Home › September 2010 KGI bulletin translations and podcast audio
Kang Guru Indonesia bi-lingual podcasts
taken from the September 2010 KGI Bulletin
To teachers of the Indonesian language in Australian schools, and of course English language teachers here in Indonesia, these latest KGI bilingual podcasts taken from the September 2010 KGI bulletin are a must to use in your classrooms.
Listen to the PODCASTs, both English and Indonesian versions, together with tapescripts. Why not download them onto your mobile phone or onto disc? Use them in Engliosh-language classrooms for activities and for pronunciation as voices used on the recordings include both Indonesian and native speakers of English.
Selected English language articles taken from KGI's September 2010 bulletin.
Indonesian translations of selected articles taken from the September 2010 bulletin.
Kang Guru Indonesia - September 2010
Welcome to KGI's first ever bulletin. First of all a BIG thank you to all those people who have written letters, sent emails and logged onto the new KGI Facebook Fans Page asking about KGI magazines. As we mentioned in the March magazine, there are no more KGI magazines this year. However you can still keep close contact with KGI on the web, by email and letters AND on KGI's new Facebook Fans Page.
This September KGI bulletin has been sent to all KGI-ites, English-language teachers and educational institutions on the KGI database plus all Australia Indonesia Partnership (AIP) activities in Indonesia . It is also available in pdf format on the KGI website.
Be sure to check the KGI website in November for the next edition of this bulletin.
Please continue checking the KGI website and the NEW KGI Fans Page on Facebook during the next few months for news of KGI in Indonesia.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Kang Guru Indonesia - September 2010
Selamat datang di buletin KGI yang pertama. Pertama-tama, ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang sudah menulis surat, mengirim email dan masuk ke KGI Facebook Fans Page untuk meminta majalah KGI. Seperti sudah disebutkan di majalah edisi Maret bahwa tidak ada lagi majalah KGI untuk tahun ini. Akan tetapi kalian masih bisa tetap menjaga hubungan dengan kGI melalui website, email maupun surat dan tentunya juga melalui KGI Facebook Fans Page.
Buletin KGI edisi September ini sudah dikirim ke semua pembaca Kang Guru, para guru yang mengajar bahasa Inggris, dan lembaga pendidikan yang ada di database kami termasuk ke semua proyek AIP di Indonesia. Buletin ini juga akan tersedia dalam format PDF di website KGI. Pastikan untuk mengunjungi website KGI di bulan November untuk buletin edisi selanjutnya.
Teruslah mengunjungi website KGI dan Fans Page KGI di Facebook
dalam beberapa bulan kedepan untuk informasi kegiatan KGI di Indonesia.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
The Australia-Indonesia Basic
Education Program (AIBEP) and the
Official Opening of the 2000th
AIBEP school in Indonesia
(July 15th, 2010)
AIBEP dan peresmian pembukaan sekolah AIBEP ke 2000 di Indonesia, tanggal 15 July 2010.
PART 1
A lot has
happened with the Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP) since March 6th, 2007, when
the AIBEP school construction program was announced
in Bekasi.
The Australian Minister for Foreign
Affairs attended a school inauguration
ceremony in Bekasi, West Java for the construction
of one of about 2000 junior secondary schools
to be built in Indonesia over the next three years.
The $355 million Australia Indonesia Partnership's
Basic Education Program (AIBEP) will fund the
construction or expansion of schools in 19 Indonesian
provinces.
Up to 1,225 schools are expected to
be completed by the end of 2007. The construction
program will create more than 330,000 new junior
secondary school places for 13 to 15 year olds,
targeting children from poor and remote areas.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 2
AIBEP's 2000th
school - the official opening on July 15th, 2010
by Indonesia’s Minister for Foreign Affairs,
Dr. Marty Natalegawa and his Australian counterpart,
Australia's Minister for Foreign Affairs and Trade,
Mr. Stephen Smith, in Balaraja village near Tangerang in
Banten province, a 90 minute drive from
Jakarta.
