away and leave someone alone.
d) to be relaxed and happy because you are satisfied with your life.
If someone says to you, ‘Oh, leave me in peace’ it usually means to stop bothering them. You should go away and leave them alone. Have you ever heard someone say that?
This expression is sometimes used by parents and teachers. Maybe by you too? Think about a very noisy classroom. The teacher might say - Come on you guys, quieten down, let’s have some peace and quiet around here!
To be at peace with the world. She was relaxed and happy because she was satisfied with her life. Sitting on the terrace, looking out over the ocean, she felt at peace with the world. She was calm and happy with her life.
A peace offering is something you give to someone to show that you are sorry and that you want to be friendly. This may be true especially after you have argued with them. For example, Siti was always borrowing things from Dewi. She never gave them back. One day they had a big argument and stopped speaking to each other. The next week Siti came to Dewi with a big box of chocolates as a peace offering. She wanted to be friends with Dewi again.
There are some other collocations* which use the word peace – such as peace talks/proposals, a peace conference/initiative, a lasting peace and keep the peace.
* Collocations are the combination of words formed when two or more words are often used together in a way that sounds correct.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Idiom Inggris
Lihatlah arti perdamaian: kebebasan dari perang dan kekerasan, terutama ketika orang tinggal dan bekerja bersama dengan bahagia tanpa perselisihan. Saya harap kamu tinggal secara damai dengan tetangga-tetanggamu.
Sekarang menurutmu apa arti idiom di bahwa ini?
Semuanya menggunakan kata ‘ peace’. Bisakah kamu mencoba untuk memasangkan kalimat tersebut dengan arti yang benar di dalam kotak berwarna?
1. to leave someone in peace artinya…
2. ‘let’s have some peace and quiet around here!’ artinya …
3. to be at peace with the world artinya …
4. a peace offering artinya …
a) sesuatu yang kamu berikan kepada seseorang untuk menunjukkan bahwa kamu menyesal atau kamu ingin berteman lagi terutama setelah berselisih dengan mereka.
b) ini terlalu berisik, semua harus diam
c) berhenti mengganggu seseorang, pergi dan meninggalkan seseorang sendiri.
d) bersantai dan bergembira karena kamu puas dengan hidupmu
Jika seseorang berkata kepadamu, “Oh, leave me in peace’ itu biasanya berarti berhentilah mengganggu mereka. Kamu harus pergi dan meninggalkan mereka sendiri. Sudah pernahkah seseorang mengatakan itu kepadamu?
Ungkapan berikut ini biasanya digunakan oleh para orang tua dan guru. Mungkin oleh kamu juga? Bayangkanlah sebuah kelas yang berisik. Guru mungkin mengatakan – Ayo anak-anak diam, let’s have some peace and quiet around here!
To be at peace with the world ,Berdamai dengan dunia. Dia sangat santai dan gembira karena dia sangat puas dengan hidupnya. Duduk di teras, memandang laut, dia merasakan kedamaian dengan dunia. Dia sangat tenang dan bahagia dengan hidupnya.
A peace offering - Sebuah tawaran berdamai adalah sesuatu yang kamu berikan kepada seseorang untuk menunjukkan bahwa kamu menyesal dan kamu ingin berteman. Ini mungkin benar terutama setelah kamu berselisih dengan mereka. Contohnya, Siti selalu meminjam sesuatu dari Dewi. Dia tidak pernah mengembalikannya. Suatu hari mereka berselisih kuat dan berhenti berbicara satu sama lain. Seminggu kemudian Siti menemui dewi dengan satu kotak coklat besar sebagai penawaran damai. Dia ingin berteman dengan Dewi lagi.
Ada beberapa susunan kata/kolokasi* yang menggunakan kata peace (damai) – seperti peace talks/proposals, peace conference/initiative, a lasting peace dan keep the peace.
Kolokasi adalah gabungan kata-kata yang terbentuk ketika dua kata atau lebih sering digunakan bersama-sama sehingga kedengaran benar.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
QUICK FIX
Do you think some languages would be more difficult than others to learn? Many people say that languages such as Thai, Chinese and Japanese are quite difficult to learn mainly because of the characters. This seems quite reasonable, doesn't it? All those new characters to learn. Many KGI readers tell us that in learning English it is the English vocabulary that they have a lot of trouble - so many, many words! When I think about it, Bahasa Indonesia seems to be much, much simpler than English especially vocabulary.
For example, in Indonesian we say tempat sampah/keranjang sampah/bak sampah/lubang sampah for a place to put rubbish, right? BUT in English tempat sampah can be said in so many different ways. We can say - rubbish bin, garbage bin, dustbin, garbage can, trash can, waste basket, waste-paper basket, kitchen bin or recycle bin.
The words rubbish, basket and bin are more common in British-English usage while trash and can are more common in American-English usage. Aussies generally say rubbish bin, or just bin, and waste-paper basket.
Okay, hang on just a minute Ayu. Bahasa Indonesia is also very confusing to us and I think to many other people learning it. Oh my goodness - the affixes and suffixes.
Here's an example of our confusion - the word tinggal. We basically know what that means BUT then we see words such as meninggal, meninggalkan, tertinggal, ditinggalkan, meninggali and even ketinggalan. Okay, they all have different meanings depending on the sentences they are used in but to a learner they present some degree of difficulty for sure! Which one do we use?
And another to learn to use correctly is bangun. How many variations of this word are there to drive us slightly crazy? Okay, there's alsomembangun, membangunkan, terbangun, bangunan, dibangun, pembangunan, berbangun, sebangun and kebangunan. Our brains are in overdrive Ayu - HELP US PLEASE!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
QUICK FIX
Menurutmu apakah beberapa bahasa lebih sulit daripada bahasa lain untuk dipelajari? Banyak orang mengatakan bahasa Thailand, Cina dan Jepang cukup sulit untuk dipelajari terutama karena karakter-karakternya. Ini memang kelihatannya masuk akal ya? Semua karakter karakter baru untuk dipelajari. Banyak pembaca KGI mengatakan dalam belajar Bahasa Inggris kesulitannya ada pada kosa kata bahasa Inggris – terlalu banyak kata! Kalau saya pikir-pikir, Bahasa Indonesia itu kelihatan jauh lebih sederhana daripada Bahasa Inggris terutama kosa katanya.
Contohnya, dalam bahasa Indonesia kita bilang tempat sampah/ keranjang sampah / bak sampah/lubang sampah untuk tempat membuang sampah, ya kan? TETAPI dalam bahasa inggris tempat sampah bisa diungkapkan dalam berbagai cara. Kita bisa bilang rubbish bin, garbage bin, dustbin, garbage can, trash can, waste basket, waste-paper basket, kitchen bin or recycle bin.
Kata rubbish, basket dan bin umumnya digunakan dalam Bahasa Inggris Inggris (British English) sedangkan trash dan can umumnya digunakan dalam Bahasa Inggris Amerika. Orang Australia biasanya bilang rubbish bin, atau hanya bin, dan waste paper basket.
Oke, tunggu sebentar Ayu. Bahasa Indonesia juga membingungkan untuk kita dan menurut saya untuk banyak orang lain yang mempelajarinya. Aduh – imbuhan dan akhiran.
Ini contoh yang membingungkan kita – Kata tinggal. Kami pada dasarnya tahu artinya TETAPI kita lalu melihat kata meninggal, meninggalkan, tertinggal, ditinggalkan, meninggali dan bahkan ketinggalan. Oke, semua punya arti yang berbeda tergantung kalimat yang digunakan tetapi untuk yang sedang belajar kata-kata itu menunjukkan tingkat kesulitan,tentu saja! Yang mana yang kita gunakan?
Satu kata lagi yang harus digunakan dengan benar adalah bangun. Ada beberapa variasi dari kata ini yang membuat kita sedikit gila! Oke, ada juga kata membangun, membangunkan, terbangun, bangunan, dibangun, pembangunan, berbangun, sebangun dan kebangunan. Otak kami KONSLET ayu! Tolong kami!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Peace
This most widely known peace symbol (see left) was originally the anti-nuclear emblem. It was invented on the request of Lord Bertrand Russel, head of the British ‘Campaign for Nuclear Disarmament’ (CDN). The symbol is derived from semaphore signals (just like we learned in scouts Pramuka) for the letters ‘N’ and ‘D’ standing for Nuclear Disarmament. The Peace Action Symbol was designed on February 21, 1958 for use in the first Peace Walk in England.
