Home › September 2009 KGI magazine translations and podcast audio
Kang Guru Indonesia Podcasts from the September 2009 KGI magazine
Teachers of the Indonesian language in Australian schools have registered great interest in articles from
the September 2009 - KGI's 20th Anniversary. Kang Guru Indonesia, with assistance from the Indonesia
Australia Language Foundation (IALF) in Bali, has translated these articles below from the September 2009
magazine and produced bi-lingual audio versions of each article.
Listen to the PODCASTs below - both English and Indonesian versions together with tapescripts. Why not download
them onto your mobile phone or onto disc?
Selected English language articles taken from KGI's September 2009 magazine
Indonesian translations of selected articles taken from the September 2009 KGI magazine prepared by KGI and IALF
staff.
Congratulatory Letter from Mr. Stephen Smith, Australian Minister for Foreign Affairs
Since 1989, Kang Guru Indonesia has provided a combination of English language learning, people-to-people links
between both countries and a vehicle to broaden and deepen our partnership into one of great regional and global
potential. Over the last two decades, Kang Guru Indonesia has reached hundreds of thousands of students, teachers
and communities. Kang Guru radio is now broadcast weekly to more than 160 radio stations across Indonesia.
The Kang Guru Indonesia magazine has been distributed to more than one million English language learners. Thousands
of schools across Indonesia have also benefited from Kang Guru Indonesia’s English language curriculum
support materials, workshops and online learning resources.
History and geography have thrown our countries together, but it is the active and creative engagement of our
peoples and governments over six decades that has come to bind us as neighbours, friends and partners. We cooperate
in practical ways on a wide range of issues, such as climate change and helping each other respond to natural
disasters. Expanding ties between our two people strengthen our partnership even further. The Kang Guru Indonesia
program is helping to ensure that future generations of Australians and Indonesians know and understand each
other better. This will help see an ongoing genuine partnership with our neighbours and friends in Indonesia.
I congratulate Kang Guru Indonesia on its significant achievement, 20 successful years.
Stephen Smith
Australian Minister for Foreign Affairs
Sejak 1989, Kang Guru Indonesia telah memberikan kombinasi pembelajaran bahasa Inggris, pautan orang-per-orang
antara kedua negara, dan wadah untuk memperluas dan memperdalam kemitraan kita menjadi potensi daerah dan global
yang besar. Selama dua dekade terakhir ini, Kang Guru Indonesia telah meraih ratusan ribu siswa, guru dan masyarakat.
Radio Kang Guru sekarang melakukan siaran setiap minggu di lebih dari 160 stasiun radio di seluruh Indonesia.
Majalah Kang Guru Indonesia telah disebarkan ke lebih dari sejuta pelajar bahasa Inggris. Ribuan sekolah di seluruh
Indonesia juga telah mendapatkan manfaat dari materi-materi, lokakarya-lokakarya, dan bahan-bahan belajar daring
dari Kang Guru Indonesia yang mendukung kurikulum pelajaran bahasa Inggris di sekolah.
Sejarah dan geografi telah mempersatukan negara kita, tetapi keterlibatan yang aktif dan kreatif masyarakat dan
pemerintahan kita selama enam dekade inilah yang telah mengikat kita sebagai tetangga, teman, dan mitra. Kita
bekerja sama di dalam cara-cara yang praktis untuk menangani beragam masalah, misalnya perubahan iklim dan saling
membantu merespon bencana alam. Dengan memperluas ikatan antara masyarakat kita, kita akan lebih memperkuat
kemitraan kita. Program Kang Guru Indonesia membantu memastikan agar generasi Australia dan Indonesia mendatang
saling mengenal dan memahami dengan lebih baik. Hal ini akan membantu menjamin kemitraan tulus yang berkesinambungan
dengan tetangga dan teman-teman di Indonesia.
Saya mengucapkan selamat kepada Kang Guru Indonesia atas keberhasilannya yang nyata dan 20 tahun yang sukses.
Stephen Smith
Menteri Luar Negeri Australia
SMS Feedback from Readers re June’09 magazine
KGI on my handphone!
I am very happy that KGI has a new service called podcast audio. I read about it when I received my June 2009
KGI magazine. I downloaded it in mp3 and now play it on my mobile phone. It is very interesting for improving
my listening skills. The material is very good and the sound quality is very good. I can hear the words clearly
plus with a classical sound background. I hope that this program will always exist.
Dedi from Batam
Congratulations that you now have Kang Guru material on your handphone's mp3 player! It means you can listen
to us any time and even repeat the programs over and over.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Umpan Balik SMS dari Pembaca tentang Majalah Juni 09
KGI di HP saya!
Saya senang sekali KGI punya layanan baru yang disebut podcast. Saya mengetahuinya ketika menerima majalah KGI
edisi Juni 2009. Saya unduh ke dalam mp3 dan sekarang memutarnya di HP saya. Layanan ini menarik sekali untuk
meningkatkan keterampilan mendengarkan . Materinya sangat bagus dan mutu suaranya baik sekali. Saya bisa mendengarkan
kata-katanya dengan jelas, ditambah suara latar musik klasiknya. Saya harap program ini akan terus ada.
Dedi dari Batam
Selamat! Sekarang kamu memiliki materi Kang Guru di mp3 player di HPmu. Berarti kamu bisa mendengarkan kami
kapan saja dan bahkan mengulangi programnya.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KONVOI in Australia?
I just want to ask about KONVOI (students celebrating when they have passed senior high school). Do students
in Australia also celebrate this? What’s your opinion about KONVOI? Is it important to celebrate this?
I do want to know that. What do students in Australia do to celebrate passing senior high school?
Baihaki Efendy
Pamekasan, Madura, EAST JAVA
In Australia high school graduates are called Schoolies. Schoolies usually celebrate their graduation by
going to popular holiday spots. They usually go in a big group. During the Schoolies week (late November – early
December) many popular beach locations are full of Schoolies from different parts of Australia. Official Schoolies
Events, which are drug and alcohol free, are held at many Schoolies destinations. They include concerts, dances
and parties. Some students also travel to other cities or even to the countryside. So they don’t have KONVOI
like here in Indonesia. It is interesting to know a different way to celebrate graduation, isn’t it?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
KONVOI di Australia?
Saya hanya ingin bertanya tentang KONVOI (para siswa SMA yang merayakan kelulusan mereka). Apakah siswa-siswa
di Australia juga merayakannya? Apa pendapat KGI tentang KONVOI? Pentingkah merayakannya? Saya ingin tahu. Apa
yang dilakukan siswa-siswa SMA di Australia untuk merayakan kelulusannya?
Baihaki Efendy
Pamekasan, Madura, Jawa Timur
Di Australia, lulusan SMA disebut Schoolies. Schoolies biasanya merayakan kelulusan mereka dengan pergi ke
tempat berlibur yang populer. Mereka biasanya pergi dalam kelompok yang besar. Selama minggu Schoolies (akhir
November – awal Desember) banyak pantai yang populer dipenuhi Schoolies dari berbagai daerah di Australia.
Acara Schoolies Resmi, yang bebas alkohol dan narkoba, diadakan di banyak tempat tujuan Schoolies. Acara-acara
ini terdiri dari konser, disko, dan pesta. Beberapa siswa juga pergi ke kota-kota lain atau bahkan ke pedesaan.
Jadi mereka tidak KONVOI seperti di Indonesia. Menarik mengetahui perbedaan cara merayakan kelulusan, bukan?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Reflections from Readers/Listeners
As you will see throughout this edition, people have given their reflections of Kang Guru over the years. Some
reflections come from people who have been associated with KGI since 1989. Others are from more recent friends.
Perhaps you have some reflections about Kang Guru. Maybe you have been a long-time follower of the Kang Guru
project from AusAID? That could be 20 years, or less. KGI would love to hear from you. Tell us about your favorite
memories of Kang Guru in Indonesia AND in your life. Perhaps a favorite magazine memory or a KGI event? Eight
entries will receive a wonderful 20th Anniversary trip to Bali in late November 2009 for the 20th Anniversary
Party of KGI. These memories should be less than 250 words BUT really show that KGI has been an important part
of your life in some way. For winners who are under 16 years of age, or unable to visit Bali in late November,
they will receive a KGI handphone complete with mp3 KGI podcasts and language activities in place of the trip
to Bali.
Here is Imam Mulyadi, who has had a long connection with Kang Guru, and is now a part of AusAID's LAPIS-ELTIS
project.
In 1992 I got the Kang Guru magazine for the first time. I was an SMA student at Al-Amien Boarding School,
Madura. I was very happy with the magazine. It was difficult to find a good English magazine at that time. As
I began to read the magazine I became more confident with my language and more motivated to practise it. When
I was a student at Jember University some friends and I set up an organization called USEF (University Students
English Forum) in 1998. One of the first programs that I conducted for USEF was inviting Kang Guru and Kevin
to a meeting. It was attended by more than one hundred students from all over Jember (see April 2001 KGI magazine).
After finishing my study in Jember I came back to my almamater, Al-Amien, to teach English (six years ago)
and my connection with Kang Guru continued. I presented the Kang Guru radio show once a week and made the show
interactive too. Listeners called in and I gave them Kang Guru items for answering questions about the content
of the show. I ran the show up until 2007 when I left for Bali to attend ICELT (In-Service Certificate in English
Language Teaching) conducted at IALF Bali for LAPIS-ELTIS.
