To
teachers of the Indonesian language in Australian schools,
and of course English language teachers here in Indonesia,
these latest KGI bilingual podcasts taken from the November
2010 KGI bulletin are a must to use in your classrooms.
Selected English language articles taken from KGI's March 2011 bulletin.
Indonesian translations of selected articles taken from the
March 2011 bulletin.
Australia Indonesia Youth Exchange Program 2010/2011 (AIYEP)
In late February, 18 young Indonesians returned home to their towns in Indonesia after a four month experience that they will never forget. Their adventures began with living and working in Australia in November/December 2010.
Then in January 2011 they returned to Indonesia to experience life in South-east Sulawesi. They headed to Wangi Wangi, a beachside community of Wakatobi. It was here that the 18 Australian participants of AIYEP joined the program. After 4 weeks in Wakatobi they all moved on to the city of Kendari.
During their time in Wakatobi and Kendari the 36 AIYEPs gave cross-cultural performances to schools, worked with community groups, played sport with local youth and set up language clubs. Together they built strong people to people relationships with the local people plus even stronger relationships between themselves, AND between Indonesia and Australia.
AIYEP is in its 29th year – fantastic!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk
DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Pertukaran Pemuda Australia Indonesia 2010/2011 (AIYEP)
Di akhir Februari, 18 pemuda Indonesia pulang kembali ke kota mereka di Indonesia setelah pengalaman 4 bulan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Petualangan mereka dimulai dengan tinggal dan bekerja di Australia pada bulan November/Desember 2010.
Lalu di bulan Januari 2011 mereka kembali ke Indonesia untuk merasakan kehidupan di Sulawesi Tenggara. Mereka menuju ke Wangi-wangi,komunitas pinggiran pantai Wakatobi. Di sisnilah ke 18 peserta AIYEP Australia mengikuti program. Setelah 4 minggu di Wakatobi mereka semua pindah ke kota Kendari.
Selama tinggal di Wakatobi dan Kendari, ke 36 peserta AIYEP memberikan pertunjukan antar budaya di sekolah-sekolah dan bekerja dengan kelompok masyarakat, bermain olah raga dengan pemuda setempat dan membentuk klub bahasa Inggris. Bersama-sama mereka memjalin hubungan antar orang yang kuat dan terlebih lagi hubungan yang kuat di antara mereka sendiri, DAN antara Indonesia dan Australia.
Ini adalah tahun ke 29 AIYEP – Fantastis
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk
DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Journalists on Exchange from Australia with ACICIS
Have you ever thought about becoming a journalist? Journalism is a popular career choice both in Indonesia and in Australia. In early 2011, journalism students from Australia and New Zealand came to Indonesia in a program organised by the Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS). Students were placed with a range of local and international media and development organisations including Tempo Weekly magazine, Metro TV, Radio Republik Indonesia, The Jakarta Globe and The Jakarta Post. KGI interviewed two of the students, Isabelle and Ben, in Jakarta.
Hear what Isabelle and Ben had to say about journalism as a career, and their experiences working in Indonesia, on KGI radio broadcasts in March/April and through KGI podcasts on the KGI website during March.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Pertukaran Jurnalis dari Australia dengan ACICIS
Apakah kamu pernah berpikir untuk menjadi seorang wartawan? Jurnalistik adalah karir yang populer baik di Indonesia ataupun di Australia. Di awal tahun 2011, siswa-siswa jurnalistik dari Australia dan New Zealand datang ke Indonesia dalam program yang diorganisir oleh Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS). Para siswa ditempatkan di berbagai media lokal dan internasional dan organisasi pengembangan termasuk majalah mingguan Tempo, Metro TV, RRI, Jakarta Globe dan Jakarta Pos. KGI mewawancarai dua siswa, Isabelle dan Ben di Jakarta.
Dengarkanlah apa yang dikatakan Isabelle dan Ben tentang jurnalistik sebagai karir dan pengalaman-pengalaman mereka bekerja di Indonesia, di siaran Radio KGI di bulan Maret/April dan melalui podcast di website KGI pada bulan Maret.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
S u r y a d i - working for the future!
Kang Guru Indonesia first met Suryadi Ningrat in Madura in 2005. As a keen young English teacher at Pondok Pesantren Al Amien he set up an English language club and joined the KGCC network of language clubs across Indonesia. KGI soon visited his club and the relationship really began. Suryadi went on to become actively involved with many other AusAID education activities including ISELP, LAPIS and ELTIS.