Preparations for the BIG DAY began many months
before July 15th. The school community in Balaraja,
Tangerang along with the school's students and
teachers, have spent the past year building their
new Madrasah Tsanawiyah Negeri school with assistance from AIBEP. At last
their school is ready for use, and as from July
16th the school began teaching their new Year
7 students.
On July 15th, the school was officially opened
by Australia's Minister for Foreign Affairs and
Trade, Mr. Stephen Smith and his Indonesian counterpart,
Foreign Affairs Minister, Dr. Marty Natalegawa.
The event began bright and early at 7.30am with
much excitement amongst all gathered there. School
staff and students were there along with hundreds
of community members. Their BIG day had finally
arrived.
This new Madrasah Tsanawiyah Negeri junior high school has 3 large classrooms, a
laboratory, a library, teachers' room and a toilet block.
The inclusive education school is built to allow children
with physical disabilities to attend so ramps for wheelchairs
can be seen around the school. The staff, students and
community members have worked hard for many months building
and equipping their new school for the children and
for the future generations. The gardens are already
growing well and the school area is neat and tidy and
everyone is so proud of their new school.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 1
Banyak yang sudah terjadi dengan Program Pendidikan Dasar Indonesia Australia (AIBEP) sejak tanggal 6 Maret 2007, ketika Program Pembangunan sekolah AIBEP diumumkan di Bekasi.
Menteri Luar Negeri Australia menghadiri upacara peresmian sekolah di Bekasi, Jawa Barat atas dibangunnya satu dari 2000 sekolah SMP yang akan dibangun di Indonesia selama tiga tahun mendatang. Proyek Program Pendidikan Dasar Indonesia Australia yang berdana 355 juta dolar akan membiayai pembangunan atau perluasan sekolah sekolah di 19 propinsi di Indonesia.
Sebanyak 1,225 sekolah diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2007. Program pembangunan akan menghasilkan lebih dari 330.000 SMP baru, bagi anak usia 13-15 tahun, menargetkan murid-murid dari daerah miskin dan pedalaman.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 2
Sekolah AIBEP yang ke 2000 – diresmikan pada tanggal 15 Juli 2010 oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Dr. Marty Natalegawa dan mitranya dari Australia Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Mr. Stephen Smith, di desa Balaraja dekat Tangerang di Propinsi Banten, 90 menit naik mobil dari Jakarta.
Persiapan untuk HARI BESAR ini dimulai sejak beberapa bulan sebelum tanggal 15 Juli. Komunitas sekolah di Balaraja, Tangerang bersama dengan siswa dan guru sekolah, telah menghabiskan satu tahun untuk membangun Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri dengan bantuan AIBEP. Akhirnya sekolah mereka siap digunakan, dan dari tanggal 16 Juli sekolah sudah mulai mengajar siswa siswa baru kelas 7.
Pada tanggal 15 Juli, sekolah telah resmi dibuka oleh Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Mr. Stephen Smith dan mitranya dari Indonesia Menteri Luar Negeri Indonesia bapak Marty Natalegawa. Acara dimulai pagi-pagi sekali jam 7.30 dengan kegembiraan penuh dari yang hadir. Para staf sekolah dan siswa hadir di sana bersama ratusan anggota masyarakat. Hari yang besar akhirnya datang juga.
SMP baru Madrasah Tsanawiyah Negeri memiliki 3 ruang kelas besar, satu laboratorium, satu perpustakaan, ruang guru dan kamar mandi. Sekolah pendidikan inklusif dibangun untuk memberi kesempatan anak-anak penderita cacat fisik untuk bersekolah sehingga jalur kursi roda bisa terlihat di sekitar sekolah. Staf, siswa dan anggota masyarakat sudah bekerja keras selama berbulan-bulan membangun dan melengkapi sekolah untuk anak-anak mereka dan untuk generasi masa depan. Kebun sudah tumbuh dengan indah dan area sekolah sangat rapi dan semua sangat bangga dengan sekolah baru mereka.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Dental Education Mission
Pacific Partnership2010
Eight dentists and dental assistants from the Pacific Partnership
2010 team, including Australian Navy Dentist Lieutenant Tom
Yong, arrived at SD Negeri 78 in Air Putri, Ambon, on 28 July
to conduct dental hygiene classes and a dental screening.
