Jumping 'roosHome page

Australia Indonesia Partnership (AIP)
Latest News Travel In the Classroom Connection Clubs KGI in Indonesia
Forum Stories Joeys Oz Indo Connection KGI Staff
Bulletin/Magazine Podcast/Video Idioms Inggris Different Pond Different Fish KGI 20th Anniversary
Radio Competitions Quick Fix Interviews Contact Us

Home › May 2011 KGI bulletin translations and podcast audio

KangGuru Indoneia

Kang Guru Indonesia bi-lingual podcasts
taken from the May 2011 KGI Bulletin

The JOEYS Brand new website



The JOEYS Brand new website

The brand new JOEYS webpage is now available. Check it out!

Have you joined yet? FaceBook is a great way to get ALL of the latest news from KGI?

 

 

Check out KGI's pdf version of the May 2011 bulletin NOW!

 

We would appreciate your feedback on the material and podcast sound quality.
Thank you.


KGI magazine podcasts

March 2010
December 2009
September 2009
June 2009
March 2009

 

To teachers of the Indonesian language in Australian schools, and of course English language teachers here in Indonesia, these latest KGI bilingual podcasts taken from the November 2010 KGI bulletin are a must to use in your classrooms.

 

Selected English language articles taken from KGI's March 2011 bulletin.

Indonesian translations of selected articles taken from the March 2011 bulletin.

Water in Banten


We all know how important clean water is, don't we? It is VERY important. Right now, about 2,000 homes in Serang, Banten, have access to clean water for the first time. Serang is one of 35 Indonesian districts that have received grants to install new water connections. Australia is working closely with the Indonesian Government to administer the Water Hibah program.The grant is part of Australia's AUD$25 million commitment to increase piped water in poor urban communities, and to increase the number of households with sewerage connections. This support will give about 60,000 households across Indonesia new connections to piped water and up to 10,000 households sewerage connections. A further 400,000 Indonesians will have access to cleaner water and better sanitation as a result of the Water Hibah program. Cities and districts in Sumatra, Java, Kalimantan, West Nusa Tenggara and Sulawesi will benefit from this new water and sanitation initiative. As well as this grant program, Australia is helping local governments manage community water supply and sanitation utilities to ensure the sustainability of this development.

 

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 

Air di Banten


Kita semua tau kan bagaimana pentingnya air bersih? Sangat penting. Sekarang ini sekitar 2000 rumah di Serang,Banten mempunyai akses air bersih untuk yang pertama kalinya. Serang adalah salah satu dari 35 daerah di Indonesia yang mendapatkan bantuan dana hibah untuk memasang saluran air baru. Australia menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menangani program Air Hibah ini. Bantuan ini merupakan bagian dari 25 juta dolar komitmen Australia untuk meningkatkan air ledeng di daerah miskin masyarakat perkotaan, dan untuk meningkatkan jumlah rumah tangga yang menggunakan saluran pembuangan limbah. Bantuan ini akan membantu sekitar 60.000 rumah tangga di seluruh Indonesia dengan sambungan baru untuk air ledeng dan sekitar 10,000 saluran pembuangan limbah rumah tangga. 400,000 orang lagi akan mendapatkan akses air yang lebih bersih dan sanitasi yang lebih baik sebagai hasil dari program Air Hibah. Kota –kota dan daerah-daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi akan mendapatkan manfaat dari program inisiatif baru, air dan sanitasi ini. Seiring dengan program bantuan ini, Australia membantu pemerintah daerah mengelola persediaan air masyarakat dan pengadaan sanitasi untuk memastikan keberlanjutan dari pembangunan ini.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)


Commanders and crew of Royal Australian Navy ships, HMAS BALLARAT and HMAS PARRAMATTA, welcomed teachers and students from these 3 BRIDGE schools on board for a tour and lunch.


Have you ever seen a warship? Perhaps an Indonesian naval vessel in Surabaya harbour? On April 18th fifty very lucky students from MTsN Kediri 2, MI Miftahul Ulum Batu and MAN 3 Malang actually visited 2 Australian frigates in Surabaya. Commanders and crew of Royal Australian Navy ships, HMAS BALLARAT and HMAS PARRAMATTA, welcomed teachers and students from these 3 BRIDGE schools on board for a tour and lunch.