While I was in Bali I visited the Kang Guru office and talked with the KGI staff. I was so happy because
I could visit Kang Guru and their staff. Kang Guru is my inspiration. It has not only improved my English but
also provided me with opportunity for personal development. I am sure there is much we can do in the future with
Kang Guru. Kang Guru teaches Indonesians about building good cooperation between our two countries and peoples.
I am expecting to have chance to share these ideas not only in Indonesia but also in Australia. Next year, I
am going to Australia on an Australian Development Scholarship (ADS) and hoping to meet Australian (people and
government) to thank them for making Kang Guru exist in Indonesia.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi dari Pembaca/Pendengar
Seperti yang akan kalian lihat di dalam edisi ini, orang-orang telah memberikan refleksi mereka mengenai keberadaan
Kang Guru selama bertahun-tahun. Beberapa refleksi didapat dari orang-orang yang sudah berhubungan dengan KGI
sejak 1989. Yang lain didapat dari teman-teman baru.
Mungkin kamu punya refleksi tentang Kang Guru. Mungkin kamu sudah lama mengikuti perkembangan proyek Kang Guru
dari AusAID? Berarti kamu sudah mengenal Kang Guru selama 20 tahun, mungkin kurang. KGI akan senang sekali mendengarkan
refleksimu. Beritahu kami kenangan favoritmu akan Kang Guru di Indonesia DAN dalam kehidupanmu. Mungkin kenangan
favorit yang berhubungan dengan majalah KGI atau acara KGI? Delapan refleksi yang masuk akan dipilih untuk menerima
paket perjalanan Ulang Tahun ke-20 ke Bali untuk menghadiri Pesta Ulang Tahun KGI yang ke-20. Tulisan tentang
kenangan ini sebaiknya terdiri dari paling banyak 250 kata TETAPI benar-benar menunjukkan bahwa KGI telah menjadi
bagian penting dalam kehidupanmu sedemikian rupa. Para pemenang yang berumur di bawah 16 tahun, atau yang tidak
dapat datang ke Bali pada akhir November, akan mendapatkan sebuah HP KGI, lengkap dengan mp3 KGI podcasts dan
aktifitas bahasa sebagai ganti perjalanan ke Bali.
Ini adalah Imam Mulyadi, yang telah lama berhubungan dengan Kang Guru, dan sekarang menjadi bagian dari proyek
LAPIS-ELTIS dari AusAID.
Pada 1992 saya mendapat Majalah Kang Guru untuk pertama kalinya. Saya masih duduk di bangku SMA di Pondok
Pesantren Al-Amien, Madura. Saya senang sekali mendapat majalah itu. Sulit menemukan majalah bahasa Inggris yang
bagus waktu itu. Seraya saya mulai membacanya, saya semakin percaya diri dengan kemampuan bahasa saya dan lebih
termotivasi untuk berlatih. Ketika saya menjadi mahasisiwa di Universitas Jember, saya dan beberapa teman mendirikan
sebuah organisasi yang kami sebut USEF (University Student English Forum) pada 1998. Salah satu program pertama
yang saya adakan untuk USEF adalah mengundang Kang Guru dan Kevin untuk ikut dalam rapat kami. Rapat itu dihadiri
oleh lebih dari seratus mahasiswa dari seluruh Jember (lihat majalah KGI April 2001).
Setelah menyelesaikan kuliah di Jember, saya kembali ke almamater saya, Al-Amien, untuk mengajar bahasa Inggris
(enam tahun yang lalu), dan hubungan saya dengan Kang Guru berlanjut. Saya menjadi penyiar acara radio Kang Guru
seminggu sekali dan membuat acara itu interaktif juga. Para pendengar menelepon dan saya memberi mereka hadiah
dari Kang Guru atas jawaban-jawaban mereka tentang isi acara itu. Saya menjalankan acara itu sampai 2007, ketika
saya berangkat ke Bali untuk mengikuti kursus ICELT (In-Service Certificate in English Language Teaching) yang
diadakan di IALF Bali untuk LAPIS-ELTIS.
Ketika berada di Bali saya mengunjungi kantor Kang Guru dan berbincang-bincang dengan staf KGI. Saya senang
sekali karenanya. Kang Guru adalah inspirasi saya, karena tidak saja meningkatkan keterampilan bahasa Inggris
saya, tetapi juga memberikan saya kesempatan untuk mengembangkan diri. Saya yakin ada banyak sekali yang dapat
kita lakukan di masa depan dengan Kang Guru. Kang Guru mengajar orang Indonesia bagaimana membangun kerjasama
antara kedua negara dan masyarakat kita. Saya berharap memiliki kesempatan untuk berbagi gagasan, bukan hanya
di Indonesia tetapi juga di Australia. Tahun depan saya akan pergi ke Australia atas beasiswa dari ADS (Australian
Development Scholarship) dan berharap bertemu orang-orang Australia (masyarakat dan pemerintah) untuk berterima
kasih kepada mereka atas kehadiran Kang Guru di Indonesia.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Idioms Inggris with Sue
It’s time to celebrate! Come on! Kick up your heels, let your hair down and let’s go out for a night
on the town! That’s just how we feel here at Kang Guru – celebrating 20 years in Indonesia.
If you “kick up your heels” it means you do things that you really enjoy to celebrate a special event.
“Come on Ayu, the teacher training is now finished. Let’s go to the beach and kick up our heels!”
If you “let your hair down” it also means that you relax and enjoy yourself.
“Why don’t you join us on Friday? The party will give you a chance to let your hair down at the end
of this very busy week at KGI.”
“A night out on the town” usually means you are celebrating something special and possibly visit
places you don’t normally go to like a special restaurant or café.
“After we signed the contract, we celebrated with a night out on the town.”
Do you ever watch those award ceremonies on TV? Do you notice the celebrities always walk on a red carpet? Have
you ever wondered why the carpet is red? Why not a blue or yellow carpet?
A red carpet is traditionally used to mark the route taken by Kings and Queens and Heads of State on ceremonial
and formal occasions. In recent decades the use of red carpets has been extended and is now used by VIPs and
celebrities at events such as awards ceremonies. Here are some sentences using the idiom – roll out the
red carpet.
IALF Bali rolled out the red carpet for the visit of the President to the Kang Guru office.
Last year, as KGI's special guests at the MTV Awards Asia ceremony held in Jakarta, organizers rolled out
the red carpet for Sherina and Afgan.
Who would you roll out the red carpet for if they came to your house?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Idioms Inggris dengan Sue
It’s time to celebrate! Come on! Kick up your heels, let your hair down and let’s go out for a night
on the town! That’s just how we feel here at Kang Guru – celebrating 20 years in Indonesia.
Kalau kamu “kick up your heels”, itu artinya kamu melakukan hal-hal yang benar-benar kamu senangi
untuk merayakan peristiwa yang istimewa.
“Come on Ayu, the teacher training is now finished. Let’s go to the beach and kick up our heels!”
Kalau kamu “let your hair down” itu juga artinya kamu bersantai dan bersenang-senang.
“Why don’t you join us on Friday? The party will give you a chance to let your hair down at the end
of this very busy week at KGI.”
“A night out on the town” biasanya artinya kamu merayakan sesuatu yang istimewa dan mungkin pergi
ke tempat-tempat yang tidak biasanya kamu kunjungi, misalnya restoran atau kafe yang istimewa.
“After we signed the contract, we celebrated with a night out on the town.”
Pernahkah kamu menonton acara pemberian penghargaan di TV? Apakah kamu memperhatikan kalau selebriti selalu berjalan
di atas karpet berwarna merah? Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa karpetnya berwarna merah? Kenapa tidak biru
atau kuning?
Karpet merah biasanya dipakai untuk menandai rute yang dilalui oleh para Raja dan Ratu serta Kepala Negara di
dalam upacara ataupun acara resmi lainnya. Di dalam beberapa dekade terakhir ini penggunaan karpet merah diperluas
dan sekarang digunakan oleh orang-orang penting dan selebriti pada acara-acara seperti pemberian penghargaan.
Di bawah ini ada beberapa kalimat yang menggunakan idiom: roll out the red carpet (harfiah: hamparkan karpet
merahnya).
IALF Bali rolled out the red carpet for the visit of the President to the Kang Guru office.
Last year, as KGI’s special guests at the MTV Awards Asia ceremony held in Jakarta, organizers rolled
out the red carpet for Sherina and Afgan.
Untuk tamu yang bagaimana kamu akan roll out the red carpet?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Quick Fix with Ayu
Have you ever wondered what the difference is between birthday and
anniversary? Is it Kang Guru's 20th Anniversary or 20th Birthday?
A birthday is a celebration of a very specific event and usually on a specific date, i.e. the day you were born.
An anniversary is the celebration of an important event that happened in a previous year. It could be an historic
event or it could be personal such as a wedding, or a national event where everyone celebrates.
To wish someone well on one of these special occasions we can say Happy Birthday or Happy Anniversary or even
just Congratulations.
Can you match these good wishes?