In December 2010 he went to Australia as a member of a LAPIS supported study tour group visiting the University of the Sunshine Coast and nearby schools in Queensland. Suryadi has been a Kang Guru Champion for 7 years. He has a wonderful command of the English language. Suryadi is now developing a very successful career in education.
His dedication and genuine interest in teaching and in helping others to become better teachers and more successful students is very strong.
Just like KGI's other 6 Champions, Suryadi is highly motivated and enthusiastic about his future.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Suryadi – bekerja untuk masa depan!
Kang Guru Indonesia pertama kali bertemu Suryadi Ningrat di Madura di tahun 2005. Sebagai seorang guru Bahasa Inggris muda yang bersemangat di Pondok Pesantren Al Amien, dia membentuk klub bahasa inggris dan bergabung dengan jaringan KGCC dengan klub-klub bahasa di seluruh Indonesia.Segera setelah itu, KGI mengunjungi klubnya dan hubungan itu dimulai. Suryadi menjadi sangat aktif terlibat dengan aktivitas-aktvitas pendidikan AusAID lainnyatermasuk ISELP,LAPIS dan ELTIS.
Pada bulan Desember 2010 Suryadi pergi ke Australia sebagai anggota kelompok study tour yang didanai oleh LAPIS mengunjungi Universitas Sunshine Coast dan sekolah-sekolah didekatnya di Queensland. Suryadi sudah menjadi Kang Guru Champion selama 7 tahun. Dia mempunyai penguasaan bahasa Inggris yang bagus. Suryadi sekarang sedang mengembangkan karirnya dalam pendidikan.
Dedikasinya dan ketertarikannya terhadap pengajaran dan membantu orang lain untuk menjadi guru yang lebih baik dan murid yang sukses sangat kuat.
Seperti 6 KGI Champion lainnya, Suryadi sangat bermotivasi tinggi dan antusias tentang masa depannya.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Alumni of Australia
In late 2010 KGI met with two young Australian Alumni in Jayapura, Papua. Kevin sat down with Natalis and Adel and did the very first Kang Guru video interview. Natalis (left) and Adel (right) talked about their time in Australia studying at university and their cross-cultural experiences in the land Down Under.
Both women have returned to Indonesia to put their new-found knowledge and experiences to work for Indonesia's continuing development. Both are Australian Development Scholarship awardees. Who knows, maybe you could also study in Australia with an Australia Indonesia Partnership scholarship. Start enquiring about the wide range of Australian scholarships NOW! For example, GOOGLE Australian Development Scholarships on the Web.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Alumni Australia
Di akhir tahun 2010 KGI bertemu dengan dua Alumni muda Australia di Jayapura, Papua. Kevin duduk bersama Natalis dan Adel dan melakukan wawancara video KGI yang pertama. Natalis (kiri) dan Adel (kanan) membahas tentang masa mereka di Australia belajar di universitas dan pengalaman antar budaya di tanah Down Under.
Kedua wanita ini telah kembali ke Indonesia untuk menerapkan ilmu baru dan pengalaman mereka bekerja untuk pembangunan di Indonesia yang terus berkembang. Keduanya adalah peraih beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Sipa tahu, mungkin kalian bisa juga belajar di Australia dengan beasiswa kemitraan Indonesia Australia. Mulailah mencari tahu tentang berbagai beasiswa ke Australia sekarang!contohnya, GOOGLE Australian Development Scholarship di web.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk
DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Irfan Bachdim
He is well-known in Indonesia and easily recognised, especially by football fans. Kevin interviewed IRFAN BACHDIM in Bandung in February. Irfan talked about his football career, how he now wants to live in Indonesia forever and how he feels about learning languages. Irfan was born in The Netherlands. His father is Indonesian and his mother is Dutch. He grew up learning Dutch and English.
Now, here in Indonesia he needs to start learning bahasa Indonesia. Like many Indonesian students of English, Irfan is a little shy about speaking Indonesian in case he makes mistakes. While living in Malang and training for football he is also studying BI. KGI is sure he will soon be a very confident user of bahasa Indonesia.