Are you familiar with the V for Victory symbol? It is thought to have begun in Europe during World War II. The V for Victory was painted on walls as a symbol of freedom from occupying forces. The sign was once again widely used by peace movements in the 1960s and 1970s as a symbol of victory for peace and truth.
The olive wreath originated in Greece and was the highest award given to a citizen in ancient Greece. The prize was also given to winners at the ancient Olympic Games as a symbol of victory. Greeks considered the olive tree as the most valuable gift, a symbol of peace, sustenance, and life. In the Olympics, it’s given for the idea of peaceful competition through sport.
The white dove carrying an olive branch has been the symbol of peace and hope for thousands of years. The ancient Egyptians saw the dove was as symbol of quiet innocence. The Chinese felt the dove was a symbol of peace and long life. To early Greeks and Romans, doves represented love and devotion and care for a family. In some other religions an olive branch is a sign for peace and good will.
The Peace Crane (origami burung)
In Asia the white crane is the bird of peace in terms of prosperity and friendship. The origami crane became popular after the bombings of Hiroshima and Nagasaki. In 1955, when an eleven year old Japanese girl was diagnosed with leukemia from exposure to nuclear radiation, she heard that if she folded a thousand paper cranes (origami), she would be granted a wish. She began folding one crane after another wishing for a healthy body within a world of peace. Would like to know how to make a Peace Crane?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Perdamaian
Simbol yang paling banyak dikenal ini berasal dari emblem anti nuklir. Simbol ini ditemukan sebagai permintaan dari Lord Bertrand Russel, kepala “Kampanye Pelucutan Senjata Nuklir’ Inggris. Simbol ini diambil dari sinyal semapor (seperti yang kita pelajari dalam Pramuka) dari huruf N dan D yang berarti Nuclear Disarmament (Pelucutan Senjata Nuklir). Simbol Aksi Perdamaian ini didesain pada tanggal 21 Februari 1958 untuk digunakan dalam iring iringan perdamaian yang pertama di Inggris.
Apakah kamu sering melihat tanda V untuk Victory (Kemenangan). Simbol itu diketahui dimulai di Eropa pada Perang Dunia II.Tanda V untuk Victory/ Kemenangan dilukis di tembok-tembok sebagai symbol kebebasan dari musuh. Tanda itu digunakan secara meluas oleh gerakan-gerakan perdamaian di tahun 1960an dan 1970an sebagai symbol kemenangan untuk perdamaian dan kejujuran.
Tangkai daun olive berasal dari Yunani dan sebagai penghargaan paling tinggi diberikan kepada warganya pada masa Yunani kuno. Hadiah itu juga diberikan kepada para pemenang dalam Olimpiade kuno sebagai simbol kemenangan. Orang Yunani menganggap pohon olive sebagai pemberian yang paling berharga, simbol perdamaian, rezeki, dan kehidupan. Di dalam Olimpiade, simbol ini diberikan sebagai ide kompetisi yang damai melalui olah raga.
Burung dara putih membawa cabang olive sudah menjadi simbol perdamaian dan harapan selama beribu-ribu tahun. Orang Mesir kuno melihat burung dara sebagai simbol kemurnian. Orang Cina mengganggap burung dara sebagai simbol perdamaian dan umur panjang. Bagi orang Yunani dan Romawi kuno cabang olive adalah tanda perdamaian dan kehendak baik.
Burung Bangau Perdamian (origami burung)
Di Asia burung bangau putih adalah burung perdamaian dalam hal kemakmuran dan persahabatan. Origami burung menjadi populer setelah terjadinya bom Hisoshima dan Nagasaki. Di tahun 1955, ketika seorang gadis Jepang yang berusia 11 tahun terdiagnosa leukemia karena akibat radiasi nuklir, dia mendengar bahwa kalau dia membuat 1000 lipatan burung bangau (origami), permintaannya akan terkabul. Dia mulai melipat satu demi satu burung berharap untuk badan yang sehat dalam cangkup perdamaian dunia. Mau tahu bagaimana cara membuat lipatan burung?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Promoting Peace through Life Skill Activities
If you look back to the December 2009 edition of the KGI magazine you will see a report
by the KGI Champions and their recent attendance at a conference on peace in Bandung - page 17. Now check out how one of those Champions has gone onto applying ideas he learnt at the conference in his home area in Madura.
The International Youth Conference was really wonderful for young people like me to explore our capacity and knowledge on peace building issues. I learnt many things from the conference and it motivated me to contribute something on promoting peace to other people. I deeply thank Kang Guru Indonesia for sponsoring me, Wibowo and Asep to attend this fabulous event. It broadened the way we all think and it taught us the significant role of youth in peace building activities.
After the conference I arranged a promo to stimulate the peace message through life skill activities at 8 LAPIS-Integration targeted schools in Madura. I discussed the ideas with the school principals and teachers and they were very kind to assist me implementing my ideas. I had incredible support from the students too. They wanted to become partners in creating a respectful, responsible and productive community of learners. Through the activities we intended to make a positive difference in student’s motivation to learn and succeed in a peaceful community. It’s a good start where they learn to be caring and socially responsible.
I worked with the teachers and principals at the targeted schools to establish the foundation of peace, to provide information on how to create a peaceable classroom by involving students in discussions which help to resolve conflict in their classroom, and try to raise their awareness of peace. We used games, drama, songs, storytelling and role plays in the activities. These help to develop their conflict resolution skills including communication, cooperation, expressing feelings, managing anger, and appreciating diversity.
In the coming months (and years) we want the students’ parents to get involved in the activities. We will create games/competitions related to peace to help children and their parents work together to solve their problems and help each other to compete with other groups and to therefore experience success. After that, we will reflect on all the games with the meaning of peace and discuss how they can apply peace in their family life. By then, parents and children will know clearly about the meaning of a peaceful family and they can apply it effectively in their family, and perhaps they can share the experiences in their neighbourhood. (KGI Champion Suryadi - Madura)
KGI believes that students and teachers should work together to create a successful and effective classroom. Teachers and students all have a responsibility to help each other to make their classroom peaceful, harmonious and productive. It is a cooperative effort. Students have a role to play here. A happy and fun classroom is a great place to learn in. What do you think? Do you agree or not?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kalau kalian melihat kembali mjalah KGI edisi Desember 2009 kalian akan melihat laporan kegiatan dari KGI champion dan kehadiran mereka baru-baru ini ke konferensi perdamaian di Bandung – halaman 17. Sekarang cek bagaimana para champion menerapkan ide-ide yang telah mereka pelajari di konferensi ke dalam rumah dan daerah mereka di Madura.
Konferensi Pemuda Internasional sangat bagus untuk anak muda seperti saya untuk mengeksplorasi kapasitas dan pengetahuan kami mengenai pembentukan perdamaian. Saya belajar banyak sekali dari konferensi dan itu memotivasi saya untuk menyumbangkan sesuatu untuk mempromosikan perdamaian kepada orang lain. Saya benar benar berterimakasih kepada Kang Guru Indonesia untuk mensponsori saya, Wibowo dan Asep untuk datang ke acara yang luar biasa ini. Itu sangat memperluas cara kita berpikir dan hal itu mengajarkan kita peran penting pemuda dalam aktivitas pembentukan perdamaian.
Setelah konferensi, saya menyusun promosi untuk menstimulasi pesan-pesan perdamaian melalui aktivitas ketrampilan nyata di 8 sekolah target LAPIS di Madura. Saya mendiskusikan ide-ide ini dengan kepala sekolah dan guru-guru dan mereka sangat baik dalam membantu saya menjalankan ide-ide saya. Saya mendapatkan dukungan yang luar biasa dari siwa-siswa juga. Mereka ingin menjadi mitra dalam mewujudkan masyarakat pelajar yang dihormati, bertanggung jawab dan produktif. Melalui aktivitas-aktivitas tersebut kami bermaksud untuk membuat perbedaan positif dalam motivasi siswa untuk belajar dan meraih sukses dalam masyarakat yang damai. Ini sebuah awal yang baik dimana mereka belajar untuk peduli dan bertanggung jawab secara sosial.