Happy Mother’s Day
Selamat Ulang Tahun ke-18
Congratulations on our new job/position
Selamat atas hasil ujian Anda
Congratulations on your exam results
Selamat merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-20/ Selamat merayakan ulang tahun gedung/organisasi yang ke-20
Happy 18th Birthday
Selamat Hari Ibu
Happy 20th Anniversary
Selamat atas pekerjaan/posisi baru Anda
In Indonesian we use the word ‘selamat’ on many occasions. For example: selamat makan, selamat tidur,
selamat berlibur, etc. However you can’t replace ‘selamat’ in the phrases above with ‘happy’ :
Selamat makan ... happy eating Just say - Enjoy your meal
Selamat tidur ... happy sleeping Just say - Good night or sleep well (not enjoy your sleep/sleeping)
Selamat berlibur ...happy holiday Just say - Enjoy your holiday or have a nice holiday
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Quick Fix dengan Ayu
Pernahkah kamu bertanya-tanya apa perbedaan antara birthday dan anniversary? Ini Kang Guru’s 20th Anniversary
atau 20th Birthday?
Birthday biasanya perayaan peristiwa khusus dan biasanya pada tanggal khusus, yaitu hari kelahiranmu. Anniversary
adalah perayaan peristiwa penting yang terjadi pada tahun sebelumnya. Peristiwa itu bisa berupa peristiwa bersejarah
atau pribadi, misalnya perkawinan, atau nasional, di mana semua orang merayakannya.
Untuk mengucapkan selamat kepada orang pada peristiwa-peristiwa khusus ini, kita dapat mengatakan Happy Birthday
atau Happy Anniversary, atau bahkan Congratulations saja.
Dapatkah kamu pasangkan ucapan-ucapan selamat ini?
Happy Mother’s Day
Selamat Ulang Tahun ke-18
Congratulations on our new job/position
Selamat atas hasil ujian Anda
Congratulations on your exam results
Selamat merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-20/ Selamat merayakan ulang tahun gedung/organisasi yang ke-20
Happy 18th Birthday
Selamat Hari Ibu
Happy 20th Anniversary
Selamat atas pekerjaan/posisi baru Anda
Di dalam bahasa Indonesia kita menggunakan kata ‘selamat’ pada banyak peristiwa. Misalnya: selamat
makan, selamat tidur, selamat berlibur, dll. Namun, kamu tidak bisa menggantikan ‘selamat’ di dalam
frasa-frasa di atas dengan ‘happy’:
Selamat makan – happy eating Katakan saja: Enjoy your meal
Selamat tidur – happy sleeping Katakan saja – Good night atau
Sleep well (bukan ‘Enjoy your sleep/sleeping)
Selamat berlibur – happy holiday Katakan saja: Enjoy your holiday
atau have a nice holiday
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Reflections from KGI Team - Kevin Dalton
In 1999 I was already working on the Kang Guru radio show helping Walter Slamer with voices and some ideas. Then
in 2000 I became Kapt. Kang Guru and guess what? I am still here AND I love it! What do I like about working
with Kang Guru? Firstly we have a great team of people here in Bali but you already know that, right? KGI enjoys
incredible support from the Indonesia Australia Language Foundation (IALF) and from AusAID and the Australian
Embassy in Jakarta. It really is a team effort.
Secondly, as part of the team I get to meet so many wonderful people all over Indonesia as we travel from almost
Sabang to Merauke. Hi to everyone. Thirdly, we can see that what we are doing is actually helping people in
so many ways - to study and teach English, to learn about the Australia-Indonesia Partnership, to know more
about both Indonesian and Australian culture and to become more active and eager to participate more freely
in their communities.
As I reflect on the past ten years I can honestly say that I have loved every minute of it - the people, the
work, the travel and the many experiences of a lifetime.
Helping to create the weekly radio programs and the magazines have always been two of my favorite parts of my
work at Kang Guru. The KGI team puts together the ideas and then develop them until those ideas are available
on air or in print.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi dari Tim KGI - Kevin Dalton
Tahun 1999 saya sudah membantu Walter Slammer dengan meminjamkan suara saya dan memberi ide-ide untuk program
radio Kang Guru. Lalu pada 2000 saya menjadi Kapten Kang Guru, dan coba tebak! Saya masih di sini DAN sangat
menyukai pekerjaan saya. Apa yang saya sukai dalam bekerja dengan Kang Guru? Pertama-tama, anggota tim kami di
Bali hebat sekali, itu kamu sudah tahu? KGI senang mendapat dukungan yang luar biasa dari Indonesia Australia
Language Foundation (IALF) dan dari AusAID serta Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Ini benar-benar upaya tim.
Yang kedua, sebagai anggota tim saya dapat bertemu dengan banyak orang yang menyenangkan di seluruh Indonesia
sambil berkeliling, hampir dari Sabang sampai Merauke. Halo semuanya! Yang ketiga, kami dapat melihat bahwa apa
yang kami lakukan benar-benar membantu orang dalam berbagai hal – belajar dan mengajar bahasa Inggris,
belajar tentang Kemitraan Australia-Indonesia, mengetahui lebih banyak tentang budaya Indonesia dan Australia
serta menjadi lebih aktif dan bersemangat untuk berpartisipasi dengan lebih bebas di masyarakat masing-masing.
Ketika melihat kembali ke sepuluh tahun terakhir ini, dengan jujur saya mengatakan bahwa saya menyukai
KGI setiap saat – orang-orangnya, pekerjaannya, perjalanannya dan banyaknya pengalaman yang akan saya ingat
seumur hidup.
Membantu membuat program-program radio mingguan dan majalah selalu merupakan bagian kerja yang paling saya nikmati
di Kang Guru. Tim KGI mengumpulkan gagasan dan mengembangkannya sampai gagasan-gagasan itu mengudara atau dicetak.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Reflections from KGI Team - Ketutu Darmika
When Kang Guru Radio English moved to Bali in 1997 from Jakarta, me, Tika, Tiki and Edy Alting worked together
to setup the recording equipment - all new. Computer Pentium MMX with CoolEdit96 was used for vocal recording.
In those days it was difficult to create one program in a week because we are working with analog technology.
Before mixing I had to record source material from cassette/CD/DAT/open reel into the computer in real time.
I had to rewind, forward, rewind, forward again and again until I found what I was looking for. After the program
master was ready I started copying with a fast copier but I had to check all cassettes one by one cos about
25% of them were always damaged. This wasted a lot of time. But despite those experiences I have got many things
from Kang Guru. I have learnt more about English, audio recording and editing programs, and technology development
and I have met many people from different countries and listened to all sorts of music and songs during the
mixing process. Kang Guru programs are useful for anyone who wants to improve their English and knowledge. Thanks
Kang Guru. Darmika - KGI chief studio engineer
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi dari Tim KGI - Ketutu Darmika
Ketika Kang Guru Radio English pindah ke Bali pada 1997 dari Jakarta, saya, Tika, Tiki dan Edy Alting bekerjasama
untuk memasang peralatan rekaman yang semuanya baru. Komputer Pentium MMX dengan CoolEdit96 digunakan untuk
rekaman suara. Pada waktu itu sulit membuat satu program dalam seminggu karena kami bekerja dengan teknologi
analog. Sebelum mixing saya harus merekam sumber materi dari kaset/CD/DAT/open reel ke dalam komputer pada waktu
yang bersamaan. Saya harus memundurkan, memajukan, memundurkan, dan memajukan lagi berulang-ulang sampai saya
menemukan apa yang saya cari. Setelah master programnya siap saya mulai merekam salinannya dengan perekam cepat,
tetapi saya harus mengecek semua kaset satu per satu, karena kira-kira 25% selalu rusak. Membuang banyak waktu.
Namun demikian, saya mendapat banyak hal dari Kang Guru. Saya belajar lebih banyak tentang bahasa Inggris, perekaman
audio, penyuntingan program, perkembangan teknologi, dan saya bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara
serta mendengarkan berbagai jenis musik dan lagu ketika melakukan proses mixing. Program-program Kang Guru selalu
berguna bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bahasa Inggris dan pengetahuan mereka. Terima kasih, Kang Guru. Darmika – Kepala Insinyur Studio KGI
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KGI Staff Reflections - Ogi Yutarini
I just can’t believe that I have worked for Kang Guru for twelve years! I started in 1997 when KGRE moved
from IALF Jakarta to IALF Bali. It has been an experience of learning and doing new programs/new things at the
same time. Obviously, producing the magazine is a big task for me but what I remember most about the early days
with Kang Guru was that I laughed a lot every time I read letters from KG readers/listeners. I was amazed at
how enthusiastic and, how keen people were to improve English and wanting to get help from Kang Guru. So I knew
from the beginning that Kang Guru was a popular program and that has helped us to always think of how to provide
more services and materials for students and teachers - English language CDs, bi-lingual podcasts, teaching materials,
magazines, school visits, seminar presentations, and so on. We also try to keep up with technology to provide
more and better services – website, email, SMS and now podcasting. Isn’t that awesome! And after
20 years, thousands of letters, emails and SMSs are still coming with appreciation for the work of KGI. I feel
honoured to be part of one of the most successful AusAID projects in Indonesia and be part of the team who has
made great achievements in my country! Ogi Yutarini – KGI Project Coordinator
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi dari Tim KGI - Ogi Yutarini
Saya tidak percaya bahwa saya sudah bekerja untuk Kang Guru selama dua belas tahun! Saya mulai pada 1997 ketika
KGRE pindah dari IALF Jakarta ke IALF Bali. Bekerja di KGI merupakan pengalaman belajar dan melakukan program
baru/hal-hal baru pada waktu yang sama. Membuat majalah jelas-jelas merupakan tugas yang besar bagi saya, tetapi
yang saya paling ingat tentang awal kerja saya di kang Guru adalah bahwa saya sering tertawa setiap kali membaca
surat dari pembaca/pendengar KG. Saya terpana betapa antusiasnya dan betapa inginnya mereka mengembangkan kemampuan
bahasa Inggris dan mendapatkan bantuan dari Kang Guru. Jadi, dari awal saya tahu bahwa Kang Guru adalah program
yang populer dan telah membantu kita untuk selalu memikirkan bagaimana memberikan lebih banyak layanan dan materi
kepada siswa-siwa dan guru-guru: CD bahasa Inggris, podcast dwibahasa, bahan ajar, majalah, kunjungan sekolah,
presentasi seminar, dst. Kami juga berusaha mengikuti perkembangan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih
banyak dan lebih baik: situs web, surel, SMS, dan sekarang podcasting. Hebat, bukan? Setelah 20 tahun, ribuan
surat, surel dan SMS masih masuk, yang isinya adalah penghargaan atas kerja KGI. Saya merasa terhormat menjadi
bagian dari salah satu proyek AusAID yang paling berhasil di Indonesia, dan menjadi bagian dari tim yang telah
berprestasi tinggi di negara saya! Ogi Yutarini – KGI Project Koordinator
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KGI Staff Reflections - Sue Rodger
My introduction to Kang Guru was not long after I began working at IALF Bali in 1998. I can remember Walter Slamer
showing me how to use the latest technology - searching the internet for information!