The students were so excited as they were shown all over the ships. KGI Champion Suryadi was there along with Kevin from KGI in Bali. The ships arrived with more than 350 crew for a three day visit to Indonesia from 16-19 April. During the visit, the crew participated in social and professional activities with the Indonesian Navy, further strengthening the relationship between the two countries. The relationship between the Royal Australian Navy and the Indonesian Navy is very strong, and is based on professional respect and friendship. Check out KGI's Australian Navy video a.s.a.p!

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Kalian pernah lihat kapal perang? Mungkin kapal angkatan laut Indonesia di pelabuhan Surabaya? Pada tanggal 18 April, lima puluh siswa yang beruntung, dari MTsN Kediri 2,MI Miftahul Ulum Batu dan MAN 3 Malang mengunjungi 2 kapal perang Australia di Surabaya. Komando dan kru dari Kapal Angkatan laut Australia HMAS BALLARAT dan HMAS PARRAMATTA menyambut guru dan siswa dari 3 sekolah BRIDGE di kapal untuk diajak berkeliling kapal dan makan siang.

Para siswa sangat senang ketika mereka ditunjukkan seluruh kapal. Kang Guru Champion Suryadi ada di sana juga bersama Kevin dari KGI di Bali. Dua Kapal tersebut tiba bersama 350 awak untuk kunjungan 3 hari di Indonesia dari tanggal 16-19 April. Selama kunjungan, para awak mengikuti acara sosial dan profesional dengan angkatan laut Indonesia untuk memperkuat hubungan antar kedua negara. Hubungan antara Angkatan Laut Australia dan Angkatan Laut Indonesia sangat kuat dan berlandaskan pada penghargaan profesional dan persahabatan. Lihat video KGI tentang kunjungan Angkatan Laut Australia segera!

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 

 

 

Kampung Olo before and after ...


In September 2010 Kang Guru Indonesia attended a reconstruction ceremony at SDN 19 Kampung Olo in Padang. The school had been destroyed earlier in the year by an earthquake. Through cooperation between AusAID and USAID, the school has since been re-built. In March 2011 KGI returned to SDN 19. What a beautiful school it is now. Kevin interviewed the Principal, Ibu Ribosita, and to hear the latest on the school (in Bahasa Indonesia) watch KGI's SDN 19 Kampung Olo video report. The students are very fortunate and their school and community are extremely grateful for the assistance they have received. Thanks to the Australia Indonesia Partnership and USAID.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 

Kampung Olo sebelum dan sesudah ....


Pada bulan September 2010 Kang Guru Indonesia menghadiri upacara dimulainya pembangunan kembali gedung SDN 19 Kampung Olo di Padang. Sekolah ini hancur di awal tahun karena gempa bumi. Melalui kerjasama AusAID dan USAID sekolah sudah dibangun kembali. Pada bulan Maret 2011 KGI kembali mengunjungi SDN 19. Wah sudah menjadi sekolah yang bagus sekarang. Kevin mewawancarai Kepala Sekolah, Ibu Ribosita. Dan untuk mendengar berita baru dari sekolah tersebut (dalam Bahasa Indonesia) tontonlah laporan video KGI SDN 19 Kampung Olo. Para siswa sangat beruntung dan sekolah dan masyarakat sangat bersyukur atas bantuan yang mereka terima. Terimaksih kepada Kemitraaan Indonesia Australia dan USAID.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

RRI Sabang (Sabang to Merauke with KGI)


On the front cover of the March 2011 KGI bulletin you may have seen the photograph of Kevin standing outside RRI Merauke in Papua. Well since then Kevin has been to RRI Sabang to celebrate the completion of a longtime KGI ambition – to make KGI truly Sabang to Merauke.
Traveling alongside Pak Samsul, Director of Australian Corner & Kangguru International Education Service
(KIES-ACEH), Kevin met with radio station staff, local English teachers and some of their students at RRI Sabang. So a big welcome to the KGI broadcast network!

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

RRI Sabang

Di sampul depan buletin KGI bulan Maret 2011 Anda mungkin melihat foto Kevin berdiri di luar RRI Merauke di Papua. Sejak saat itu Kevin sudah mengunjungi RRI Sabang untuk merayakan akhir dari ambisi KGI yang sudah lama – menjadikan KGI benar benar Dari Sabang Sampai Merauke. Bersama dengan Pak Samsul, Direktur Australian Corner dan Kangguru International Education Service (KIES-ACEH), Kevin bertemu dengan karyawan stasiun radio, guru-guru bahasa Inggris setempat dan beberapa siswa mereka di RRI Sabang. Jadi Selamat Datang di jaringan siaran KGI!