Saya bekerja dengan guru-guru dan kepala sekolah di sekolah-sekolah sasaran untuk membentuk yayasan perdamaian, untuk menyediakan informasi bagaimana membentuk kelas yang damai dengan melibatkan siswa dalam diskusi yang membantu memecahkan konflik di dalam kelas, dan mencoba untuk meningkatkan kepedulian tentang perdamaian. Kami menggunakan permainan, drama, lagu, cerita dan permainan peran dalam aktivitas. Ini sangat membantu mengembangkan ketrampilan pemecahan konflik mereka termasuk komunikasi, kerjasama, mengungkapkan perasaan, mengatur kemarahan dam menghargai perbedaan.
Pada bulan bulan yang akan datang (dan tahun) kami ingin orang tua murid terlibat dalam kegiatan. Kami akan membuat permainan/kompetisi yang berhubungan dengan perdamaian untuk membantu siswa-siswa dan orang tua mereka bekerjasama memecahkan masalah dan bisa saling membantu untuk bersaing dengan kelompok lain dan untuk selanjutnya merasakan keberhasilan. Setelah itu kami akan mengacu pada semua permainan dalam lingkup perdamaian dan mendiskusikan bagaimana mereka bisa menerapkan perdamaian dalam keluarga. Setelah itu, orang tua dan anak-anak akan tau secara jelas tentang arti sebuah keluarga yang damai dan mereka bisa menerapkannya secara efektif di dalam keluarga mereka, dan mungkin mereka bisa berbagi pengalaman mereka di lingkungan sekitar mereka. (KGI Champion Suryadi – Madura)
KGI percaya bahwa siswa dan guru harus bekerja sama untuk mewujudkan kelas yang sukses dan efektif. Guru dan murid semua mempunyai tanggung jawab untuk saling membantu untuk membuat kelas mereka damai, harmonis dan produktif. Ini suatu usaha bersama. Siswa mempunyai peran untuk dimainkan. Kelas yang gembira dan menyenangkan adalah tempat yang bagus untuk belajar. Bagaimana menurutmu? Kamu setuju atau tidak?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Action on the Environment with Papua
Recently at IALF Bali, students from Papua created an exhibition showing some of the environmental problems in their province. The exhibition was on display for everyone at IALF Bali to see and ask questions about - in English of course. Some of the environmental problems presented by Sepo Nawipa and Fiktor Wanane (see pic) were a lack of proper town planning, inappropriate housing projects, waste management and poor drainage. KGI went along and joined in with the discussions. It was terrific to hear the students using their improved English language skills to talk about the important environmental issues in Papua.The students were sponsored by Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua (DPP) to upgrade their English to a level whereby they could be in a position to apply for scholarships to study overseas. During 2009, there were 3 phases of training over a 9 month period involving 40 participants. All participants sat an official IELTS test at the end of their training.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Tindakan terhadap Lingkungan dengan Papua
Baru-baru ini di IALF Bali, siswa-siswa dari Papua mengadakan pameran menunjukkan beberapa masalah-masalah lingkungan di propinsi mereka. Pameran itu terbuka untuk siapa saja di IALF Bali untuk dilihat dan ditanyakan - dalam bahasa Inggris tentu saja. Beberapa masalah lingkungan yang ditampilkan oleh Sepo Nawipa dan Fiktor Wanane; kurangnya perencanaan kota yang benar, proyek perumahan yang kurang tepat, manajemen pembuangan dan saluran pembuangan air yang buruk. KGI hadir dan ikut berdiskusi. Sangat menarik mendengarkan para siswa menggunakan bahasa Inggris yang semakin bagus, membicarakan masalah-masalah lingkungan yang penting di Papua. Siswa-siwa tersebut disponsori oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi Papua (DPP) untuk meningkatkan Bahasa Inggris mereka sampai ke tingkat dimana mereka bisa mendaftar untuk beasiswa untuk belajar di luar negeri. Sepanjang tahun 2009, ada 3 fase pelatihan selama perioda 9 bulan melibatkan 40 peserta. Semua peserta mengikuti tes resmi IELTS di akhir pelatihan.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Festival Mata Air (Festival of Water) is an annual community art and music event held in Salatiga, Central Java. The event is organised by Komunitas TUK - Tanam Untuk Kehidupan- ‘Planting for Life’. It's aim is to raise awareness about the environment and the issue of water. The event is held in the area nearby the local Senjoyo water springs. The committee chose this particular spring because the spring is owned by the local community and is of vital importance to them, industry and the government. By combining art, culture and environmental awareness the committee hopes to make people realize how important it is to keep the water springs and their surrounding areas clean and safe from pollution.
Each year TUK holds a series of programs and activities for the public to join in with such as a Rubbish Fashion Parade, theatrical performances with environmental messages, and a series of workshops on utilizing rubbish in positive ways. With a wide range of activities from art exhibitions, to music, to a Regional Forum on Water Conservation, this years festival was an all encompassing community event with an important local and global message - Protect Our Environment.
Many thanks to Rudi and Vanessa, Australian Volunteers International (AVI) participants who invited Kang Guru to visit Salatiga in October 2009 to see the event in action. Vanessa told KGI that the program is basically about sustainability (keberlanjutan), increasing awareness (meningkatkan kesadaran) and collective ACTION (tindakan bersama).
Do you think you can make similar event (combining art, culture and environmental awareness) at school or maybe in your local community? Get some of your interested friends together and start by talking about it. That's a good start!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Festival Mata Air adalah acara seni dan musik masyarakat tahunan yang diadakan di Salatiga, Jawa Tengah. Acara itu diorganisir oleh komunitas TUK – Tanam Untuk Kehidupan – Planting for Life. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepedulian tentang lingkungan dan masalah air. Acara itu diadakan di area dekat mata air Senjoyo. Panitia memilih mata air ini karena mata air ini dimiliki oleh masyarakat setempat dan sangat penting bagi mereka, industri dan pemerintah. Dengan menggabungkan seni, budaya dan kepedulian lingkungan, panitia berharap untuk membuat orang sadar bagaimana pentingnya menjaga mata air dan daerah sekitarnya tetap bersih dan aman bebas polusi.
Setiap tahun TUK mengadakan beberapa program dan kegiatan untuk masyarakat untuk bergabung dalam Parade kostum sampah, pertunjukan teater dengan pesan-pesan lingkungan, dan beberapa pelatihan tentang penggunaan sampah dengan cara yang positif. Dengan berbagai macam acara mulai dari pameran seni, musik, Forum Regional tentang Konservasi Air, festifal tahun ini mencangkup acara masyarakat dengan pesan local dan global yang penting : Lindungilah Lingkungan Kita.
Terimakasih banyak kepada Rudi dan Vanessa peserta Australian Volunteers International (AVI) yang telah mengundang Kang guru untuk mengunjungi Salatiga pada bulan Oktober 2009 untuk melihat berlangsungnya acara. Vanessa mengatakan kepada KGI bahwa program itu pada dasarnya mengenai keberlanjutan, meningkatkan kesadaran dan tindakan bersama.
Mungkinkah kamu membuat acara seperti ini (menggabungkan seni, budaya dan kepedulian lingkungan) di sekolah atau mungkin di masyarakat? Kumpulkan teman-temanmu yang tertarik dan mulailah membicarakannya. Itu sebuah awal yang bagus!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Guess what is growing on my roof?
Green Roofs, also known as eco-roofs or vegetated roofs or living
roofs is the idea of growing plants and grass on roofs. That sounds
an odd idea, doesn't it? Some countries in Europe, America and
China have implemented green roof activity by planting trees on
top of the apartment buildings and houses in response to a trend toward environmentally-friendly technology. What do these roofs do?
A planted rooftop helps to filter air, lessen the burden on sewers by absorbing rainwater, providing insulation, and creating a habitat for wildlife. It also helps to lower air temperatures in the buildings below, and combat the strong effects of heat and the sun. Modern green roof trends began in Germany in the 1960s. These days it is estimated that about 10% of all German roofs have been “greened.” Several European countries including Germany, Switzerland, the Netherlands, Italy, Austria, Hungary, Sweden and the UK are promoting green roofs.