People often say, ‘Time flies when you are having fun,’ and I can say this applies to the past three
years since I started working full time in KGI. There are always deadlines to keep and things to be done. I work
with a good team and we rely on each other a lot. My job title is ELT Materials and Training Coordinator and
so a lot of my time is spent writing materials and conducting workshops. Traveling has been one of the best parts
of the job, despite travel delays and long journeys. As I meet teachers and students and I hear their stories
it makes me, through KGI, really want to help as many of them as I can. One of my first teacher workshops was
in Sumba. I remember it well because Sumba is very different to other parts of Indonesia that I had visited previously.
I have traveled to Banda Aceh in the West (many thanks to Pak Samsul, a wonderful host) to Sorong in the East
where I had my best club visit on a tropical island with freshly caught bbq’d fish (thanks Pak Jack).
There have been so many sights in between. Corn bbq’d over gas flames in Madura, driving through the mountains
in Sumatra, fresh seafood in so many places, driving through scenic East Java, taking an ojek to the workshops
in Rote, balancing boxes of materials on my knee, climbing the Eiffel Tower in Gorontalo and coming home weighed
down with oleh oleh thanks to the generosity of my hosts. I have thoroughly enjoyed my time at KGI and right
now I don’t want to be doing anything else! Sue Rodger
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi dari Tim KGI - Sue Rodger
Perkenalan saya dengan Kang Guru terjadi tidak lama setelah saya mulai bekerja di IALF Bali pada 1998. Saya ingat
Walter Slamer memperlihatkan kepada saya bagaimana menggunakan teknologi terbaru waktu itu, yaitu mencari informasi
di internet!
Orang sering berkata,”Waktu berlalu dengan cepat kalau kita senang,” dan saya dapat mengatakan hal
yang sama selama tiga tahun terakhir ini, sejak saya mulai sepenuhnya bekerja di KGI. Selalu ada tenggat waktu
yang harus dipenuhi dan tugas yang harus dikerjakan. Saya bekerja dengan tim yang baik dan kami sering mengandalkan
satu sama lain. Posisi saya adalah Koordinator Bahan dan Pelatihan Pengajaran Bahasa Inggris, sehingga sebagian
besar waktu saya digunakan untuk membuat materi dan mengadakan lokakarya. Berkunjung ke daerah selalu merupakan
bagian terbaik dari pekerjaan saya, walaupun kadang-kadang jam karet dan perjalanannya panjang. Ketika bertemu
guru-guru dan siswa-siswa, mendengar cerita mereka membuat saya sangat ingin membantu sebanyak mungkin dan sebisanya
melalui KGI. Salah satu lokakarya guru yang pertama saya lakukan adalah di Sumba. Saya ingat sekali karena Sumba
sangat berbeda dengan bagian lain dari Indonesia yang pernah saya kunjungi.
Saya sudah pernah ke Banda Aceh di bagian Barat (terima kasih kepada Pak Samsul, tuan rumah yang menyenangkan),
ke Sorong di bagian Timur yang menjadi kunjungan terasyik ke klub anggota KGI dengan piknik di pulau tropis
menikmati ikan bakar yang baru kami tangkap (trims ya Paj Jack).Ada begitu banyak pemandangan di semua perjalanan
itu. Jagung yang dibakar di atas semburan gas di Madura, naik mobil melalui pengunungan di Sumatera, ikan laut
yang segar di banyak tempat, naik mobil melewati wilayah Jawa Timur yang pemandangannya indah, naik ojek ke
tempat lokakarya di Rote sambil memegangi kardus-kardus berisi materi di lutut saya agar tidak jatuh, menaiki
Menara Eiffel di Gorontalo dan pulang membawa segudang oleh-oleh karena kemurahan hati para tuan rumah saya.
Saya benar-benar menikmati masa kerja saya di KGI dan sekarang saya tidak mau melakukan pekerjaan lain! Sue Rodger
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Australia Indonesia Partnership
One of Kang Guru's roles in Indonesia is to let people know just how much good work is done in Indonesia through
the Australia-Indonesia Partnership (AIP). We also tell you about the many other links that exist between our
two nations. Over the years KGI has reported on, visited, and interviewed many of the people who carry out this
work. These people, both Indonesians and Australians, may work with development projects in areas such as education,
health, agriculture and the environment. Many others interviewed and visited have been involved in other aspects
of the Oz-Indo relationship including the wide range of people to people links, sporting and cultural ties,
and business. Here are just a few reflections from just some of those people.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kemitraan Australia-Indonesia
Salah satu peranan Kang Guru di Indonesia adalah untuk memberitahu orang-orang betapa banyak pekerjaan baik telah
dilakukan di Indonesia melalui Kemitraan Australia-Indonesia. Kami juga ingin memberitahu kamu tentang tautan
lain yang ada di antara kedua negara kita. Selama bertahun-tahun KGI telah melaporkan, mengunjungi, dan mewawancarai
banyak orang yang melakukan pekerjaan ini. Orang-orang ini, baik orang Indonesia maupun orang Australia, mungkin
bekerja di dalam proyek-proyek pengembangan di bidang-bidang seperti pendidikan, kesehatan, pertanian dan lingkungan.
Yang lain yang diwawancarai dan dikunjungi pernah terlibat di dalam aspek-aspek lain dari hubungan Oz-Indo,
termasuk beragam tautan orang per orang, ikatan olahraga dan budaya, serta bisnis. Berikut ini beberapa refleksi
dari beberapa dari antara mereka.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KGI Reflections from the Australian Ambassador to Indonesia, Mr. Bill Farmer
My wife, Elaine, and I first connected with Kang Guru in January 2006, just after I began my posting as Australian
Ambassador to Indonesia. The KGI team invited us to visit their office. Ever since then we have both watched
and enjoyed the work that the KGI team does in Indonesia as it contributes to stronger Australia – Indonesia
ties and understanding. Besides promoting the work of the Australia-Indonesia Partnership, KGI also manages
to find interesting people to people activities which really reflect the close bonds that do exist between people
of both countries. It has also been good to see the valuable work that KGI does with teachers and their students
across the country. I sometimes look over the KGI website’s Travel Reports of the team and I am always
impressed by the ground they cover and the people they meet as they promote the English language and the Australia-Indonesia
Partnership. Good luck to the KGI team for the future and for right now, hearty congratulations on your 20th
Anniversary and one final word to describe you – marvellous!
Mr. Bill Farmer, Australian Ambassador to Indonesia
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi KGI dari Duta Besar Australia untuk Indonesia, Mr. Bill Farmer
Istri saya Elaine dan saya pertamakali berhubungan dengan Kang Guru pada Januari 2006, persis setelah saya memulai
penugasan saya sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia. Tim KGI mengundang kami untuk mengunjungi kantor
mereka. Sejak saat itu kami berdua memperhatikan dan menyenangi pekerjaan yang dilakukan tim KGI di Indonesia
karena pekerjaan mereka menyumbang pada ikatan dan pemahaman Asutralia – Indonesia yang lebih kuat. Selain
menggalakkan pekerjaan kemitraan Australia- Indonesia, KGI juga berhasil menemukan kegiatan antar orang yang
menarik yang benar-benar mencerminkan ikatan yang erat yang ada di anatara masyarakat kedua negara.Kami juga
senang melihat pekerjaan yang berharga yang dilakukan KGI dengan guru-guru dan murid-murid mereka di seluruh
negri ini. Kadang-kadang saya mengunjungi situs web KGI di laporan perjalanan tim KGI dan saya selalu terkesan
dengan tempat-tempat yang mereka kunjungi dan orang-orang yang mereka temui seraya mereka menggalakkan bahasa
Inggris dan kemitraan Australia-Indonesia.Saya ucapkan semoga berhasil kepada tim KGI untuk di masa depan dan
masa kini, selamat yang sebesar-besarnya atas dirgahayu ke-20 dan satu kata terakhir untuk menggambarkan KGI – Luar
Biasa!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
AFL Indonesia - what was that?