“We are really, really happy to have them here,” said Principal Ms Magda Mual. “We have made lots of
preparations and included the parents in the day also,” she said. Each of the school’s 259 students saw a dentist
and received a toothbrush and toothpaste to put into practice
all that they learned. The team also met with parents and
teachers from the school.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Misi Pendidikan Perawatan Gigi
Kemitraan Negara-negara Pasifik 2010
Delapan dokter gigi dan asisten dokter gigi dari Tim Kemitraan Negara-negara Pasifik 2010, termasuk Dokter Gigi dari Angkatan Laut Australia Letnan Tom Yong, tiba di SD Negeri 78, di Air Putri, Ambon, pada tanggal 28 Juli untuk memberikan pelajaran kesehatan gigi dan pemeriksaan gigi.
"Kami sungguh senang dengan kedatangan mereka disini," kata Kepala Sekolah Ms Magda Mual. "Kami melakukan banyak persiapan dan juga mengundang para orangtua pada hari itu," kata Kepala Sekolah. Setiap siswa dari 259 siswa di sekolah tersebut bertemu dengan satu dokter gigi dan mendapat satu sikat gigi dan pasta gigi untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Tim Dokter Gigi juga bertemu dengan para guru dan orangtua murid dari sekolah tersebut.
NAIDOC stands
for the National Aboriginal and Islander Day Observance
Committee. Its origins can be traced to the emergence
of Aboriginal groups in the 1920s which sought to increase
awareness in the wider community of the status and treatment
of Indigenous Australians. Today, NAIDOC is a celebration
of Aboriginal and Torres Strait Islander cultures and
an opportunity to recognise the contributions of Indigenous
Australians in various fields. Activities take place
across the nation during NAIDOC Week in the first full
week of July. All Australians are encouraged to participate.
Rob Hyatt, an indigenous Australian himself, met with
60 students from two Jakarta schools, SD Al Izhar
Jakarta and SDN Pondok Labu 11, for a morning of traditional
indigenous games from Australia. The games, some of
which are a thousand years old, are linked to the Australian indigenous (aboriginal)
culture, lifestyle and environment. The
SD students, full of energy as usual, absolutely loved these games. The games
weren’t played with spears and live animals but
with balls and moving targets (other children). The activities were fantastic
and by playing the games and learning about how these
games were played by young indigenous Australians. Their cultural importance was explained and Rob was only too willing to answer student questions about the games and indigenous culture.
The students from these two schools, both BRIDGE schools,
asked many good questions and Kang Guru Indonesia was
quite surprised and very happy to hear their high level of English. Students
also received gifts from Rob, Cultural Affairs and from
Kang Guru Indonesia and of course they loved that part of the day.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Jadi sebenarnya apa minggu NAIDOC itu?
NAIDOC singkatan dari National Aboriginal and Islander Day Observance Committee (Komite Nasional Hari Aborijin dan Kepulauan). Asal mulanya bisa ditelusuri dari munculnya kelompok aborijin di tahun 1920an yang bermaksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai status dan perlakuan terhadap penduduk asli Australia. Sekarang ini NAIDOC adalah sebuah perayaan kebudayaan Aborijin dan Kepulauan Selat Torres dan kesempatan untuk mengenali kontribusi-kontribusi penduduk asli Australia di berbagai bidang. Kegiatan berlangsung di seluruh wilayah Australia selama minggu NAIDOC di minggu pertama bulan Juli. Semua masyarakat Australia dianjurkan untuk berpartisipasi.