Have you seen any green roofs in Indonesia?
If you could, what would you like to grow on the roof of your house?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Tebak apa yang tumbuh di atas atap saya?
Atap hijau, juga dikenal dengan atap eko atau atap yang ditumbuhi atau atap hidup adalah ide menumbuhkan tanaman atau rumput di atap. Itu kedengarannya ide yang aneh kan? Di beberapa Negara di Eropa, Amerika dan Cina sudah menjalankan aktivitas atap hijau dengan menanami pohon di atas gedung-gedung apartemen dan rumah-rumah sebagai tanggapan terhadap tren teknologi ramah lingkungan. Apa fungsi atap ini?
Atap yang ditanami membantu menyaring udara, mengurangi tekanan saluran air karena menyerap air hujan, menyediakan insulasi, dan menciptakan habitat untuk margasatwa. Ini juga membantu mengurangi suhu udara di gedung-gedung di bawahnya, dan melawan pengaruh kuatnya panas dan matahari. Tren atap hijau dimulai di Jerman pada tahun 1960an. Sekarang ini diperkirakan sekitar 10 % dari semua atap Jerman sudah “dihijaukan”. Beberapa Negara Eropa termasuk Jerman, Swiss, Belanda, Italia, Austria, Hungaria, Swedia dan Inggris sedang mempromosikan atap hijau.
Pernahkah kamu melihat atap hijau di Indonesia?
Seandainya kamu bisa, apa yang ingin kamu tanam di atap rumahmu?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Australia Indonesia Partnership
Kalimantan Forest and Climate Partnership (KFCP)
Under the KFCP, Indonesia and Australia are working together to support international efforts on REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries). The project is situated in peatlands within the ex-mega rice project in the Mentangai subdistrict of the Kapuas district in Central Kalimantan. What do peatlands have to do with global warming or climate change? While visiting a KGI radio station in Palangkaraya, Ogi from Kang Guru met Pak Alue Dohong and Pak Eko Pranandhita from KFCP. Here's what they talked about.
Ogi started by asking what is carbon emission? Carbon dioxide, or CO2, is one of the greenhouse gases that creates a big problem in the atmosphere especially contributing to the global climate change. So carbon emission means to emit, to release greenhouse gases such as CO2 into the atmosphere. We have to reduce that otherwise our planet will become warmer and warmer from time to time. That's not good.
How do peatlands contribute to the greenhouse gases? Peatlands actually contain huge amounts of carbon (organic matter) within that peat soil itself. If we burn it or if we drain the water from it that means we allow this carbon to make contact with the air. That creates a CO2 gases emissions. That means peatlands will be big source of emission of CO2 into the atmosphere.
Is it easy for a fire to start in peatlands? It is quite difficult for fire to burn peatlands because it is naturally a wet environment. Once the peatlands are opened up and the water starts to drain away the peatland becomes drier. Remember there are large amounts of carbon or organic matters there so if just a small fire begins it can burn for a long, long time. This includes underground fires - you can’t see any flames but the smokes comes out from the peat itself.
How large is the contribution of peatlands to total carbon emissions? There is no agreed data but there is one study tells us that Indonesia is the third biggest emitter of CO2 in the world if we include emissions from peatlands. If we take out peatlands from the data Indonesia is in 25th position. That shows how big the contribution from peatlands really is.
Why was this project started? The Kalimantan Forests and Climate Partnerships want to reduce this kind of emission because the majority of CO2 emissions now actually come from peatlands ecosystem because of fires, overdrainage and using the peatlands for other land uses.
What is this project trying to do with the peatlands? That’s why this KFCP is focused on the ex- mega rice project which cleared a lot of the land. Now we have to help the land recover to prevent more fires by damming opened canals and planting trees.
So KFCP has taken real action in reducing carbon emission. We all need to see peatlands as strategic resources especially in related with the mitigation and adaptation of climate change. So if we want help lessen the effects of climate change we have to stop the degradation of these peatlands. We need to do something real on the ground like restore the degraded peatlands, stop the deforestation on the peat swamps ecosystem, and STOP digging canals on the peatland swamp ecosystem. That’s real action.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kemitraan Indonesia Australia
Kerjasama Iklim dan Hutan Kalimantan (KIHK)
Di Bawah KIHK, Indonesia dan Australia bekerja sama mendukung usaha internasional dan REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries – mengurangi Emisi dari Penggundulan Hutan dan Degradasi Hutan di Negara Negara Berkembang). Proyek ini bertempat di lahan gambut di dalam proyek di bekas lahan gambut sejuta hektar di Kecamatan Mentangai, Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah.
Apa hubungan lahan gambut dengan pemanasan global dan pergantian iklim? Sewaktu mengunjungi radio KGi di Palangkaraya, Ogi dari Kang Guru bertemu Pak Alue Dohong dan Pak Eko Pranandhita dari KIHK. Berikut adalah apa yang mereka bicarakan.
Ogi mulai dengan pertanyaan apa itu emisi karbon?
Karbon dioksida, atau CO2, adalah salah satu gas rumah kaca yang menimbulkan masalah besar di atmosfer terutama menyumbangkan perubahan iklim global. Jadi emisi karbon artinya mengemisi, melepaskan gas rumah kaca seperti CO2 ke dalam atmosfir. Kita harus mengurangi itu kalau tidak planet kita akan menjadi lebih panas dan lebih panas dari waktu ke waktu. Itu tidak bagus.
Bagaimana lahan gambut menyumbangkan gas rumah kaca?
Lahan gambut sebenarnya mengandung jumlah karbon (bahan bahan organik) yang besar di dalam tanah gambut itu sendiri. Kalau kita membakarnya atau kalau kita menyedot air darinya itu artinya kita membiarkan karbon berinteraksi dengan udara. Itu menghasilkan CO2, emisi gas. Itu artinya lahan gambut akan menjadi sumber emisi Co2 di atmosfir.
Apakah mudah untuk api menyala di lahan gambut?
Sebenarnya cukup sulit untuk api membakar lahan gambut karena gambut merupakan lahan basah secara alami. Sekali lahan gambut itu terbuka dan air mulai mengering lahan gambut menjadi lebih kering. Ingat ada jumlah karbon yang besar atau bahan-bahan organic di sana sehingga kalau ada api kecil menyala itu bisa membakar sangat lama. Ini termasuk api di bawah tanah – kalian tidak bisa melihat kobaran api hanya asap keluar dari gambut itu sendiri.
Seberapa besar kontribusi lahan gambut terhadap emisi karbon secara total?
Tidak ada data yang akurat tetapi ada satu studi yang mengatakan kepada kita bahwa Indonesia adalah penghasil CO2 ketiga terbesar di dunia kalau kita memasukkan emisi dari lahan gambut. Kalau kita mengambil lahan gambut dari data Indonesia,kita ada di urutan ke 25. Itu menunjukkan besarnya kontribusi lahan gambut.
Kenapa poryek ini dibentuk?
Kerjasama Iklim dan Hutan Kalimantan (KIHK) ingin mengurangi emisi yang seperti ini karena sebagian besar dari emisi CO2 sekarang berasal dari ekosistem lahan gambut karena api, pengurasan secara berlebihan dam penggunaan lahan gambut untuk pengunaan lahan lainnya.
Apa yang akan dicoba oleh proyek ini terhadap lahan gambut?
Itulah mengapa KIHK ini menitik beratkan pada proyek bekas lahan gambut sejuta hektar yang membebaskan banyak lahan. Sekarang kita harus membantu memulihkan lahan untuk mencegah kobaran api dengan membuat bendungan di kanal terbuka dan menanami pohon.
Jadi KIHK sudah mengambil tindakan nyata dalam mengurangi emisi karbon
Kita semua perlu melihat lahan gambut sebagai bahan strategis terutama sehubungan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Jadi kalau kita mau membantu mengurangi efek perubahan iklim kita harus menghentikan perusakan lahan gambut. Kita harus melakukan sesuatu yang nyata di atas tanah seperti memulihkan lahan gambut yang rusak, menghentikan penggundulan hutan dalam ekosistem rawa gambut, dan menghentikan penggalian kanal di ekosistem rawa lahan gambut . Itu tindakan yang nyata.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
LAPIS - PGMI But what does PGMI stand for? PGMI is Pendidkan Guru Madrasah Ibtidaiyah. PGMI is an AusAID supported education program through LAPIS – Learning Assistance Program for Islamic Schools.