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Muslim Exchange Program (MEP)

For many years KGI has been telling readers about a wonderful, annual program from the Australia Indonesia Institute (AII). The Muslim Exchange Program (MEP) allows both Australian and Indonesian Muslims to explore Islam in each other's countries.

A delegation of young Indonesian Muslim leaders, Fahd Pahdepie from Jakarta, Achmad Ubaidillah from Bogor, and Muzakkir from Balikpapan, departed for Australia in early April on a bilateral exchange program aimed at strengthening understanding in Islam and interfaith issues in both countries. This is the first of three delegations from Indonesia scheduled to visit Australia under the AII Muslim Exchange Program 2011.

In May, five young Muslim leaders from Australia will make a reciprocal visit to Indonesia to learn first-hand about Indonesia's diverse, democratic, and tolerant society and meet a wide range of different community representatives.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 

 

 

Program Pertukaran Muslim.

Sudah beberapa tahun KGI telah memberitahukan kepada pembaca tentang program tahunan Australia Indonesia Instutute (AII) yang luar biasa ini. Program Pertukaran Muslim memberi kesempatan baik kepada orang muslim di Ausralia dan Indonesia untuk mengeksplor islam di masing-masing negara.

Seorang delegasi pimpinan Muslim muda Indonesia, Fahd Pahdepie, dari Jakarta, Achmad Ubaidillah dari Bogor, dan Muzakkir dari Balikpapan, berangkat ke Australia di awal April dalam program pertukaran bilateral dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang islam dan masalah antar keyakinan di kedua Negara. Ini adalah yang pertama dari 3 delegasi dari Indonesia yang dijadwalkan untuk mengunjungi Australia di bawah program pertukaran Muslim AII 2011. Di bulan Mei, 5 pimpinan muda muslim dari Australia akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia untuk mempelajari secara langsung keanekaragaman Indonesia, demokrasi dan tolerasi masyarakat dan bertemu berbagai macam wakil masayarakat.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 


Drug and Explosive Detection

Are you concerned about drugs in your village, or terrorism in your country? The Australian Minister for Home Affairs, Mr. Brendan O'Connor, recently presented the Indonesian Directorate General of Customs and Excise with a special and powerful detector. This machine can pick up traces of explosives and narcotics. Now, isn't that great?

 

The LONSCAN 500DT dual purpose trace detection machine will be based in Jakarta. This $76,000 detection device will help Indonesian Customs officers to more easily and comprehensively detect traces of explosives and narcotics. Australian Customs and Border Protection officers will provide Indonesian Customs officers with training in the use of the machine, to ensure Indonesian officers can use the technology to its full potential.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Deteksi Obat-obatan dan ledakan

Apakah Anda peduli tentang obat-obatan terlarang di desa Anda, atau terorisme di negara Anda? Menteri Dalam Negeri Australia Bapak Brendan O’Connor, baru-baru ini memberikan alat detektor istimewa yang canggih kepada Direktorat Jendral Bea Cukai. Mesin itu bisa melacak sumber bahan ledakan dan narkotika. Bagus kan?

Mesin LONSCAN 500 DT yang berfungsi ganda akan berbasis di Jakarta. Alat deteksi seharga 76,000 dolar ini akan membantu petugas bea cukai untuk lebih mudah mendeteksi sumber–sumber peledak dan narkotika. Petugas bea cukai dan perlindungan perbatasan Australia akan memberikan pelatihan kepada petugas bea cukai Indonesia bagaimana menggunakan mesin tersebut, untuk memastikan para petugas Indonesia bisa menggunakan tehnologi tersebut semaksimal mungkin.

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Community preparedness for Mount Merapi victims


Australia Indonesia Facility Disaster Reduction (AIFDR) and Gadjah Mada University (UGM) has formed a new partnership which focuses on the long-term safety of Indonesians living near Mount Merapi. This new research project will seek a better understanding of local knowledge, belief systems and ways of life in 30 villages in Yogyakarta and Central Java. Results will be used to guide future preparedness strategies and livelihood recovery plans.