Rob Hyatt, yang juga penduduk asli Australia, bertemu 60 siswa dari 2 sekolah di Jakarta, SD Al Izhar Jakarta dan SDN Pondok Labu 11, untuk melakukan permainan permainan penduduk asli dari Australia. Permainan-permainan itu, yang beberapa diantaranya berumur seribu tahun, dihubungkan dengan budaya asli (aborijinal), gaya hidup dan lingkungan. Siswa siswa SD penuh dengan energi seperti biasa, sangat menyukai permainan-permainan ini. Permainan-permainan itu tidak dimainkan dengan tombak dan binatang hidup tetapi dengan bola dan target yang bergerak (anak-anak itu sendiri). Aktivitasnya sangat luar biasa dan dengan bermain, anak-anak belajar cara bermain seperti yang dilakukan anak-anak asli Australia. Pentingnya budaya dijelaskan dan Rob juga senang menjawab pertanyaan siswa tentang permainan tersebut dan kebudayaan asli.
Siswa siswa dari dua sekolah ini, keduanya dari sekolah BRIDGE memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bagus dan Kang Guru Indonesia cukup terkejut dan sangat senang mendengarkan tingkat kemampuan bahasa Inggris mereka yang tinggi. Siswa juga menerima hadiah dari Rob, Atase Kebudayaan (Kedutaan) dan dari Kang Guru Indonesia dan tentu saja anak-anak menyukai bagian saat pemberian hadiah hari itu.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Earthquakes - look out for that roof!
Do you know that most people who die in earthquakes die because of collapsing buildings. It is true! The Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) is busy working with local government authorities and local communities in many parts of Indonesia to design and build stronger structures in earthquake-prone areas such as Padang. Then the number of fatalities will be reduced. This is a huge task but Indonesia and Australia are working together and the work has begun … www.aifdr.org
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction
(Dec 09 KGI magazine)
On October 30th, a devastating 7.6 magnitude earthquake struck Padang, followed by another large earthquake the next day. Over 1000 people died and over 200,000 were made homeless. In an effort to contribute to the Government of Indonesia’s assessment of the impact, the new Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction has drawn on its scientific skills and partnerships to undertake a field assessment of the damaged buildings with the Institute of Technology Bandung and Geoscience Australia.
The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction was jointly announced by the Australian Prime Minister and the Indonesian President in late 2008. It reflects Indonesia and Australia’s concern over the growing impact of disasters in Indonesia and the region. Indonesia is one of the most disaster prone countries in the world. The high frequency of natural hazards combined with big population centres creates a very high risk of natural disasters. In particular, the risk of earthquake, volcanic eruption and tsunami is higher than for many other countries in Asia and indeed the world. The recent Padang earthquake is a tragic reminder of this high risk.
The Facility is located in Jakarta and brings together Australian and Indonesian scientists in an effort to better understand disaster risks in Indonesia. This scientific information is then used to support training and planning exercises for national and provincial disaster managers. The outcomes are also shared with the region through partnerships with APEC, ASEAN and the United Nations. In this way, the Facility will build Indonesian and regional capacities to better manage the risk of natural disasters.
The Facility’s Padang damage assessment, undertaken with Institute of Technology Bandung and Geoscience Australia, will contribute to the Government of Indonesia’s Post-Disaster Needs Assessment. This will provide information on how the communities of Padang can be supported to heal, recover and grow.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Gempa Bumi – Awas atap!
Apakah kalian tahu kalau kebanyakan orang meninggal dalam gempa disebabkan karena gedung yang runtuh. Itu benar! Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (Program Australia Indonesia berupa Fasilitas untuk Mengurangi Bencana) sibuk bekerja dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat di berbagai daerah di Indonesia untuk merancang dan membangun struktur yang lebih kuat di daerah rawan bencana seperti Padang. Dengan demikian jumlah kefatalan akan berkurang. Ini merupakan tugas yang sangat besar tetapi Indonesia dan Australia bekerja bersama-sama dan perkerjaan lelah dimulai … www.aifdr.org
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Fasilitas Indonesia –Australia untuk mengurangi bencana
(Dec 09 KGI magazine)
Pada tanggal 30 October, gempa dahsyat berkekuatan 7,6 melanda Padang, diikuti dengan gempa besar yang lain keesokan harinya. Lebih dari 1000 korban meninggal dan lebih dari 200,000 orang kehilangan tempat tinggal. Dalam usahanya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mengevaluasi dampak gempa, Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction(AIFDR) yang baru telah menyumbangkan keahlian mereka untuk mengevaluasi gedung-gedung yang rusak bekerjasama dengan Institut Tekhnologi Bandung dan Geoscience Australia.