For more information - http://www.lapis-pgmi.org/
Since June 2007, a group of dedicated people based at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel in Surabaya have been working very hard with university lecturers, schools and teachers in several provinces of Indonesia. The LAPIS-PGMI team has been working to build the capacity of lecturers in the Islamic teacher education system in Indonesia. These lecturers have been learning how to deliver better training courses to student teachers through the development of syllabus, curriculum and teacher competencies for 25 teacher education and general subjects including maths, science, social science, bahasa Indonesia, and citizenship. Their objective has been to improve the capacity of targeted education faculties to design and to deliver programs for the development of the Madrasah Ibtidaiyah.
Here are some of the facts and figures that will amaze you. During the program PGMI has trained 814 teachers, 228 school personnel, 1,150 support agency personnel and 495 community members. That’s a lot of people, right? But not only that, the average number of training days that each one of those people attended was 10 – that’s also a lot of training days.
There are seven universities in the LAPIS-PGMI Consortium which support the placement of student teachers and provide contextual settings for both lecturers and student teachers working with PGMI. These people in training with PGMI come from 81 partner madrasah in the provinces of South Sulawesi, Lombok - NTB and East Java
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
LAPIS – PGMI
Tetapi apa kepanjangan PGMI ?
PGMI adalah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. PGMI adalah program yang didanai oleh Ausaid melalui LAPIS - Learning Assistance Program for Islamic Schools (Program Asisten Pembelajaran untuk Sekolah-sekolah Islam)
Sejak Juni 2007, sekelompok orang berdedikasi yang berbasis di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel di Surabaya bekerja sangat keras dengan dosen-dosen, sekolah-sekolah dan guru-guru di beberapa propinsi di Indonesia. Tim LAPIS-PGMI telah bekerja untuk membangun kapasitas dosen-dosen dalam sistim pendidikan Islam di Indonesia. Para dosen ini sudah belajar bagaimana menyampaikan materi pelatihan dengan lebih baik kepada peserta pelatihan melalui pengembangan silabus, kurikulum dan kompetensi guru bagi 25 pendidikan guru dan mata pelajaran umum termasuk matematika, ilmu pengetahuan, Ilmu social, Bahasa Indonesia dan kewarganegaraan. Tujuan mereka adalah untuk memperbaiki kapasitas pendidikan fakultas yang menjadi target untuk mendesain dan menyampaikan program untuk perkembangan Madrasah Ibtidaiyah.
Berikut adalah beberapa fakta dan figur yang akan membuat anda kagum. Selama program PGMI sudah melatih 815 guru, 228 pegawai sekolah, 1,150 agen pendukung pegawai dan 495 anggota masyarakat. Banyak orang bukan? Tapi tidak hanya itu, jumlah rata-rata hari pelatihan yang dihadiri oleh masing-masing orang adalah 10 – itu juga hari pelatihan yang banyak.
Ada tujuh universitas dalam konsorsium LAPIS-PGMI yang mendukung penempatan calon guru dan menyediakan latar belakang kontekstual baik bagi dosen maupun calon guru yang bekerja dengan PGMI. Orang orang yang mengikuti pelatihan dengan PGMI datang dari 81 mitra Madrasah di propinsi Sulawesi Selatan, Lombok – NTB dan Jawa Timur.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
What about those 2000 new AIBEP schools?
The latest update on the 2000 AIBEP schools?
It is expected that all schools will be completed in the first half of 2010, creating about 330,000 new junior secondary school places for 13-15 year olds.
All 2,000 AIBEP schools will be operational for the new school year 2010.
Isn’t this fantastic news! Australia and Indonesia Partnership (AIP) through AIBEP are also focussing on education quality and governance by supporting Indonesia’s implementation of its national education reform priorities. These include strategies to improve teacher and curriculum quality, school-based management and improving the equitable distribution of school funding. AIP also includes activities to ensure greater equity for girls and boys in accessing and participating in all aspects of the education system with a focus on poor, remote areas.
Hang on a minute - what is AIBEP again?
Okay, AIBEP stands for the Australia Indonesia Basic Education Program
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Bagaimana dengan 2000 sekolah baru AIBEP itu?
Perkembangan terbaru dari 2000 sekolah AIBEP
Diharapkan bahwa semua sekolah akan selesai pada pertengahn 2010, memunculkan 330,000 SMP baru untuk usia 13 – 15 tahun.
Ke 2000 sekolah AIBEP akan beroperasi untuk tahun ajaran baru 2010.
Bukankah itu berita yang bagus! Kemitraan Australia dan Indonesia melalui AIBEP juga menitik beratkan pada kualitas pendidikan dan pemerintahan dengan mendukung pelakasanaan prioritas reformasi pendidikan nasional Indonesia. Ini termasuk strategi untuk memperbaiki guru dan kualitas kurikulum, manajemen berbasis sekolah dan memeperbaiki pendistribusian merata dana sekolah. AIP juga melibatkan kegiatan untuk memastikan adanya persamaan antara perempuan dan laki-laki dalam penilaian dan partisipasi dalam semua aspek sistem pendidikan dengan menitik beratkan pada daerah miskin dan terpencil.
Tunggu sebentar – AIBEP itu apa ya?
AIBEP singkatan dari Australia Indonesia Basic Education Program – Program Pendidikan Dasar Australia Indonesia
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
ACICIS
Do you know about ACICIS program? It is the consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies program and is offered to Australian university students to study at Indonesian partner universities. The students also complete an internship at selected institutions based on their study discipline. In February 2010, Ayu from Kang Guru went to Jakarta to meet with some ACICIS participants at their work places in Jakarta. Kang Guru met with journalism students Clare Slattery (RRI Jakarta), Clare Gavin and Taiski (Metro TV) and Sarah Hunt (Reuters). They all shared some interesting stories with KGI about their experiences being placed in Jakarta and about the environment.
Clare Gavin and Taiski working at Metro TV Here in Indonesia people seem to smoke everywhere. They smoke at work, they smoke on the bus, on their motorbikes and so on but you know in Australia you can’t do that. Smoking is strictly controlled. In Jakarta it’s hot and very busy but it’s also exciting because there aren’t so many rules as in Australia, I suppose.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
ACICIS
Apakah Anda tahu tentang program ACICIS? Ini adalah sebuah program konsorsium belajar ‘di dalam negri ‘Indonesia dan yang ditawarkan kepada mahasiswa – mahasiswa universitas Australia untuk belajar di Universitas mitra Indonesia. Para siswa juga menyelesaikan magang di beberapa institusi terpilih berdasarkan bidang studi mereka. Pada bulan February 2010, Ayu dari Kang Guru ke Jakarta untuk bertemu dengan beberapa peserta ACICIS di tempat kerja mereka di Jakarta. Kang Guru bertemu dengan siswa siswa jurnalistik Clare Slattery (RRI Jakarta), Clare Gavin dan Taiski (Metro TV) dan Sarah Hunt (Reuters). Mereka semua berbagi beberapa cerita menarik kepada KGI tentang pengalaman mereka ditempatkan di Jakarta dan tentang lingkungan.
Clare Gavin dan Taiski bekerja di Metro TV Di sini, di Indonesia, sepertinya orang merokok di mana saja. Mereka merokok di tempat kerja, mereka merokok di dalam bis, di atas sepeda motor dan lain lain tetapi kamu tahu di Australia kamu tidak bisa begitu. Merokok sangat diatur dengan tegas. Di Jakarta panas dan sangat sibuk tetapi sangat menyenangkan juga karena tidak ada aturan sebanyak di Australia, saya kira.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
The Joeys RRR Workshop Activity
BE CREATIVE WITH YOUR RUBBISH - REUSE, REDUCE and RECYCLE!
Rubbish seems to be everywhere! Look around your community, your school, your shopping areas, your local river or beach - can you spot all the rubbish? Bottles and plastic and paper and all sorts of things! Some places seem to have SO much rubbish. Do you agree?