"Volcanoes are incredibly difficult to plan for and devastating, as families lose loved ones and communities are displaced," said Dr. Matt Hayne, AIFDR co-director. "It is important we continue to prepare for future eruptions. A comprehensive preparedness strategy has to acknowledge, understand and use the generations of experience that local communities have from living with Mt Merapi for so long," added Dr. Hayne. UGM's Head of Anthropology, Dr Nicolas Warouw, believes this project will bridge the gap between the government and victims of Mount Merapi.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Komunitas Korban Persiapan Gunung Merapi


Kemitraan Australia Indonesia Fasilitas Pengurangan Bencana (AIFDR) dan Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan kerjasama baru yang menitikberatkan pada keamanan jangka panjang penduduk Indonesia yang tinggal dekat gunung Merapi. Proyek penelitian ini akan mencari pemahaman yang lebih baik tentang pengetahuan setempat, sistem kepercayaan dan cara hidup 30 desa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hasilnya akan digunakan untuk pedoman strategi persiapan ke depannya dan rencana pemulihan kehidupan

keluarga kehilangan orang-orang tercinta dan masyarakat porak poranda,” kata Dr.Matt Hayne, wakil direktur AIFDR. “Adalah penting kita melanjutkan persiapkan untuk letusan yang akan datang. Strategi persiapan menyeluruh harus memperhatikan, mengerti dan menggunakan pengalaman yang dimiliki oleh generasi penduduk setempat yang sudah tinggal dengan gunung Merapi sejak lama,” tambah Dr Hayne.


Kepala Antropologi UGM, Dr. Nicolas Warouw, percaya bahwa proyek ini akan menjembatani pemerintah dan korban gunung Merapi.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

CamTESOL in Cambodia

Is it possible for Indonesian teachers to have professional development training as well as an opportunity to travel overseas? The answer is YES! Along with 7 other teachers, Rudi Hartono, an English teacher of SMA Life Skill Teknologi Informatika in Palembang did just that (see below). He was recently sponsored to present a paper at the 7th CamTESOL Conference in Phnom Penh last February. Kevin and Ogi were also there to promote the work of KGI especially to Cambodian teachers. Find out more about this annual conference and other surprising stories from Cambodia on KGI video.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Cam TESOL di Kamboja

Mungkinkah guru-guru Indonesia mendapatkan pelatihan pengembangan profesi sekaligus kesempatan untuk bepergian ke luar negeri? Jawabannya YA! Bersama dengan 7 guru lainnya, Rudi Hartono, seorang guru bahasa Inggris di SMA Life Skill Teknologi Informatika di Palembang baru saja melakukannya (lihat bawah). Dia baru-baru ini disponsori untuk mempresentasikan makalah di Konferensi CamTESOL ke 7 di Phnom Penh Februari lalu. Kevin dan Ogi juga ada di sana untuk mempromosikan hasil kerja KGI terutama kepada guru-guru Kamboja. Cari tahu lebih lanjut tentang konferensi tahunan ini dan cerita-cerita mengejutkan lainnya dari Kamboja di video KGI.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

How many languages do you speak?

This is very interesting. When the KGI Team travels to different parts of Indonesia, they are always impressed by the fact that so many students in Indonesia can already speak several languages. Indonesia has hundreds of different ethnic groups and each of them speaks a different dialect or language. In some places, mainly the rural areas, the national language Bahasa Indonesia is not widely used, especially at home. In Lombok students might speak Bahasa Sasak at home. In Bandung it may be Bahasa Sunda or in Padang it could be Bahasa Minang. The children in the village where Kevin lives now all speak Bahasa Bali. When these children go to school they must also learn and use Bahasa Indonesia. So do you realize that when they also study English they are actually learning language number three (or maybe four).


Many experts agree that learning another language is easier when younger. Young learners learn multiple languages in a parallel path instead of translating from their native language. They learn to think in multiple languages at the same time and become fluent much more easily. Many students in Indonesia don't begin learning English formally until the age of 11 when they join SMP. Amazing! Maybe students should start learning English earlier?

So all you teachers and students out there who are learning English as a third or maybe even fourth language I think you should give yourself a pat on the back - memberi selamat pada diri sendiri. Well done.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Berapa bahasa kamu bisa?