On June 20th, the Australian Football League (AFL) Indonesia was launched in Jakarta. Eight junior teams from
various locations in Jakarta, including Bogor, Bintaro and Depok, competed in the one day carnival organised
by the Jakarta Bintangs Australian Rules Football Club at Cibubur. The ultimate aim of the program is to have
an adult Indonesian AFL team ready to participate in the International AFL Cup in Melbourne in 2011.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
AFL di Indonesia
Pada tanggal 20 Juni, Liga Sepakbola Australia (AFL) Indonesia diresmikan. Delapan tim dari berbagai daerah di
Jakarta, termasuk Bogor, Bintaro dan Depok, bertanding dalam karnaval sehari, yang diadakan oleh Klub Jakarta
Bintangs Australian Rules Football di Cibubur. Tujuan utama program tersebut adalah untuk menyiapkan tim AFL
remaja Indonesia untuk berpartisipasi dalam Piala Internasional AFL di Melbourne tahun 2011.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Snuff Puppets in Jogja
Snuff Puppets is a giant puppet company from Melbourne. Collaborating with Indonesian young contemporary artists
they have developed a Creative Development Project. One result of the project was a performance at Padepokan
Seni Bagong Kussudiardja on 14th August. It was very entertaining. Amazing heh! Find out more about the performance
and Ogi's interview with the director on KGI website and on KGI radio.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Snuff Puppets di Jogja
Snuff Puppets adalah perusahaan pertunjukan boneka raksasa dari Melbourne. Berkolaborasi dengan seniman-seniman
kontemporer muda Indonesia, mereka telah membentuk Proyek Pengembangan Kreatif. Salah satu proyek tersebut adalah
pertunjukan di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 14 Agustus. Sangat menghibur, menakjubkan! Dan wawancara
ogi dengan sutradaranya bisa dilihat di Kang Guru website dan di Kang Guru radio segera.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
What's it like in Australia?
+628191726xxxx
I’d like to know if there are Hindus in Australia and how they do all the religious activities. Thanks.
Putu Ayu in Lombok.
Yes, there are Hindus in Australia although they are a minority religion - only about 148,000 according to 2006
Census. However Hindus are a part of the multicultural community of Australia. There are Hindu temples in every
state, and Hindu festivals every year. Of course the celebrations are different from what Hindus do in Bali because
Hindus in Australia are mostly from India. (Ogi from KGI)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Seperti apa kehidupan di Australia?
+628191726xxxx
Saya ingin tahu apakah ada umat Hindu di Australia dan bagaimana mereka menjalankan ibadah mereka. Trims. Putu
Ayu di Lombok.
Ya, ada umat Hindu di Australia, walaupun mereka minoritas, yaitu hanya sekitar 148.000 menurut Sensus 2006.
Namun demikian, umat Hindu tetap merupakan bagian dari masyakarat Australia yang multibudaya. Ada pura-pura
Hindu di setiap negara bagian, dan hari-hari raya Hindu setiap tahun. Tentu saja perayaannya berbeda dengan
umat Hindu di Bali karena umat Hindu di Australia sebagian besar berasal dari India. (Ogi
dari KGI)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
+628533602xxxx
Hi KGI, I’m Nurul Ardlian. I live in Jember, East Java. Are there any religion schools in Aussie like pesantren
in Indonesia or other religious schools?
Hello Nurul. There are Christian and Catholic schools in Australia such as Killmore College, Mercedes College,
Wessley College, Lindisfame Anglican School etc. Some of them are boarding schools where students have to live
during school terms and then they return home during the holidays. At boarding school students have to follow
all the rules under the supervision of school staff. They also have to observe and follow religious activities
every morning before class begin. (Rini - IDP Bali)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
+628533602xxxx
Hai KGI, saya Nurul Ardlian. Saya tinggal di Jember, Jawa Timur. Apakah ada sekolah yang berafiliasi dengan agama
di Australia seperti pondok pesantren di Indonesia atau sekolah lainnya?
Hello Nurul. Ada sekolah-sekolah Kristen dan Katolik di Australia, seperti Killmore College, Mercedes College,
Wessley College, Lindisfame Anglican School, dst. Beberapa dari sekolah itu adalah sekolah asrama, di mana murid-muridnya
tinggal di asrama pada masa sekolah dan pulang pada masa libur. Di sekolah asrama murid-murid harus mematuhi
semua peraturan di bawah pengawasan staf sekolah. Mereka juga harus menjalankan dan mengikuti kegiatan-kegiatan
keagamaan setiap pagi sebelum kelas mulai. (Rini – IDP Bali)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
+628524866xxxx
Are Muslims accepted in daily life in Oz such as on the street, in the campus, in supermarkets, etc. (Amy from
Banjarmasin)
Hi Amy, Australia is a very multi ethnic and religious nation. As a Muslim living in Australia, one is accepted
at universities and in all aspects of life. We have laws that protect people from discrimination and we have
a society that encourages equality. I hope that you are asking so that you can one day come and study here and
I’m sure if you do, you will have the great experience I have living here in Australia. Many thanks of
thinking of me. Shameema Kolia,
Muslim Exchange participant, 2009
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
+628524866xxxx
Apakah orang Muslim diterima di dalam kehidupan sehari-hari di Australia, seperti di jalan, di kampus, di supermarket,
dll? (Amy dari Banjarmasin)
Hai Amy, Australia adalah negara yang terdiri dari banyak suku dan agama. Orang Muslim yang tinggal di Australia
diterima di universitas dan dalam semua aspek kehidupan. Kami memiliki Undang-undang yang melindungi masyarakat
dari diskriminasi, dan kami memiliki masyarakat yang mendorong kesamaan. Saya harap kamu bertanya supaya suatu
hari nanti kamu dapat datang dan kuliah di sini, dan saya yakin kalau kamu datang, kamu akan mendapatkan pengalaman
yang bagus seperti yang saya dapatkan dengan tinggal di sini di Australia. Terima kasih banyak telah memikirkan
saya. Shameema Kolia,
Peserta Pertukaran Muslim, 2009
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Winner of KGI Writing Competition 2009
The Kang Guru magazine is one of many English resources that we can use in both classroom activities and as an
information media. Here are two segments I like most in the Kang Guru magazine. They are Australia Indonesia
Partnership and Listeners’ Letters (Kang Guru Voices).
Just like many other listeners, I like the Australia and Indonesia Partnership segment sponsored by AusAID. It
attracts many readers and listeners because of its programs to help education and social life in Indonesia.
By working together with the government of Indonesia, AusAID has provided many supports and other contributions
such as the construction and expansion of around 2000 junior high schools (Kang Guru March 2007 edition) and
the Central Java Community Assistance Program (CAP) in Yogyakarta - this program was an Australian Government
initiative which was designed in response to the earthquake which struck Yogyakarta and part of Central Java
Province on 27th May 2006 (Kang Guru December 2007 edition) and many others. These partnership programs are
really meaningful and truthful, I think everyone has the same opinion as me - Good Neighbors Make Good Friends.
The second segment I like most in the Kang Guru magazine is Listeners Letters or Kang Guru Voices. There are
so many letters, emails and SMSs on this page that we could read and study especially their ideas and their
writing skills. So many professions come to join this segment (students, teachers and public listeners). They
share ideas and great interesting information about English. Diah Wahyu Dinata was one of great students who
sent her letter to KGI in March 2008 edition. She could be a good inspiration for us as English teachers to
motivate our students to write English and achieve their dreams. (Dwi Wahyu Hari Basuki)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Para Pemenang Kompetisi Menulis KGI 2009
Majalah Kang Guru adalah salah satu materi bahasa Inggris yang dapat kami pakai, baik kegiatan kelasnya maupun
informasinya. Inilah dua segmen yang paling saya sukai dari majalah Kang Guru, yaitu Kemitraan Australia-Indonesia
dan Surat Pendengar (Suara Kang Guru).
Sama seperti banyak pendengar lainnya, saya menyukai segmen Kemitraan Australia-Indonesia yang disponsori oleh
AusAID. Segmen itu menarik banyak pembaca dan pendengar karena programnya membantu pendidikan dan kehidupan
sosial di Indonesia.
Dengan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, AusAID telah memberikan banyak dukungan dan kontribusi lain seperti
pembangunan dan perluasan sekitar 2000 SMP (Kang Guru edisi Maret 2007) dan Program Bantuan Masyarakat Jawa
Tengah (CAP) di Yogyakarta. Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Australia yang dirancang untuk merespon
gempa bumi yang menghantam Yogyakarta dan sebagian dari Propinsi Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 (Kang Guru edisi
Desember 2007) dan banyak lagi. Program-program kemitraan ini sangat berarti dan nyata. Saya pikir semua orang
memiliki pendapat yang sama dengan saya: Tetangga Yang Baik Menjadi Teman Yang Baik.