Take a look at the JOEYS - Ali, Budi, Samuel, Sinta, Fatimah and Natalya. They look very busy, don't they? They are inviting their friends from different schools, and you as well, to come to their 3Rs Workshop. But what exactly is that?
REDUCE (mengurangi)
There are so many things that YOU can do to reduce rubbish. Why not bring your shopping home from the supermarket in your own bags and NOT plastic bags.
Burying the bags afterwards does not help. Did you know it takes over 200 years for plastic bags to decompose (membusuk) in the ground. Reducing the use of plastic bags means you reduce the plastic rubbish that is thrown away or buried OR burnt - this is definitely not a good option.
Did you know that in South Africa people
have to pay for each plastic bag they take at
the supermarket check-out?
REUSE (menggunakan kembali)
Instead of just using something once and then throwing it away or in the rubbish bin, think about using it again. Use your own re-useable bottle to drink from at school instead of buying new water bottles everyday and then throwing them away.
You can reuse plastic food containers, plastic bags, cardboard boxes and bottles. Paper can often be used a second time - check to see if just one side of the paper has been used.
RECYCLE – (mendaur ulang)
To recycle means processing the rubbish and making it into something more useful. Paper is a good example - waste paper can be recycled into new paper. Did you know that empty plastic bottles can be made into bags and purses? Car tyres can be used to make gardens look good while empty jars can be used to store things.
Here are some KGI and Joeys suggestions for classroom or school environmental projects. They will be fun to do, and educational at the same time, and will help improve your environment for you and all of your friends.
Take a walk around your school and list the environmental problems that you can see.
Develop an Action Plan to solve those problems
Develop a Rubbish Survey for students to take home and complete. Basically asking the question - where does the rubbish go in your house?
Visit a local park, river or beach and check out the condition of the area - is it a nice place to relax and enjoy some free time?
Make huge posters about the things that communities need so that the people living there are happy and relaxed - security, clean streets, healthy lifestyles, etc.
GOOGLE the internet for news of the latest environmental news in Indonesia and around the world
Contact a school in your area, or in another part of Indonesia, OR even in Australia and discuss (email, Facebook, Skype) the condition of the environment in their area. Compare their descriptions to the conditions in your area.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Aktifitas pelatihan RRR Joeys
Lebih kreatif dengan sampahmu – Gunakan kembali. Kurangi dan Mendaur Ulang! Sampah terlihat di mana saja! Lihat sekitar masyarakatmu, sekolahmu, tempat kamu belanja, sungai lokal atau pantai – bisakah kamu melihat semua sampahnya? Botol dan plastik dan kertas dan berbagai macam jenis! Beberapa tempat terlihat terlalu banyak sampah. Kamu setuju?
Lihatlah JOEYS – Ali, Budi, Samuel, Sinta, Fatimah dan Natalya. Mereka terlihat sangat sibuk ya? Mereka mengundang teman-teman mereka dari berbagai sekolah, dan kamu juga, untuk datang ke pelatihan 3R mereka. Tetapi apa itu sebenarnya?
REDUCE (mengurangi)
Ada berbagai macam cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi sampah. Kenapa tidak membawa pulang belanjaanmu dari supermarket dengan menggunakan tasmu sendiri dan TIDAK dengan kantong plastik.
Mengubur tas plastik sesudah dipakai tidak membantu. Tahukah kamu, diperlukan 200 tahun untuk plastik membusuk di dalam tanah. Mengurangi pemakaian tas plastik berarti kamu mengurangi sampah plastik yang dibuang atau dikubur atau dibakar – ini pastinya bukan pilihan yang bagus.
Tahukah kamu kalau di Afrika Selatan orang harus membayar untuk setiap tas plastik yang mereka ambil di kasir?
REUSE (menggunakan kembali)
Selain hanya menggunakan sesuatu sekali dan lalu membuangnya begitu saja atau di tempat sampah, pikirkanlah untuk menggunakannya kembali. Gunakan botol minuman yang bisa dipakai ulang di sekolah daripada membeli botol baru setiap hari dan membuangnya begitu saja.
Kamu bisa menggunakan kembali tempat makanan plastik, tas plastik, kardus dan botol. Kertas selalu bisa digunakan kedua kalinya – cek untuk melihat apakah satu sisi kertas sudah dipakai.
RECYCLE – (mendaur ulang)
Mendaur ulang berarti memproses sampah dan membuatnya menjadi sesuatu yang lebih berguna.Kertas adalah contoh yang bagus – sampah kertas bisa didaur ulang menjadi kertas baru. Tahukah kamu kalau botol plastik kosong bisa dibuat menjadi tas atau dompet? Ban mobil bisa digunakan untuk memperindah kebun sedangkan stoples kosong bisa digunakan untuk menyimpan sesuatu.
Berikut adalah usulan dari KGI dan JOEYS untuk proyek kelas atau lingkungan. Ini akan sangat menyenangkan dilakukan, dan sekaligus mendidik, dan akan membantu memperbaiki lingkungan untuk kamu dan teman-teamnmu.
Berjalanlah mengelilingi sekolahmu dan buatlah daftar masalah-masalah lingkungan yang bisa kamu lihat. Kembangkan sebuah Rencana Tindakan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.
Bentuklah Survey Sampah untuk siswa –siswa untuk dibawa pulang dan dilengkapi. Pada dasarnya bertanya – di mana sampah sampah itu dibuang di rumahmu?
Kunjungilah taman lokal, sungai atau pantai dan teliti kondisi daerah – apakah itu tempat yang bagus untuk bersantai atau menikmati waktu luang?
Buatlah poster-poster besar tentang hal-hal yang diperlukan masyarakat sehingga orang-orang yang tinggal di sekitarnya senang dan santai – keamanan, jalan-jalan yang bersih, gaya hidup sehat etc.
GOOGLE internet untuk mencari berita-berita baru lingkungan di Indonesia dan di dunia.
Hubungi satu sekolah di daerahmu, atau di bagian lain di Indonesia, ATAU bahkan di Australia dan diskusikan (melalui email, Facebook, Skype) kondisi lingkungan di daerah mereka. Bandingkan gambaran mereka dengan kondisi di daerah kalian.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
The World Cup and Facebook with KGI
KGI often receives questions about formal and informal English AND sometimes we wonder about formal and informal Bahasa Indonesia here at KGI. Have you seen, and heard, the Bahasa Gaul used in the December podcasts on the website? Okay, here is some more fun in this magazine with formal and informal language. The topic - the FIFA World Cup to be held in South Africa later this year. Can you spot the formal and the informal?
After narrowly missing the right to stage the 2006 FIFA World Cup, South Africa is now on track to host the 2010 FIFA World Cup. During June and July, nine stadiums across South Africa will host a series of exciting matches between the world’s 32 participating football nations. The first matches are scheduled for June 11th. An estimated two million tickets have already been sold to fans ensuring that the World Cup will be one of the major sporting events of 2010.
They didn’t win the rights in 2006 but the 2010 FIFA World Cup is being held in South Africa this year. During June and July, 32 football nations will play the game they love in nine football stadiums spread across South Africa. The first games will be played on June 11th. About two million tickets have been sold so far and this World Cup will be one of the greatest sporting events of 2010.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
The World Cup and Facebook with KGI
KGI sering menerima pertanyaan-pertanyaan tentang Bahasa Inggris formal dan tidak formal DAN kadang-kadang kita di KGI berpikir tentang Bahasa Indonesia formal dan tidak formal. Sudahkah kalian mendengar Bahasa Gaul yang digunakan dalam podcast Desember dari website kami? Oke, ini ada hal yang menyenangkan lagi dalam majalah ini dengan bahasa formal dan tidak formal. Topiknya, FIFA Piala Dunia yang akan diadakan di Afrika Selatan tahun ini. Bisakah kamu membedakan mana yang formal dan tidak formal?
Setelah kehilangan kesempatan untuk menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 2006, Afrika Selatan saat ini rendang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2010. Selama bulan Juni dan Juli, serangkaian pertandingan menarik antara ke 32 negara peserta akan diadakan di sembilan stadion yang tersebar di penjuru Afrika Selatan. Pertandingan-pertandingan pertama dijadwalkan berlangsung pada tanggal 11 Juni. Diperkirakan sekitar dua juta tiket telah terjual yang menunjukkan bahwa Piala Dunia ini akan menjadi peristiwa olahraga terakbar di tahun 2010.