Ini sangat menarik. Ketika Tim KGI melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Indonesia, mereka selalu terkesan dengan kenyataan bahwa banyak siswa sudah bisa berbicara beberapa bahasa. Indonesia terdiri dari ratusan kelompok etnis dan masing-masing mempunyai dialek atau bahasa sendiri. Di beberapa tempat, kebanyakan daerah-daerah terpencil, bahasa nasional Indonesia tidak digunakan secara merata, terutama di rumah. Di Lombok siswa mungkin menggunakan Bahasa Sasak di rumah. Di Bandung mungkin menggunakan Bahasa Sunda atau di padang bisa saja Bahasa Minang. Anak-anak di desa dimana Kevin tinggal sekarang, semuanya berbahasa Bali. Waktu anak-anak ini sekolah mereka harus belajar dan menggunakan Bahasa Indonesia. Jadi apakah Anda sadar bahwa waktu mereka belajar Bahasa Inggris mereka sebenarnya belajar bahasa nomer tiga (mungkin empat).


Banyak ahli setuju kalau belajar bahasa lain lebih mudah ketika masih muda. Anak-anak belajar beberapa bahasa dalam jalur paralel, tidak menerjemahkan dari bahasa asli mereka. Mereka belajar berpikir dalam berbagai macam bahasa sekaligus dan menjadi lancar dengan mudahnya. Banyak siswa di Indonesia tidak mulai belajar Bahasa Inggris secara formal sampai umur 11 ketika mereka masuk SMP. Luar biasa! Mungkin siswa seharusnya mulai belajar Bahasa Inggris lebih awal?


Jadi para guru dan siswa yang belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga atau bahkan keempat sebaiknya Anda harus menepuk punggung Anda - memberi selamat pada diri sendiri – Bagus.


Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

After a recent workshop in Kupang KGI received this email from Pak Theodorus Sulon Suban


'The KGI teacher pack is so special, not only for me but also for my students. I teach grade 8 students at SMP Negeri 1 Kupang. I tried to use the 'Listen and Learn with Kang Guru Indonesia' and the teaching and learning became so interesting. The students enjoyed learning English very much and felt less tired than before. Besides that, the small posters awarded to active students gave them strong motivation to attend the lesson'.


Thanks Pak Theodorus. KGI loves to hear from teachers and students all over Indonesia. If you would like to read the rest of Pak Theo's email - www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)


 

Setelah pelatihan di Kupang baru-baru ini, KGI menerima surel dari Pak Theodorus Sulon Suban.


Paket KGI untuk guru sangat istimewa, bukan hanya untuk saya tetapi juga untuk murid-murid saya. Saya mengajar kelas 8 di SMPN 1 Kupang. Saya mencoba menggunakan ‘Listen and Learn with Kang Guru Indonesia’ dan pengajaran dan pembelajaran menjadi sangat menarik. Siswa sangat menikmati belajar bahasa Inggris dan merasa capeknya berkurang dibanding sebelumnya. Selain itu, poster kecil yang dihadiahkan untuk siswa yang aktif memberikan motivasi yang besar bagi mereka yang mengikuti pelajaran.


Terimakasih Pak Theodorus. KGI sangat senang mendengar cerita dari guru dan siswa di seluruh Indonesia.

Kalau Anda mau membaca kelanjutan surel Pak Theo – silakan kunjungi www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Feedback from Bondowoso

KGI heard from Sunardi from Bondowoso, a student at Muhammadiyah University, Jember. He loves to get the KGI bulletins.


He even sent pictures of himself reading it in his office. A student with his own office? Find out more about this guy and his KGI bulletin by visiting KGI's website teacher's page -


www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 

 

 

 

KGI mendengar dari Sunardi dari Bondowoso, mahasiswa Universitas Muhammadyah, Jember. Dia senang sekali mendapatkan Buletin

 

KGI. Dia bahkan mengirim fotonya sedang membaca bulletin KGI di kantornya. Mahasiswa dengan kantor sendiri? Cari tahu lagi tentang pria ini dan buletin KGInya dengan mengunjungi website KGI halaman guru –

www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)


 

Pairwork and Group Activities

KGI hopes you sometimes have pair and group work activities
in your class. Do you? It is a great way for students to
use their English and exchange information without
feeling too embarrassed or nervous. It can be loads of fun too.