AIFDR diumumkan bersama-sama oleh Perdana Menteri Australia dan Presiden Indonesia pada akhir tahun 2008 dan mencerminkan kepedulian Indonesia dan Australia terhadap dampak bencana di Indonesia dan wilayahnya. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang rentan bencana alam. Kondisi alam yang berbahaya digabung dengan jumlah penduduk yang padat membuat resiko terjadinya bencana alam lebih besar. Khususnya, resiko gempa, gunung meletus dan tsunami lebih tinggi dibandingkan Negara-negara lain di Asia dan bahkan di dunia. Gempa Padang yang terjadi baru-baru ini adalah bukti tragis.
Pelayanan ini bertempat di Jakarta dan mengumpulkan para ahli dari Australia dan Indonesia untuk memahami lebih baik resiko-resiko bencana alam di Indonesia. Informasi ilmiah ini kemudian digunakan untuk mendukung pelatihan dan latihan perencanaan yang diberikan untuk para pengelola bencana provinsi dan nasional. Disamping itu, hasil yang diperoleh juga akan dibagi dengan negara sekitarnya melalui kerjasama dengan APEC, ASEAN dan PBB. Dengan cara seperti ini, diharapkan adanya peningkatan kapasitas atau kemampuan Negara Indonesia dan regional untuk menangani resiko bencana alam.
Penilaian terhadap kerusakan akibat bencana di Padang yang dilakukan bersama oleh ITB dan Geoscience Australia akan memberikan kontribusi pada penilaian yang dilakukan pemerintah Indonesia tentang kebutuhan pasca bencana. Informasi tentang bagaimana mendukung penduduk Padang untuk bisa sembuh, bangkit, dan berkembang.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
Kang Guru Visit to Yogyakarta
Kang Guru Indonesia went to Yogyakarta in late
August for several reasons. The main reason was
to catch up with the innovative work of an Australian Scholarship
alumni, Prof. Dr. Ahmad Agus Setiawan. Kevin also
gave an English language presentation to students
in the physics faculty at UGM.
One of my first activities was to go
to Klaten to the village of Banyumeneng
to see the work of Professor Ahmad and his
team of UGM university students. They are
involved with the development and maintenance
of solar powered pumping system to take
water from an underground water source to
the top of the hills surrounding three villages.
The water pumped to the holding tanks above
the villages to supply water for the village
and the people who live there. Previously
the villagers had to walk many kilometers
(everyday) to collect water.
Then the villagers, mainly women, n they
had to carry the water (water is heavy)
back UP to their homes. Professor Ahmad
has been working on this wonderfully efficient
system for many years and his co-workers
from UGM are right there with him.
So what is involved?
The system is built so is that the end
of it?
Absolutely NOT!
When I visited on August 22nd, the 26 UGM students,
under guidance from Prof. Ahamd, had been living
in the village for two months working with the
community.
They had been working in areas directly related to the provision of the water such as -
- community
awareness of importance of sustainable water supplies
- the efficient use of that water
- agriculture (cacao, cattle)
- home-grown medicines
- project administration and
accountability
- public health including mosquito
control, and
- livestock development and care.
ALL
of these areas are intermingled and developed
in a coordinated way between the UGM students
and the villagers. FANTASTIC!!! It is NOT just about the water!