You can listen to Irfan's KGI interview on KGI radio across Indonesia in March/April 2011. KGI will soon have Irfan's interview podcasts on the KGI website. By the way, Irfan was the very first person in Indonesia to receive a brand new KGI 'Sabang to Merauke' t-shirt.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Irfan Bachdim
Dia terkenal di Indonesia dan mudah dikenali, khususnya oleh pencinta sepak bola. Kevin mewawancarai IRFAN BACHDIM di Bandung di bulan Februari. Irfan berbicara tentang karir sepak bolanya,bagaimana dia ingin tinggal di Indonesia selamanya dan bagaimana perasaanya tentang mempelajari bahasa. Ayahnya dari Indonesia dan ibunya dari Belanda. Dia tumbuh mempelajari bahasa Belanda dan Inggris.
Sekarang, di Indonesia dia ingin mulai belajar bahasa Indonesia. Seperti banyak siswa Indonesia yang belajar bahasa Inggris, Irfan sedikit malu untuk berbicara bahasa Indonesia,takut membuat kesalahan. Selagi tinggal di Malang dan berlatih sepak bola dia juga belajar bahasa Indonesia. KGI yakin dia akan segera menjadi pengguna bahasa Indonesia yang percaya diri.
Kalian bisa mendengarkan wawancara KGI dengan Irvan di radio KGI di seluruh Indonesia di bulan Maret/April 2011. Podcast wawancara Irfan akan ada di KGI website segera. O ya, Irfan adalah orang pertama di Indonesia yang mendapatakan kaos KGI ' Sabang to Merauke' terbaru.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Thanks Indonesia
Indonesian engineers, Dr. Maryono (Ministry of Public Works), Dr Abdi (University of Gadjah Mada) and Dr. Sudinda ( Agency for Disaster Management), recently spent 10 days in Australia working in flood affected communities and at the GA offices in Canberra. GA is the Australian government's leading agency for understanding natural hazard risks. Indonesia also donated $1 million dollars to help victims of the floods.
The Australian Ambassador to Indonesia, Mr. Greg Moriarty said, "Indonesia's contribution to the appeal and offers of assistance are a reflection of the close support we provide for each other as friends and neighbours during times of natural disaster. Australia values and appreciates that relationship".
The heavy rains and floods, and a major cyclone later in February, caused tragic loss of life, and for thousands of Australians, their houses and businesses were severely affected by the devastating floods in Queensland, New South Wales and Victoria.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Terimakasih Indonesia
Insinyur-insinyur Indonesia, Dr. Maryono (Mentri Pekerjaan Umum), Dr Abdi (Universitas Gadjah Mada) dan Dr. Sudinda ( ), baru-baru ini menghabiskan 10 hari di Asutralia bekerja di komunitas terkena banjir dan di kantor GA di Canberra. GA adalah agen pemerintah Autralia nomer satu yang menangani resiko kejadian alam. Indonesia juga memberikan bantuan dana 1 juta dolar untuk membantu korban banjir.
Duta besar Australia untuk Indonesia, Mr. Greg Moriarty mengatakan, " Kontribusi Indonesia terhadap kejadian itu dan menawarkan bantuan adalah gambaran dukungan yang kita berikan terhadap satu sama lain sebagai teman dan tetangga selama masa bencana alam. Australia menghargai hubungan tersebut."
Hujan deras dan banjir, dan angin siklon besar di akhir bulan Februari, menyebabkan kehilangan yang tragis, dan bagi ribuan orang Australia, rumah dan bisnis mereka terkena imbas banjir yang menyedihkan di Queensland, New South Wales dan Victoria.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk
DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Pronunciation problems: How do I say this?
English spelling can be very confusing. Sometimes teachers and learners are unsure how to pronounce certain words. What can you do? If you know a native English speaker then you can always ask them. You can also use the phonemic chart and a good dictionary to help you. Once teachers are sure of the pronunciation of certain words then they can use drilling to help their students.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Masalah pengucapan: Bagaimana saya mengucapkannya?
Ejaan bahasa Inggris bisa sangat membingungkan. Kadang-kadang guru-guru dan siswa ragu-ragu bagaimana cara mengucapkan kata-kata tertentu. Apa yang bisa kalian lakukan? Jika kalian tahu seorang penutur bahas asing, kalian bisa tanyakan kepada mereka.Kalian juga bisa menggunakan daftar Phonem dan kamus yang bagus untuk membantu kalian. Ketika guru sudah pasti dengan pengucapan kata-kata tertentu, mereka bisa menggunakan drilling/pengulangan untuk membantu siswa-siswa mereka.
Lihat KGI website untuk tip sukses menggunakan drilling/pengulangan di kelas. British Council baru saja membuat daftar phonem online dimana kalian bisa mendengar suara dengan mengklik symbol-simbol phonem.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk
DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Have some fun with your students as they prepare to take exams.