You should always create a balance between pairs,
groups and individual work. But how do you group them? Check out this KGI website link for some hints and tips on three ways to group students - www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm



(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Aktifitas Berpasangan dan Berkelompok

KGI berharap Anda kadang-kadang melakukan kegiatan berpasangan atau berkelompok di kelas Anda. Sudahkah Anda melakukannya? Ini cara yang bagus bagi siswa untuk menggunakan bahasa Inggris mereka dan bertukar informasi tanpa merasa malu atau gugup. Bisa sangat menyenangkan juga. Anda sebaiknya menciptakan keseimbangan antara kegiatan berpasangan, berkelompok atau individu. Tetapi bagaimana cara anda mengelompokkan siswa? Cek link website KGI untuk acuan dan tip tentang 3 cara mengelompokkan siswa - www.kangguru.org/kgreintheclassroom.htm



(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Joining a Teacher Association

According to a latest poll by the British Council, the most common reason for joining a teacher association is for -


- sharing materials and resources (37%)
- feeling part of an active teaching community 24%
- discussions with peers (14%)
- networking opportunities (13%) and
- receiving news about conferences and events with (11%)

So how do you feel about joining your local teacher association? If the MGMP is active and interesting then you will get a lot of benefits from joining AND supporting that group.

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Bergabung dengan Asosiasi Guru

Menurut poling dari British Counsil, alasan yang paling umum untuk bergabung dengan asosiasi guru adalah untuk –
• Berbagi bahan dan sumber (37%)
• Merasa bagian dari komunitas pengajar yang aktif 24%
• Berdiskusi dengan para anggota (14%)
• Kesempatan ber-networking (13%)dan
• Menerima berita mengenai konferensi-konferensi dan acara kegiatan (11)

Jadi bagaimana perasaan Anda bergabung dengan asosiasi guru di tempat Anda? Kalau MGMP aktif dan menarik pastinya Anda akan mendapatkan keuntungan yang banyak dengan bergabung DAN mendukung kelompok tersebut.

 

Listen to KGI in English and Bahasa Indonesia


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Three day intensive workshops for AIBEP school teachers

In March and April KGI presented 2 very special three-day workshops for teachers in the Bogor and Kupang areas. Over the three days the AIBEP English language teachers worked on how to write good lesson plans, how to give clear instructions in the English classroom, and how to best adapt materials so they become more communicative, plus many interactive warmers and fillers. They were introduced to practical, easy activities and games they can play with their students in the classroom. They used activities from the 'Listen and Learn with Kang Guru Indonesia SMP Package'.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Tiga Hari pelatihan intensif bagi Guru-guru sekolah AIBEP

Di bulan Maret dan April KGI memberikan 2 pelatihan khusus selama 3 hari bagi guru guru Bahasa Inggris di Bogor dan Kupang. Selama lebih dari tiga hari guru-guru Bahasa Inggris dari sekolah AIBEP belajar bagaimana cara membuat Rencana Pelajaran yang bagus, bagaimana memberikan instruksi yang jelas di kelas Bahasa Inggris, dan bagaimana sebaiknya mengadaptasi materi sehingga mereka menjadi lebih komunikatif, ditambahkan lagi warmer dan filler yang banyak. Mereka diperkenalkan dengan kegiatan dan permainan yang praktis dan mudah yang mereka bisa lakukan dengan siswa di kelas. Mereka menggunakan kegiatan dari ‘Listen and Learn with Kang Guru Indonesia SMP Package’.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

QUICK FIX

Watch your writing!
Similar sound, different spelling, different meaning!

quiet and quite
eg: I quite like a quiet area to rest in.

thinks and things
eg: She thinks she has so many things in common with her best friend.

mind and mine
eg: I don't mind if you use mine today


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

 


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Look at the Joeys

They love riding bicycles to school. Not only is it healthy but also it is good for the environment. Should schools encourage students to cycle to school instead of riding motorbikes?
Ayu was shocked when she visited one of the schools in Denpasar recently to see the huge number of motorbikes on the basket ball court. Wow!

Do you think motorbikes should be banned (dilarang) at school? Without motorbikes schools could have more space for students to use especially for sport. What do you think?

 

TASK 1: Parts of a bicycle – how much do you know?


TASK 2: Joeys 'Bike to School' Photo Competition

Take a unique picture of you/your friends/a group of students going to school by bicycle and send it to joeys@ialf.edu before June 30th and win a special package from KGI including a fabulous, yellow KGI jas hujan.


TASK 3: the Joeys Special Edition 'Bike to School' badge.

Do you have a bicycle? Tell Joeys about your bicycle. What color is it? Where did you get it from? You could win a limited KGI edition Joeys 'Bike to School' badge.

 

TASK 4 : Do you know this sign?