Biarpun kehilangan kesempatan nyelenggarain Piala Dunia FIFA 2006, Afrika Selatan nggak nyerah gitu aja. Taon ini, mereka bakalan jadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2010 yang diikutin oleh 32 negara. Mulai Juni ampe Juli, pertandingan-pertandingan menarik bakalan diadain di sembilan stadion di seantero Afrika Selatan. Pertandingan pertama bakalan diadain tanggal 11 Juni. Sampe saat ini, kira-kira 2 jeti tiket udah kejual, nunjukkin kalo gelaran Piala Dunia kali ini bakalan jadi tontonan olah raga paling heboh di taon 2010.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KGI Facebook Q&A
Are you a Facebook fan? If you are then be sure to join Kang Guru Indonesia on Facebook. Keep in touch with all the latest news from KGI and the 1,200 members that have already registered with Ayu here at KGI in Bali. There are students, adults, Indonesians (of course) and foreigners too on the site. There are regular competitions to enter and of course many photographs posted by the members. Thanks guys.
Kang Guru's Facebook Q 'n A
1. How can I become a friend of Kang Guru on FB? When you want to join Kang Guru you MUST add a personal message in English.
2. Can we answer the magazine tasks through FB? Yes, you can write the task answers on FB but you must include your address.
3. How often is there a KGI Quiz on FB? Two to three times a week.
4. What kind of prizes can we get from the FB quizzes? CDs, prize packs, jas hujan and badges from KGI.
5. If we win the quiz on FB can we join again? Yes, after four weeks.
6. Can we use Bahasa Indonesia on the Kang Guru wall? No, you have to use English.
7. Does KGI always respond to all the messages on FB? Yes but maybe not immediately.
8. Can we send an article through FB and ask Kang Guru to translate it? Kang Guru can help you with some difficult vocabulary but we can not help you with the whole translation.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
KGI Facebook Q&A
Apakah kamu penggemar Facebook? Kalau ya, pastikan kamu bergabung dengan Kang Guru Indonesia dalam Facebook. Senantiasa mengetahui berita berita KGI terbaru dan 1,200 anggota yang telah mendaftar dengan Ayu di KGI di Bali. Ada siswa, orang dewasa, orang Indonesia (tentu saja) dan orang asing juga. Ada kompetisi regular yang bisa diikuti dan tentu saja banyak foto yang dikirim oleh para anggota. Makasih semua!
Tanya Jawab Facebook Kang Guru
1. Bagaimana saya menjadi teman kang Guru di FB? Kalau kamu ingin bergabung dengan Kang Guru kamu harus menambahkan pesan dalam Bahasa Inggris.
2. Bisakah kami menjawab task majalah melalui FB? Ya kamu bisa menulis jawaban task di FB tapi kamu harus mancantumkan alamat.
3. Seberapa sering diadakan quiz di FB? Dua sampai tiga kali seminggu.
4. Hadiah apa saja yang bisa didapatkan dari quiz di FB? CD, paket hadiah, jas hujan, dan bros dari Kang Guru.
5. Kalau kita menang quiz di FB, apakah kita boleh ikut lagi? Ya, setelah 4 minggu.
6. Bisakah kita memakai bahasa Indonesia di Kang Guru wall? Tidak, kamu harus memakai Bahasa Ingggris.
7. Apakah KGI selalu menjawab semua pesan di FB? Ya tetapi tidak segera.
8. Apakah kami bisa mengirimkan sebuah artikel dan meminta Kang Guru untuk menerjemahkannya? Kang Guru bisa membantu dengan kosa kata yang sulit tetapi kami tidak bisa membantu menerjemahkan semuanya.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Different Pond Different Fish
The DPDF stories below tell a few of the interesting cross-cultural experiences which Ayu, in Australia with the BRIDGE project, and Dodol in Malang, have encountered recently. The stories are to do with language, behaviour and lifestyle in Australia and in Indonesia.
“What a strong nose ……”
In Australia smoking inside a building is prohibited. When I went to Melbourne last year with the BRIDGE participants we stayed at a new apartment building in the city. After a few days, Bonnie, who was in charge of the BRIDGE participants in Melbourne, came to the apartment. To her surprise when she walked along the corridor she smelled Indonesian kretek cigarettes.
The next day during tea break Bonnie announced to the participants that smoking is prohibited in hotels and apartments. If anyone is caught breaking this law they could be fined AUD$250 - that's about 2 juta rupiah! All the participants just stayed silent. Someone said, ”Wow, Mbak Bonnie you have got a strong nose”. Bonnie said that her husband is Indonesian and she has lived in Indonesia so she’s familiar with the smell of kretek cigarettes. After that day there were no more kretek smells along the corridor anymore.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Sniffing Dog
After passing through immigration in Sydney, all the BRIDGE participants went to the carousel to collect their luggage. While they were waiting for the luggage one of the participants was approached by an airport staff member with a dog. The dog went straight to Pak Ramli’s carry bag and jumped on it and put his head into the bag and sniffed, sniffed and sniffed. Pak Ramli was shocked. The dog could smell a piece of left-over bread inside Pak Ramli’s bag. The airport staff then asked Pak Ramli to throw the bread into a bin. Pak Ramli felt relieved that it was only left-over bread that the dog found. He thought it was a smart dog. Lucky he didn’t bring shrimp paste with him. If he had, the dog might have sniffed, barked and even sneezed a lot!
KGI Note: Dogs are used in both Indonesia and Australia to search for drugs at airports, and for entry into Australia, certain foods are not allowed either.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Heating or air-con?
It was winter in Melbourne when the 2nd BRIDGE participants went there in July 2009 to do one week of training at the Asia Education Foundation in Melbourne. One evening Reny and I were asked to deliver a message to Ibu Indi and Ibu Enny from Surabaya. When we went into their room it was freezing and I saw Ms. Indy wearing layers and layers of clothes. She had also covered herself up in a quilt - a thick padded blanket. I could only see her eyes! She was shivering and said, 'My body is freezing, my bones are aching and the room is too cold'.
When I looked at the heater it wasn’t turned on. So I told her that she should have turned the heater on. Ibu Indy thought that it was an air-conditioner and not a heater. Maybe she had never seen a heater before? The next day she said she had slept really well after the heater was turned on. The heater in the room actually has dual functions - as air-con in summer and a heater in winter.
by Ayu at KGI
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
'Shoots me fine'
This story happened few years ago when I was still in Malang. I had a very experienced friend who had lived abroad for years. Because of his background, I learnt a lot from him especially about my English. One day he gave me one English proverb which means setuju in Bahasa Indonesia. Soon I practised this with my American friend. One day he invited me for dinner by sms.
I was very happy at the time and replied to his sms by writing shoots me fine. My American friend understood what I meant and that I had accepted his invitation but he made a little joke to me and sent an sms saying 'Do you want me to shoot you?' I was shocked when reading the sms. He later told me that the right expression is suits me fine. Oh man ... I was a bit embarrassed. The dinner was great fun.
Rahmad 'Dodol' Fudoli, a long time KGI reader/listener who is also an English teacher at SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, East Java. Here is Dodol making a speech for KGI's 20th Anniversary at Australian Consulate in Bali in November 2009.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Lain Lubuk Lain Ikannya
Cerita-cerita LLLI di bawah ini menceritakan tentang sedikit pengalaman perbedaan budaya yang menarik yang dialami oleh Ayu, di Australia bersama dengan Proyek BRIDGE, dan apa yang dialami Dodol di Malang baru-baru ini. Cerita–ceritanya berhubungan dnegan bahasa, tingkah laku dan gaya hidup di Australia dan di Indonesia.
“ Wah hidungnya kuat sekali…”
Di Australia merokok di dalam gedung itu dilarang. Sewaktu saya pergi ke Melbourne tahun lalu dengan peserta BRIDGE kami tinggal di sebuah gedung apartemen baru di kota. Setelah beberapa hari, Bonnie, yang bertanggung jawab atas peserta BRIDGE di Melbourne, datang ke apartemen. Dia terkejut ketika dia berjalan sepanjang koridor dia mencium bau rokok kretek Indonesia.