Segmen kedua yang paling saya sukai di majalah Kang Guru adalah Surat Pendengar atau Suara Kang Guru. Ada begitu
banyak surat, surel dan SMS yang dapat kita baca dan pelajari di halaman ini, khususnya gagasan-gagasan dan
keterampilan menulis mereka. Banyak profesi bergabung dengan segmen ini (siswa, guru dan pendengar umum). Mereka
berbagi ide dan informasi yang menarik tentang bahasa Inggris. Diah Wahyu Dinata adalah salah satu siswa yang
baik yang mengirimkan suratnya ke KGI di edisi Maret 2008. Dia dapat menjadi inspirasi yang bagus untuk kita
sebagai guru bahasa Inggris untuk memotivasi siswa-siswa kita menulis di dalam bahasa Inggris dan memenuhi impian
mereka. (Dwi Wahyu Hari Basuki)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
The Joeys’ Club
JOEYS on Kang Guru Radio across the nation - 225 broadcasts every week!
Who are actually behind the voices of the JOEYS on the KGI radio program? Well, the secret is out and here just
a couple of them for you to meet. KGI asked them this question - What is good about being part of JOEYS on KGI
radio? Let’s find out from them…..
Nissa (SMP 7 Dps) as Sinta
Reading the JOEYS scripts is not easy! Sometimes Ayu gives us just 1 or 2 days to read the script at home. But
when we do the recording, there’s always some mistakes still! Phew! But it’s a good practice for
me! Ya ya Joeys!
Alicia (SMP Muhammadyah Dps) as Fatimah
I’m always happy helping KGI with the JOEYS Fatimah voice because I can improve my pronunciation. Ayu will
never let us leave the studio until we get the right pronunciation - and I like that!
Kresna (SMP 3 Dps) – as Budi
My pronunciation and reading skill is getting better since I started helping KGI by doing the voice of Budi.
We not only just read the scripts but also we have to get the right pronunciation and intonation. Being one of
the JOEYS on the radio is cool! I love it!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Klub Joeys
JOEYS di Radio Kang Guru di seluruh negeri: 225 siaran setiap minggu!
Siapa yang sebenarnya berada di belakang suara-suara JOEYS di program radio KGI? Nah, rahasianya akan dibongkar
sekarang, dan inilah beberapa dari antara mereka untuk kamu kenal. KGI bertanya kepada mereka: Apa yang baik
bagi kamu dengan menjadi bagian dari JOEYS di radio KGI? Ayo kita cari tahu…
Nissa (SMP 7 Dps) sebagai Sinta
Membaca naskah JOEYS tidak gampang! Kadang-kadang Ayu cuma memberi kami waktu 1 atau 2 hari untuk membaca naskahnya
di rumah. Tapi sewaktu kami rekaman, selalu masih ada kesalahan! Aduh! Tapi itu latihan yang bagus buat saya!
Ya ya JOEYS!
Alicia (SMP Muhammadyah Dps) sebagai Fatimah
Saya selalu senang membantu KGI dengan suara Fatimah JOEYS karena saya bisa memperbaiki pelafalan saya. Ayu tidak
akan pernah membiarkan kami meninggalkan studio kalau pelafalan kami belum benar, dan saya suka itu!
Kresna (SMP 3 Dps) sebagai Budi
Pelafalan dan keterampilan membaca saya semakin baik sejak mulai membantu KGI dengan menjadi suara Budi. Kami
tidak hanya membaca naskahnya, tetapi juga dengan pelafalan dan intonasi yang benar. Menjadi salah satu JOEYS
di radio itu keren! Saya suka sekali!
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Kang Guru In the Classroom - Feedback
Thousands of teachers have written to Kang Guru over the past twenty years. Feedback and comments from teachers
(and students) are very important to Kang Guru. We listen to what you say and try to improve our services to
best help you. Here is a selection of some recent feedback sent to Kang Guru. It’s very rewarding to know
KGI, with support from AusAID and the IALF, can help teachers and students all over Indonesia.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kang Guru di Dalam Kelas
Ribuan guru telah menulis kepada Kang Guru selama dua puluh tahun ini. Umpan balik dan komentar dari guru-guru
(dan siswa-siswa) sangat penting bagi Kang Guru. Kami mendengarkan apa yang kalian katakan dan mencoba meningkatkan
layanan kami sebaik mungkin. Kami memilih beberapa umpan balik yang akhir-akhir ini kami terima. Mengetahui
bahwa KGI, dengan dukungan dari AusAID dan IALF, dapat membantu guru-guru dan siswa-siswa di seluruh Indonesia,
membuat kami merasa bahwa jerih payah KGI selama ini membuahkan hasil yang sangat baik.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Pak Iskandar, SMK Negeri 4 Makassar had this to say:
Great Job! This is the first time that I have written to Kang Guru Indonesia and KGI’s team. Now my class
becomes more and more interesting. Your Listening and Reading Class Sets that I got from you are really helpful
and change my paradigm that English is difficult to be taught in vocational school. All my students are eagerly
follow my listening class. They really like the natives’ sounds on CD, the sounds also guarantee is very
clear.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Pak Iskandar, SMK Negeri 4 Makassar, ingin mengatakan ini:
Bagus sekali! Ini pertama kalinya saya menulis kepada Kang Guru Indonesia dan tim KGI. Sekarang kelas saya semakin
menarik. Listening and Reading Class Sets yang saya dapatkan dari Kang Guru sangat membantu dan mengubah paradigma
saya bahwa bahasa Inggris sulit diajarkan di sekolah kejuruan. Semua siswa saya bersemangat mengikuti kelas mendengarkan
saya. Mereka sangat suka suara-suara penutur asli di CD, suaranya juga dijamin jelas sekali.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
AIBEP and KGI in Lombok
Kang Guru went to SMPN 5 Gerung, Lombok on July 29 to present a special teacher workshop for 24 English language
teachers from schools built by the Australia Indonesia Basic Education Project (AIBEP) in West Lombok. Many
of those teachers were young teachers, and as with AIBEP schools, their students are all in junior high school
and are young learners. Therefore the workshop methods and materials needed to be appropriate for young learners
AND for teachers/schools often in remote areas. Sue and Kevin worked with the teachers and Kang Guru hopes to
be working with more of the AIBEP schools very soon. Did you know that there will be 2000 AIBEP constructed
schools in Indonesia by the end of this year? That's a lot of schools!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
AIBEP dan KGI di Lombok
Kang Guru berkunjung ke SMPN 5 Gerung, Lombok, pada 29 Juli untuk memberikan lokakarya guru yang istimewa bagi
24 guru bahasa Inggris dari sekolah-sekolah yang dibangun oleh Proyek Pendidikan Dasar Australia Indonesia (AIBEP)
di Lombok Barat. Banyak dari antara guru-guru itu masih muda, dan dengan sekolah-sekolah AIBEP, semua siswa
mereka duduk di bangku SMP dan merupakan pelajar muda. Oleh karena itu, metode dan materi lokakarya itu harus
cocok untuk pelajar muda DAN untuk guru-guru/sekolah-sekolah yang pada umumnya berada di daerah terpencil. Sue
dan Kevin bekerja dengan guru-guru di sana dan Kang Guru berharap dapat segera bekerja dengan lebih banyak sekolah
AIBEP. Tahukah kamu bahwa akan ada 2000 sekolah yang dibangun AIBEP di Indonesia menjelang akhir tahun ini?
Banyak sekali, ya?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Have you heard (and used) KGI's podcasts yet?
I have just received my podcast package from Kevin and am very impressed by these fabulous resources! The bi-lingual
audio files are professionally produced with clear and natural male and female Indonesian voices. Having the
podcasts and transcripts available in both English and Indonesian makes it easy to adapt and develop lessons
for various language levels. Being able to access the resources through the Kang Guru website is the best aspect
because it’s so easy to do from school and home, by teachers but most importantly by students! The theme
for June is ‘Life in Indonesia’ and topics include, bahasa problems, street vendors, traditional
markets, jam karet, motorbikes, entertainment in Indonesia and more! Suzannah Walsh, St Leonard’s College, Brighton, Australia
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Sudahkah kamu mendengar tentang (dan menggunakan) KGI podcast?
Saya baru saja menerima paket podcast dari Kevin dan sangat terkesan dengan materi yang luar biasa ini. Berkas
audio dwibahasanya disusun dengan cara yang profesional, dengan suara-suara laki-laki dan perempuan Indonesia
yang alami dan jelas. Memiliki podcast dan naskahnya dalam bahasa Inggris dan Indonesia memudahkan saya mengadaptasi
dan mengembangkan pelajaran untuk berbagai tingkat bahasa. Dapat mengakses materinya melalui situs web Kang Guru
adalah aspek terbaik karena mudah sekali dilakukan dari sekolah dan rumah, oleh guru-guru, namun yang paling
penting, oleh siswa-siswa. Tema bulan Juni adalah ‘Life in Indonesia’. Topik-topik yang terdapat
di dalamnya adalah masalah-masalah bahasa, pedagang asongan, pasar tradisional, jam karet, sepeda motor, hiburan
di Indonesia dan masih banyak lagi! Suzannah Walsh, St Leonard’s College, Brighton, Australia
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
KGI Reflections from Sorong
Maela Sangadji and Jack Rahamitu are KGI’s Sorong teacher workshop organizers and motivators. In early
2008, Jack wrote to KGI and had this to say -
’On behalf of English teachers from Sorong, West Papua province, as the chairman, allow me to extend our
gratitude to Kang Guru, AusAID and the Indonesia Australia Language Foundation for your partnerships, trainings
and visits to Sorong for English teachers and students. Kang Guru magazine is now a signal of pride when a student
shows it to his/her friends at school or in their village and family that he/she is a subscriber of the magazine.
Proud first and reading it next. We believe that Kang Guru programs facilitated by AusAID and IALF must continue
in the coming years.