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
Kunjungan Kang Guru ke Yogyakarta
Kang Guru Indonesia mengunjungi Yogyakarta di akhir bulan Agustus untuk beberapa alasan. Alasan yang paling utama adalah untuk melihat hasil kerja alumni penerima beasiswa Australia, Prof.Dr.Ahmad Agus Setiawan. Kevin juga memberikan presentasi Bahasa Inggris kepada mahasiswa fakultas fisika di UGM.
Salah satu kegiatan pertama saya adalah pergi ke Klaten ke desa Banyumeneng untuk melihat hasil kerja Profesor Ahmad dan timnya, para mahasiswa UGM. Mereka terlibat dalam pengembangan dan perawatan sistem pompa tenaga matahari untuk mengambil air dari sumber air bawah tanah disalurkan ke atas bukit yang mengitari 3 desa. Air dipompa menuju tangki-tangki penampung air di atas pedesaan untuk menyediakan air untuk desa dan penduduk yang tinggal di sana.
Sebelumnya penduduk desa harus berjalan berkilo-kilo (setiap hari) untuk mengambil air. Lalu mereka (kebanyakan para wanita) harus membawa/mengangkat air ke rumah mereka.
Profesor Ahmad sudah menjalankan sistem yang sangat efisien ini selama bertahu-tahun dan para rekan kerjanya dari UGM selalu mendukungnya.
Jadi apa saja yang terlibat?
Sistem sudah dibangun jadi apakah itu adalah akhir dari proyek?
Tentu saja TIDAK!
Ketika saya berkunjung pada tanggal 22 Agustus, 26 mahasiswa UGM dibawah bimbingan Profesor Ahmad, sudah tinggal di desa itu selama dua bulan bekerja dengan masyarakat.
Mereka telah bekerja dalam bidang yang berhubungan dengan air seperti –
- kesadaran masyarakat akan pentingnya
melestarikan persediaan air
- penggunaan air secara efektif
- pertanian (kakao, ternak)
- tananaman obat-obatan
- administrasi dan pertanggungjawaban proyek
- kesehatan umum termasuk pengendalian nyamuk, dan
- pengembangan dan perawatan ternak
Semua bidang ini menjadi satu dan berkembang atas kerjasama antara mahasiswa UGM dan penduduk desa. FANTASTIS! Ini tidak menyangkut air saja.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
BRIDGE
in Dps
This is certainly NOT the first BRIDGE exchange between Indonesian and Australian schools. It will not be the last! Students and teachers from Southern Christian College, Tasmania visited SMA Muhammadiyah 1 Denpasar in August. There was no shyness at all and the students interacted very, very easily with each other. This is because they had actually known each other (via internet) for nearly 12 months as part of the BRIDGE program from AusAID - fantastic! What a great way to make friends and develop lasting links between people, and countries.
KGI was invited by Pak Hamid from SMA Muhammadyah 1 Denpasar to attend the Buka Puasa Bersama at their school. What is so special about the Buka Puasa this time?
Buka puasa bersama this time was attended by a group of students from the BRIDGE partner school from Australia along with their teachers. SMA Muhammdyah is partnered with Southern Christian College in Tasmania through BRIDGE project. Pak Hamid and another teacher from SMA Muhamadyah 1 visited Southern College in 2009 and 2010. The Tasmanian school is doing this reciprocal visit for the first time. Ayu was at the school and did some interviews with the students from both school and the Indonesian teacher from Tasmania.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
BRIDGE in Dps
Yang pasti ini bukan merupakan pertukaran BRIDGE antara sekolah Indonesia dan Australia yang pertama. Dan ini bukan yang terakhir!Guru dan murid dari Southern Christian College , Tasmania mengunjungi SMA Muhammadyah 1 Denpasar di bulan Agustus. Tidak ada rasa malu sama sekali dan siswa saling berinteraksi satu sama lain dengan mudahnya. Ini dikarenakan mereka sebenarnya sudah saling kenal (melalui internet) selama hampir 12 bulan sebagai bagian dari program BRIDGE dari AusAID – Fantastis! Jalan yang sangat bagus untuk medapatkan teman dan membentuk hubungan yang bertahan lama antar orang dan negara.