GOOGLE it and answer some Joeys questions

Remember that Joeys is designed for SMP students


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Lihatlah Joeys

Mereka suka naik sepeda ke sekolah. Tidak saja karena sehat tetapi juga sangat bagus buat lingkungan. Haruskah sekolah mendorong siswa untuk bersepeda ke sekolah daripada naik sepeda motor?

Ayu sangat terkejut ketika dia mengunjungi salah satu sekolah di Denpasar baru-baru ini dengan jumlah sepeda motor yang banyak di lapangan basket. Wah!

Apakah menurutmu sepeda motor sebaiknya dilarang di sekolah? Tanpa sepeda motor sekolah mempunyai ruang yang lebih luas yang bisa digunakan terutama untuk olah raga. Bagaimana pendapat kalian?

Task 1: Bagian dari sepeda – Seberapa banyak kamu tahu?


Task 2: Lomba Foto Joeys ‘ Bersepeda ke Sekolah’


Ambillah foto unik dirimu/teman-temanmu/sekelompok murid yang pergi ke sekolah naik sepeda dan kirimkan ke joeys@ialf.edu sebelum tanggal 30 Juni dan menangkan paket spesial dari KGI termasuk Jas Hujan menarik, warna kuning dari KGI

 

Task 3: Pin Joeys edisi khusus ‘Bike to School’


Apakah kamu punya sepeda? Ceritakan kepada Joeys tentang sepedamu. Apa warnanya? Dari mana kamu mendapatkannya? Kamu bisa memenangkan pin KGI/Joeys edisi terbatas ‘Bike to School’.

 

Task 4:Apakah kamu tau tanda ini?

Google dan jawablah pertanyaan-pertanyaan Joeys di www.kangguru-joeys.org

Jangan lupa Joeys dibuat untuk siswa-siswa SMP saja.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

‘My Shout’

In Indonesia if someone invites you out for a meal then that usually means that they will also pay for the meal, right? In western culture however it’s not the way it works. If a person asks you out it doesn’t mean that they will pay for you. If they say it’s my shout (saya traktir) then they will pay. In western culture when friends go out or when a couple go out to have a meal they usually share the bill (patungan).

 

How about a Birthday?

In Indonesia the birthday person always has a big headache because they have to be ready to shout their friends for a meal or a drink. In western countries it is often the opposite. The birthday person is treated by their friends who will shout him/her.
.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

‘My Shout’

Di Indonesia kalau seseorang mengundang Anda untuk keluar makan itu biasanya berarti mereka akan membayari kan? Di budaya barat, bukan seperti itu caranya. Jika seseorang mengajak Anda keluar bukan berarti mereka yang akan membayar untuk Anda. Kalau mereka bilang it’s my shout (saya traktir) mereka akan membayar. Di budaya barat ketika teman pergi keluar atau ketika pasangan pergi keluar untuk makan mereka biasanya share the bill (patungan).

 

Bagaimana dengan Ulang Tahun?

Di Indonesia orang yang berulang tahun selalu pusing karena mereka harus siap mentraktir teman-teman mereka untuk makan atau minum. Di negara-negara barat itu sebaliknya. Orang yang berulang tahun ditraktir oleh teman-teman mereka.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Binar Purbandaru & Bias Prabandaru


The twins who love KGI and English!
Staff at KGI used to be so confused about these two people. For example, both of them are really active in following KGI quizzes on FB. They had similar names and the same address too. KGI thought that maybe this person had changed their name so that they were able to win KGI FB quizzes more often. BUT finally the secret was revealed. Binar and Bias are actually twin brothers! AND both of them love English very much. Why not follow the Binar & Bias Quiz on KGI website!


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Binar Purbandaru & Bias Prabandaru


Si kembar yang cinta KGI dan Bahasa Inggris!
KGI staf dulu sering bingung dengan kedua orang ini. Sebagai contohnya, keduanya sangat aktif mengikuti kuis KGI di FB. Mereka punya nama yang hampir sama dan alamatnya sama juga. KGI berpikir kalau orang ini mengganti namanya supaya bisa lebih sering memenangkan kuis KGI . TETAPI akhirnya rahasia terbongkar. Binar dan Bias adalah kembar! DAN keduanya sangat suka Bahasa Inggris. Ikuti kuis Binar dan Bias di website KGI.


(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)

Students across the archipelago learn English with Kang GURU Learning English is Fun!
AusAID in Indonesia - Australian Government IALF Education for Development Radio Republic Indonesia