Keesokan harinya, saat istirahat minum teh, Bonnie mengumumkan kepada peserta bahwa merokok dilarang di hotel-hotel dan apartemen. Barang siapa saja tertangkap melanggar hukum mereka bisa didenda 250 dolar Australia – itu sekitar 2 juta rupiah! Semua peserta terdiam. Seseorang bilang “Wah, Mbak Bonnie hidungnya kuat sekali”. Bonnie mengatakan bahwa suaminya orang Indonesia dan dia sudah pernah tinggal di Indonesia jadi dia sudah hafal bau rokok kretek. Semenjak hari itu tidak ada lagi bau kretek di sepanjang koridor.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Anjing pelacak Setelah melewati bagian imigrasi di Sydney, semua peserta BRIDGE beranjak ke kereta bagasi untuk mengambil tas mereka. Selagi mereka menunggu tas-tas mereka, salah satu peserta didatangi oleh seorang pertugas bandara dengan seekor anjing. Anjing itu langsung menuju ke arah tas tangan Pak Ramli dan melompat dan memasukkan kepalanya ke dalam tas dan mngendus, mengendus dan mengendus. Pak Ramli sangat kaget. Anjing itu bisa mencium sisa-sisa roti di dalam tas Pak Ramli. Petugas bandara lalu meminta Pak Ramli untuk membuang roti itu ke tempat sampah. Pak Ramli merasa lega karena yang ditemukan hanya sisa-sia roti. Dia pikir anjing itu pintar. Untungnya dia tidak membawa terasi. Seandainya dia membawanya, anjing itu mungkin akan mengendus, menggonggong dan mungkin bersin-bersin!
Catatan KGI : Anjing digunakan baik di Indonesia dan Australia untuk mencari obat-obatan terlarang di bandara, dan untuk masuk ke Australia, makanan tertentu tidak diperbolehkan juga.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Pemanas atau AC?
Waktu itu musim dingin di Melbourne ketika peserta BRIDGE 2 pergi ke sana di bulan Juli 2009 untuk mengikuti pelatihan di Asia Education Foundation di Melbourne. Suatu malam Reny dan Saya diutuskan untuk memberikan pesan kepada Ibu Indi dan Ibu Enny dari Surabaya. Ketika kami masuk ke kamar mereka, kamar itu dingin sekali dan saya melihat Ibu Indy memakai baju berlapis-lapis! Dia menggigil dan berkata, “ Badan saya kedinginan, tulang-tulang saya sakit dan kamarnya terlalu dingin.’
Sewaktu saya melihat pemanas ruangan, tidak dinyalakan. Saya mengatakan kepada beliau seharusnya dia menyalakan pemanasnya. Ibu Indy mengira itu adalah AC bukan pemanas ruangan. Mungkin dia belum pernah melihat pemanas ruangan sebelumnya? Keesokan harinya Ibu Indy bilang kalau dia tidur nyenyak sekali karena pemanas ruangan dinyalakan. Pemanas ruangan di kamar itu sebenarnya mempunyai fungsi ganda – sebagai AC di musim panas dan pemanas di musim dingin.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
“Tembak saja saya” Cerita ini terjadi beberapa tahun lalu ketika saya masih di Malang. Saya mempunyai teman yang sudah berpengalaman tinggal di luar negri selama bertahun-tahun. Karena latar belakangnya, saya belajar banyak dari dia terutama tentang Bahasa Inggris. Suatu hari dia memberikan satu peribahasa bahasa Inggris yang berarti setuju dalam bahasa Indonesia. Segera saya mempraktekkannya dengan teman Amerika saya. Satu hari dia mengundang saya makan malam melalui sms. Saya sangat senang pada saat itu dan membalas smsnya dengan menulis : Shoot me fine (tembak saja saya). Teman Amerika saya mengerti apa yang saya maksud dan saya menerima undangannya tetapi dia membuat lelucon kepada saya dan mengirim sms “Apakah kamu mau saya tembak?” Saya terkejut ketika membaca sms itu. Dia kemudian mengatakan bahwa ungkapan yang benar adalah suits me fine (cocok untuk saya). Aduh saya sedikit malu. Makan malamnya sangat menyenangkan.
Rahmad ‘ Dodol’ Fudoli, pembaca/pendengar KGI yang setia. Yang juga seorang guru Bahasa Inggris di SMP Muhammadyah 5 Surabya, Jawa Timur.Ini fot Dodol sedang memberikan pidato di acara ulang tahun KGI ke 20 di Konsulat Australia di Bali pada bulan November 2009.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Parlais vous Francais?
Kang Guru usually meets with Indonesian students who are learning English but in January 2010 a group of students from a French school in Bali visited the KGI office. The Grade 4 students were about to begin work on an MP3 recording project with their class teacher, Mr Olivier. They visited the KGI office and studio to get a taste of recording. The 16 students along with their English teacher, Lisa, had been working hard on their English before they came to KGI. In the KGI recording studio each student told a joke in English then two students interviewed Sue and then Lisa and three students discussed the environment. Extracts from their environment discussion can be heard on the KGI radio show. Some of their suggestions for protecting the environment included riding bicycles more instead of driving, not wasting water, using solar energy and recycling. Although most of the students are only 8 or 9 they can already speak two, three or even four languages. But on that day we all communicated in English – the true International language!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Apakah kamu bisa berbahasa Prancis?
Kang Guru bisanya bertemu dengan siswa-siswa Indonesia yang belajar Bahasa Inggris tetapi di bulan Januari 2009, sekelompok siswa dari sekolah Perancis di Bali mengunjungi kantor KGI. Siswa siswa kelas 4 ini akan memulai mengerjakan proyek merekam dengan MP3 dengan guru kelas mereka, Pak Oliver. Mereka mengunjungi kantor KGI dan studio untuk mencoba merasakan rekaman. 16 siswa bersama guru Bahasa Inggris mereka, Lisa, telah belajar keras mempersiapkan bahasa Inggris mereka sebelum mereka datang ke KGI. Di dalam studio rekaman KGI setiap siswa menceritakan lelucon dalam bahasa Inggris lalu dua siswa mewawancarai Sue dan selanjutnya Lisa dan tiga siswa membahas tentang lingkungan. Bagian dari diskusi lingkungan mereka bisa didengarkan di radio KGI. Beberapa usulan mereka untuk melindungi lingkungan termasuk mengendarai sepeda daripada mobil, tidak menyia-nyiakan kertas, menggunakan energi matahari dan mendaur ulang. Walaupun kebanyakan siswa masih berumur 8- 9 mereka sudah berbicara dua, tiga bahkan empat bahasa. Tetapi pada hari itu kami semua berkomunikasi dengan bahasa Inggris – bahasa Internasional!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Dear KGI,
I just wanna say thank you so much for your kindness sending me the stickers I've asked you. I'm really sorry that it takes me so long to write you back informing that I have received the stickers because I've been busy preparing my third grade students for the National Exam. I know I shouldn't blame my activities because it's mu duty but I really didn't have time even just to check my e-mail.
You know what, the stickers have given me so much help. I gave the stickers for the students who have eagerly participated in lessons, for those who have won competition in class, for those who have correctly punctually finished their assignments, and many other occasions. My students get motivated as I gave them the stickers.
And about the MP3 podcast, I have downloaded some of them which I considered appropriate with my lesson plan. I copied the script and I modified the listening activities such as close procedures, retelling, and others. My students enjoyed a lot. For example about "Traditional Markets". They were really excited as I listened to it. It was such new amazing thing for them to finally find out that people abroad know so much about Indonesia.
I share the materials with my fellow English teachers and they thank me and YOU for those awesome records. They really hope they get the copy of the KGI magazine just like I have received. Therefore I suggest them writing you letter in English.
One more thing, I think one copy of the magazine, which is only for me, is not very effective if I use for my students. Could you tell me how to get more than one copy so they can be used by many more students in my school? Should I get approval from my headmaster to write you inquiring letter formally?
Well I think I have written so much, I look forward to receiving your reply soon. Thank you very much.
In case you need my school address:
Bebet Rusmasari Kundolini
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Palopo
Jalan DR. Ratulangi, Balandai
Palopo, 91914
South Sulawesi