Before the exam taking season begins, give them some tips so they
revise well. Give them this list and ask them to choose the
things they SHOULD do.
Study at the time you find you can do the most.
Don't study for more than thirty to forty minutes at a time.
Watch television for an hour a day to make you forget revising.
Take regular breaks.
Don't study late at night.
SMS or telephone your friends every hour with the latest gossip.
Relax before you sleep at night.
Watch movies till early morning to help you sleep.
Reward yourself with something nice after a day's revision.
Only revise two or three days a week and spend two or three days at the mall.
Eat healthy meals rather than snacks at your desk.
Drink lots of coffee to keep you awake.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Bersenang-senanglah dengan siswa anda selagi mereka bersiap-siap untuk ujian.
Sebelum musim ujian dimulai, berikan mereka tip sehingga mereka bisa belajar dengan baik. Berikan mereka daftar dan minta mereka untuk memilih hal-hal yang mereka harus lakukan.
Belajar pada saat kamu bisa belajar maksimal.
Jangan belajar lebih dari 30 sampai 40 menit.
Menonton TV selama satu jam sehari untuk melupakan belajar.
Ambil istirahat secara teratur.
Jangan belajar larut malam.
SMS atau telepon teman-teman setiap jamnya dengan gossip terbaru.
Bersantailah sebelum tidur.
Menontonlah filem sampai pagi untuk membantu kamu tidur.
Beri hdaiah sesuatu yang bagus kepada diri sendiri setelah satu hari belajar.
Hanya belajar dua atau tiga hari seminggu dan habiskan dua atau tiga hari di mal.
Makan makanan sehat daripada makanan kecil di mejamu.
Minum banyak-banyak kopi supaya tetap terjaga.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Getting Students To Speak
Teachers often ask Kang Guru for activities which will get their students speaking. Speaking can be quite scary for many students. Teachers need to encourage speaking in English as a natural part of the classroom activities and not something special to 'test' them. KGI has an activity that practices a grammar point in a 'safe' way and encourages the students to be creative.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Membuat Siswa Berbicara
Guru sering bertanya kepada Kang Guru mengenai aktivitas yang bisa membuat siswa mereka berbicara. Speaking bisa menjadi sesuatu yang cukup menakutkan bagi banyak siswa. Guru perlu mendorong berbicara dalam bahasa inggris sebagai bagian alami dari ativitas kelas dan bukan sesuatu yang khusus untuk menguji mereka. KGI mempunyai aktivitas untuk melatih grammar dengan cara yang 'aman' dan mendorong siswa untuk kreatif.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
An active MGMP
Remember the story about Pak Khairul from Pasuruan and their very active MGMP? (See KGI's September 2010 bulletin).
Here are a few ideas for you to increase and sustain the membership of your MGMP -
* Hold regular meetings/workshops.
* Have a committee which is elected every six months/one year and encourage all members to accept a role in the committee.
* If possible make your schedule well in advance - perhaps make a bookmark with the dates and nature of the activities on it. Teachers can refer to it regularly and be prepared.
* Have a card made with each date printed on it. As the members attend each event they put a sticker/stamp on their card. At the end of the year members who have collected all the stickers/stamps can be entered into a grand draw for a prize. For more ideas go to the KGI website
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
MGMP yang aktif
Ingat cerita tentang Pak Khairul dari Pasuruan dan MGMP mereka yang aktif? (lihat Buletin KGI September 2010).
Ini adalah beberapa ide untuk anda untuk meningkatkan dan mempertahankan keanggotaan MGMP anda –
*Adakan pertemuan/pelatihan regular/teratur
*Mempunyai panitia yang dipilih setiap 6 bulan/satu tahun dan dorong semua anggota untuk menerima peran dalam kepanitiaan.
*Jika mungkin buatlah jadwal anda dengan baik sebelumnya – mungkin buatlah agenda dengan tanggal dan gambaran kegiatan. Guru bisa berpedoman pada itu secara teratur dan bersiap-siap.
*Buatlah kartu dengan tanggal tanggal yang tercetak di atasnya. Pada saat anggota hadir di setiap acara, mereka menempelkan stiker atau stempel di kartu mereka. Di akhir tahun anggota yang mengumpulkan semua stiker/stempel akan mendapatakan undian berhadiah. Untuk ide-ide lagi masuk ke website KGI
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
JOEYS
THe brand new, all new, JOEYS webpage is ready - exciting yeah?