Our profound gratitude also goes to His Excellency, the Australian Ambassador to Indonesia for his attention
to continue KGI programs in Indonesia. “Good Neighbours Make Good Friends”.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Refleksi KGI dari Sorong
Maela Sangadji dan Jack Rahamitu adalah pengurus dan motivator lokakarya guru KGI di Sorong. Pada awal 2008,
Jack menulis kepada KGI dan ingin mengatakan ini:
“Atas nama guru-guru bahasa Inggris dari Sorong, propinsi Papua Barat, sebagai ketua, ijinkanlah
saya menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Kang Guru, AusAID dan IALF atas kemitraan, pelatihan dan kunjungan
ke Sorong untuk guru-guru bahasa Inggris dan siswa-siswa. Majalah Kang Guru sekarang merupakan tanda kebanggaan
ketika siswa menunjukkannya kepada teman-temannya di sekolah atau di desa dan keluarga mereka, bahwa mereka berlangganan
majalah itu. Bangga dulu, baru dibaca. Kami yakin program-program Kang Guru, yang difasilitasi oleh AusAID dan
IALF, harus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Terima kasih yang sedalam-dalamnya juga kami sampaikan kepada Yang Mulia Duta Besar Australia untuk Indonesia
atas perhatian beliau untuk melanjutkan program KGI di Indonesia. “Tetangga Yang Baik Menjadi Teman Yang
Baik.”
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Who is Who?
KGI has interviewed many artists since 2002 and then featured stories about them, and others through KGI radio,
magazines and on the website. Celebrity Interviews, for example, have always been popular with readers and listeners,
right?
Did you know that KGI is happy to send copies of these interviews to you. Just write to KGI and ask for the free
Celebrity Interviews CDs. That's right, FREE!
TASK 1.
Match these descriptions with the pictures.
1. This famous Indonesian television chef started cooking professionally when she was in junior high school.
(December 2007)
2. Introducing symphonic music, both Western and Indonesian, to Indonesian people is one of this man’s
greatest dreams. Who is he? (September 2006)
3. Riding motorbikes with his friends is a favorite recreational activity and so is scuba diving. Who is this
well-liked sinetron actor? (April 2004)
4. They are one of Indonesia’s best-known rock groups BUT did you know that 75% of the songs they write
and perform are in English? (August 2004)
5. She was KGI’s very first celebrity interview. This young Jakarta lady loves jazz, bosanova, pop and‘jungle
music’. (December 2002)
6. He isn’t Indonesian but from a neighbouring ASEAN country. He told KGI that he simply loves the culture
of Indonesia and enjoys visiting Indonesia regularly. (June 2007)
7. He is only in his early 20s but he is a well-known rider on the international motorbike circuit. He is from
Yogyakarta but what is his name? (December 2007)
8. These two funny men work together on one of Indonesia’s funniest television programs. They are also
actors with several films to their credit. (June 2007 and June 2008)
9. This personality, originally from Bali, can be seen on billboards all over Indonesia promoting the anti-drug
message and healthy lifestyles. He is a fitness icon in Indonesia. (December 2005)
10. Many years ago he wanted to be a doctor but then studied to be an architect. He is a well-known serious actor
and perhaps best known for his role in ‘Gie’. (March 2006)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Siapa ini? Siapa itu?
KGI sudah mewawancarai banyak artis sejak 2002 dan meliput cerita tentang mereka dan lainnya tentang mereka melalui
radio, majalah dan situs web KGI. Wawancara selebriti, misalnya, selalu populer di kalangan pembaca dan pendengar.
Benar, kan?
Tahukah kamu bahwa KGI akan dengan senang hati mengirimkan kopi wawancara ini untuk kalian? Kirim surat saja
ke KGI dan minta CD-CD Wawancara Selebriti gratis ini. Benar, GRATIS!
TUGAS 1.
Pasangkanlah deskripsi ini dengan gambarnya.
1. Koki yang terkenal di TV Indonesia ini mulai memasak secara profesional ketika masih duduk di bangku SMP.
(Desember 2007)
2. Memperkenalkan musik simfoni, baik Barat maupun Indonesia, kepada masyarakat Indonesia adalah impian terbesar
pria ini. Siapakah dia? (September 2006)
3. Bersepeda motor dengan teman-temannya adalah kegiatan rekreasi favoritnya. Begitu juga dengan menyelam. Siapakah
aktor sinetron yang sangat digemari ini? (April 2004)
4. Mereka adalah salah satu grup musik rock terbaik di Indonesia, TETAPI tahukah kamu bahwa 75% lagu mereka ditulis
dan ditampilkan dalam bahasa Inggris? (Agustus 2004)
5. Dia adalah selebriti pertama yang diwawancarai oleh KGI . Wanita muda dari Jakarta ini sangat menyukai jazz,
bosanova, pop dan ‘jungle music’. (Desember 2002)
6. Dia bukan orang Indonesia tapi dari salah satu negara ASEAN. Dia mengatakan bahwa dia sangat menyukai budaya
Indonesia dan senang mengunjungi Indonesia secara teratur. (Juni 2007)
7. Umurnya masih dua puluhan tapi sudah jadi pembalap sepeda motor internasional yang terkenal. Dia berasal dari
Yogyakarta siapa namanya ya? (Desember 2007)
8. Dua pria kocak ini berakting bersama di salah satu acara TV Indonesia yang paling lucu. Mereka juga menjadi
pemeran utama dalam film-film mereka. (Juni 2007 dan Juni 2008)
9. Tokoh ini, yang berasal dari Bali, bisa kamu lihat di baliho-baliho di seluruh Indonesia, menggalakkan pesan-pesan
anti narkoba dan gaya hidup sehat. Dia adalah simbol kebugaran di Indonesia. (Desember 2005)
10. Dulu dia ingin jadi dokter tetapi kemudian belajar arsitektur. Dia terkenal sebagai aktor serius dan mungkin
paling dikenal karena perannya dalam ‘Gie’. (Maret 2006)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
GiGi
It has been 6 years since Kang Guru sat down with GIGI. The last time was in their office in Jakarta but in Bali
in late April 2009, the interview took place at the busy Hard Rock Café. Listen to the interview on KGI
in October/November 2009 and you’ll know what we mean.
The members of GIGI were asked what they were doing 20 years ago in 1989. Guitarist Dewa Budjana was in high
school in Surabaya just starting out on his musical career while Arman Maulana was with Thomas, a session player,
already working in Jakarta. Gusti Hendy, the drummer, was in senior high school in Banjarmasin. It is now 2009
and GIGI have just released their 17th album and a return to electric music with lyrics for the young. Their
appearance in Hard Rock Café was part of their current promotional tour. For this, their 15th year on
the Indonesian music scene, GIGI have released a special boxed set of CDs, GIGI Notes and a live DVD. It is
called ‘Peace, Love and Respect’ and if you would like a copy of this, autographed by the boys from
GIGI, then send an SMS to KGI before October 31st and answer this question - How many CDs, or albums, have GIGI
had in their career?
Kevin asked the guys about Indonesia and why they think it is the best country to live in. Thomas responded by
saying Indonesia is inexpensive in many ways with a wide variety of cultures and attractions. Arman talked about
the fact that there were many rules BUT that they were not always followed and that that was actually okay – a
certain degree of freedom when compared with strong rules and enforcement in other countries. Dewa said that
he loved the music and the culture of Indonesia – the true beauty of the country shows through in many
different ways.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Gigi
Enam tahun sudah berlalu sejak Kang Guru nongkrong bersama Gigi. Terakhir di kantor mereka di Jakarta tetapi
di Bali pada akhir April 2009, wawancaranya diadakan di Hard Rock Café yang ramai. Dengarkanlah wawancara
di KGI pada Oktober/November 2009 dan kamu akan tahu betapa ramainya kafe itu.
Anggota GIGI ditanya apa yang mereka lakukan 20 tahun yang lalu, tahun 1989. Gitaris Dewa Budjana masih sekolah
SMA di Surabaya, baru memulai karir musiknya, sedangkan Arman Maulana bersama Thomas, seorang pemain kontrakan,
sudah bekerja di Jakarta. Gusti Hendy, penggebuk drumnya, masih sekolah di SMA di Banjarmasin. Sekarang tahun
2009 dan GIGI baru saja merilis album mereka yang ke-17 dan kembali ke musik elektrik dengan lirik untuk orang
muda. Kemunculan mereka di Hard Rock Café adalah bagian dari tur promosi mereka. Untuk tahun ke-15 keberadaan
mereka di dunia musik Indonesia, GIGI telah merilis sebuah set CD istimewa yang dikemas di dalam kotak, Buku
Catatan GIGI dan DVD yang berisi pertunjukan langsung mereka. Judulnya adalah ‘Peace, Love and Respect’ dan
kalau kamu menginginkannya, yang ditandatangani oleh cowok-cowok dari GIGI itu, kirimkanlah SMS kepada KGI sebelum
31 Oktober dan jawablah pertanyaan ini: Ada berapa CD, atau album, yang telah GIGI rilis di sepanjang karir
mereka?
Kevin bertanya kepada cowok-cowok itu tentang Indonesia dan kenapa menurut mereka Indonesia adalah negeri terbaik
untuk ditinggali. Thomas menjawab dengan mengatakan Indonesia murah dalam banyak hal, dengan beragam budaya
dan atraksi. Arman berbicara tentang fakta bahwa ada banyak peraturan TETAPI peraturan itu tidak selalu dipatuhi
dan tidak apa-apa; itu merupakan kebebasan sampai ke tingkat tertentu kalau dibandingkan dengan peraturan dan
penegakan hukum yang tegas di negara-negara lain. Dewa mengatakan bahwa dia mencintai musik dan budaya Indonesia,
keindahan yang sebenarnya dari sebuah negara terlihat dalam banyak hal.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Different Pond Different Fish
Where ever you go in the world there are customs, traditions and sometimes just everyday life which might surprise
you, make you laugh, make you feel uncomfortable or even shock you. That’s life! Everyone who has traveled
to a foreign country and had an embarrassing or funny situation caused by a cross cultural misunderstanding
is encouraged to write to IALF or KGI and tell us your experiences. So what do you do when these things happen
to you? Do you hide yourself away and hope you never find yourself in one of these uncomfortable situations
or do you go out there and learn – and laugh when things don’t go right!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Lain Lubuk Lain Ikannya
Ke manapun kamu pergi di dunia ini ada kebiasaan, tradisi, dan kadang-kadang keseharian hidup yang mungkin mengherankan
kamu, membuat kamu tertawa, membuat kamu merasa tidak enak atau bahkan mengejutkan kamu. Itulah hidup! Setiap
orang yang pernah ke luar negeri dan mengalami situasi yang memalukan atau lucu, yang disebabkan oleh kesalahpahaman
lintas budaya, dianjurkan menulis kepada IALF atau KGI dan memberitahu kami tentang pengalaman kamu. Lalu, apa
yang kamu lakukan kalau hal-hal seperti itu terjadi pada dirimu? Apakah kamu bersembunyi dan berharap kamu tidak
akan pernah mengalaminya, atau kamu berani menghadapinya dan belajar, dan tertawa ketika kamu mengalaminya?
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Go Dutch
One day there was an announcement on one of the IALF notice boards about a birthday party. It was one of the
IALF teachers' birthday and he was inviting everybody to a party at the Hotel Majapahit Cafe in the evening.
We local people were really excited about going to an Australian party and imagined it would be full of tasty
food and drinks, and we were really surprised it was in the hotel cafe - yummy!
Five of my friends quickly added their names to the list and we couldn't stop talking about it. We thought Robert
was very generous to treat us all in such an expensive place. Then we realised what had happened. The truth
was, he wanted to invite everybody to his birthday party in the hotel, but expected everyone to pay their own
costs. He was just inviting people to come along and have fun on his special day. When we realised this, each
of us, one by one, erased our names from the list because we knew we couldn't afford to eat in the Majapahit
Hotel Cafe. (Hery, IALF Surabaya)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Go Dutch (Bayar Masing-masing)
Pada suatu hari ada sebuah pengumuman di salah satu papan pengumuman IALF tentang sebuah pesta ulang tahun. Itu
adalah ulang tahun salah seorang guru IALF dan dia mengundang semua orang ke pesta di Kafe Hotel Majapahit di
malam hari. Kami orang Indonesia senang sekali mau pergi ke pesta yang diadakan oleh orang Australia dan membayangkan
di pesta itu akan ada banyak makanan dan minuman yang enak-enak, dan kami heran sekali pesta itu diadakan di
kafe hotel itu. Hmm, enak sekali!
Lima teman saya dengan cepat menuliskan nama mereka di daftar itu dan kami tidak dapat berhenti berbicara tentang
hal itu. Kami pikir Robert murah hati sekali mau mentraktir kami di tempat yang mahal seperti itu. Namun kemudian
kami menyadari apa yang terjadi. Sebenarnya, dia ingin mengundang semua orang ke pesta ulang tahunnya di hotel
itu, tetapi mengharapkan semuanya membayar masing-masing. Dia hanya mengundang orang untuk datang saja dan bersenang-senang
pada hari istimewanya. Ketika kami menyadari hal ini, satu per satu kami menghapus nama kami dari daftar itu
karena kami tahu kami tidak sanggup membayar harga makanan di Kafe Hotel Majapahit. (Hery,
IALF Surabaya)
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Breakfast in the bus
This is an experience that happened to my friend who studied in Australia. One day she woke up late for lectures.
She decided to take a public transport to college. Because she was late, she decided to have her usual mixed-rice
breakfast on the bus. While she was eating, she suddenly noticed that most of the passengers were looking at
her and she wondered why. Later she found out that it is prohibited to eat on public transport in Australia.
In Indonesia it's ok to eat on public transport. (Nani, Medan)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Sarapan di Bis
Ini adalah sebuah pengalaman yang terjadi pada teman saya yang belajar di Australia. Pada suatu hari dia bangun
kesiangan untuk kuliah. Dia memutuskan naik kendaraan umum ke kampus. Karena dia terlambat, di memutuskan untuk
makan nasi campur, yang biasa dia makan untuk sarapan, di bis. Ketika dia makan, tiba-tiba dia menyadari bahwa
hampir semua penumpang memandanginya dan dia heran kenapa. Kemudian dia mengetahui bahwa makan di kendaraan
umum di Australia dilarang. Di Indonesia orang boleh makan di kendaraan umum.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Lazy Teachers
When I attended University in Manado, there were some lecturers from Australia. My first impression of them was
that they both couldn't teach and that they were too lazy to teach, because they only gave us a lot of assignments.
It was strange for me that they asked us to get involved in discussing topics that they had never taught us
and which we knew nothing about. I thought they should at least teach us about the topic first because they
were the experts. Later I realised there are some differences in the learning environments of Australia and
Indonesia. In Australia, the lecturer expects students to prepare for the topic so that they have some background
information, and can be active in class. In Indonesia, students just wait for the lecturer to give them something
or explain something. These different viewpoints mean that students and foreign lecturers may have very different
expectations of each other in the classroom.
(Marcell from Manado)
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Guru-guru yang Malas
Ketika saya kuliah di Manado, ada beberapa dosen dari Australia. Kesan pertama saya tentang mereka adalah bahwa
mereka tidak bisa mengajar dan terlalu malas untuk mengajar, karena mereka hanya memberi kami banyak tugas.
Aneh bagi saya ketika mereka meminta kami ikut mendiskusikan topik-topik yang belum pernah mereka ajarkan dan
yang sama sekali tidak kami ketahui. Saya pikir setidaknya mereka harus mengajar kami topik itu dulu karena
merekalah ahlinya. Kemudian saya menyadari bahwa ada beberapa perbedaan dalam lingkungan belajar di Australia
dan Indonesia. Di Australia, dosen mengharapkan mahasiswanya mempersiapkan diri untuk sebuah topik sehingga
mereka memiliki informasi tentang topik itu dan dapat aktif di kelas. Di Indonesia, mahasiswa hanya menunggu
dosennya memberi mereka sesuatu atau menjelaskan sesuatu. Sudut pandang yang berbeda ini berarti bahwa mahasiswa
dan dosen asing dapat memiliki harapan yang berbeda akan satu sama lain di kelas.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Kang Guru News Room
24 SMK English teachers from various towns and cities in Indonesia visited IALF Jakarta on Monday, August 10th,
2009. The visit was part of professional development activity organised by P4TK Bisnis dan Pariwisata (Centre
for Development and Empowerment of Language Teachers and Education Personnel - Business and Tourism). The first
session was a presentation by Mr. Hywel Coleman on 'How to Handle Big Classes'. Hywel, from the University of
Leeds and currently a consultant to DIKNAS, is a published expert on English language teaching in large classes
and was able to provide some useful advice and strategies to the teachers who often have to deal with this issue.
Participants were then given a briefing about the resources at IALF Jakarta for language teaching and learning.
The final session was led by Kevin Dalton, Project Manager of Kang Guru Indonesia. Kevin explained about the
services and materials available from KGI for English teachers in Indonesia. The IALF was pleased to be able
to work with DIKNAS in providing this professional development opportunity for English teachers in Indonesia.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Ruang Berita KGI
24 guru bahasa Inggris SMK dari berbagai kota besar dan kecil di Indonesia berkunjung ke IALF Jakarta pada Senin,
10 Agustus 2009. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan pengembangan profesional yang diprakarsai oleh
P4TK Bisnis dan Pariwisata. Sesi pertama adalah presentasi oleh Pak Hywel Coleman mengenai ‘Bagaimana
Menangani Kelas Dengan Banyak Siswa’. Hywel, dari University of Leeds, yang saat ini menjadi konsultan
untuk DIKNAS, merupakan ahli yang telah menerbitkan banyak tulisan dan buku mengenai pengajaran bahasa Inggris
di kelas yang siswanya banyak. Ia memberikan nasehat-nasehat dan strategi-strategi kepada guru-guru tersebut,
yang sering harus menghadapi masalah ini. Para peserta kemudian diberikan pengarahan tentang sumber-sumber materi
untuk pengajaran dan pembelajaran di IALF Jakarta. Sesi terakhir dipimpin oleh Kevin Dalton, Manajer Proyek
Kang Guru Indonesia. Kevin menjelaskan layanan dan materi yang tersedia dari KGI untuk guru-guru bahasa Inggris
di Indonesia. IALF senang dapat bekerja dengan DIKNAS, memberikan kesempatan pengembangan professional ini untuk
guru-guru bahasa Inggris di Indonesia.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)