KGI diundang oleh Pak Hamid dari SMA Muhammadyah 1 Denpasar untuk menghadiri 'Buka Puasa Bersama' di sekolah mereka. Apa yang istimewa dari buka puasa kali ini?
Buka puasa bersama kali ini dihadiri oleh sekelompok siswa dari sekolah BRIDGE dari Australia bersama dengan guru-guru mereka. SMA Muhammadyah dipasangkan dengan Southern Christian College di Tasmania melalui proyek BRIDGE. Pak Hamid dan satu guru lain dari SMA Muhammadyah 1 mengunjungi Southern Christian College tahun 2009 dan 2010. Sekolah dari Tasmania ini mengadakan kunjungan balasan untuk yang pertama kalinya. Ayu datang ke sekolah dan melakukan wawancara dengan siswa-siswa dari kedua sekolah dan guru Bahasa Indonesia dari Tasmania.
PART 1
KGI recently went to Pasuruan. Sue was very BUSY. She saw
the mud flow, climbed an ancient monument, drank jamu, was
entertained by the SMP1 Sukorejo Marching Band, kidnapped
a teacher and was almost deposited at a bank!
KGI teacher workshops have been held recently in Pasuruan,
Parepare. Workshops coming up include Pariaman, Biak, Yapen
and Serang.
Want to know more about Sue's travel activities in Pasuruan? Want to see more?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 2
Here's some words from Pak Khoiron about the now, very active MGMP BIG SMP Kabupaten Pasuruan. Read what he has to say.
It was really hard to do in the beginning since the MGMP branding is not good, (before 2007) losing the teacher's trust and the members will come only on the command of their principle. The three main things we have done are -
• First, keep on providing something new for them or at least conveying common things with a new touch. This includes introducing new material, methodology, songs, icebreakers, media, etc.
• The second is always to keep trying to give more space and opportunity for the members to share everything about the best teaching and learning methods they possess. So it is hoped the members feel a sense of belonging to this forum.
• The third, trying to create a cooperation with and have valuable aid from other institutions to facilitate us in designing a sustainable program for MGMP in the forthcoming years, such as LPMP, Malang University, Surabaya State University, some English Courses, ELT Indonesia and of course KGI.
We've been very active in upgrading the members' professionalism to be the best English teachers. Besides our regular meetings (at least 7 times a year), we've enthusiastically promoted, facilitated and held various programs for fulfilling the members' needs such as, seminars, workshops, comparative studies, and even outbound trips. These trips are a combination of outbound and workshop approaches to design interesting outdoor activities. We hope that it could be another alternative to facilitate more active students, a solution for the boring classroom making it a more conducive one.
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 1
KGI baru-baru ini pergi ke Pasuruan. Sue sangat SIBUK. Dia melihat lumpur lapindo, menaiki monumen kuno, minum jamu, dihibur oleh marching band SMP 1 Sukorejo, menculik guru dan hampir didepositokan di bank!
Pelatihan guru KGI baru-baru ini diadakan di Pasuruan dan Pare pare. Pelatihan berikutnya termasuk di Pariaman, Biak, Yapen dan Serang.
Ingin tahu lebih banyak tentang aktifitas perjalanan Sue di Pasuruan? Ingin melihat lebih banyak lagi?
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
PART 2
Berikut adalah ungkapan kata dari Pak Khoiron mengenai sekolah MGMP yang sekarang menjadi besar di Kabupaten Pasuruan. Baca apa yang dia katakan.
Sangat sulit dilakukan pada awalnya karena reputasi MGMP tidak bagus, ( sebelum 2007) hilangnya kepercayaan guru dan anggota akan datang atas perintah kepala sekolah saja. Tiga hal pokok yang telah kami lakukan adalah -
• Pertama, tetap menyediakan sesuatu yang baru untuk mereka setidaknya memberikan sesuatu yang sudah ada dengan sentuhan baru. Termasuk memperkenalkan materi baru, metoda, lagu-lagu, icebreakers, media dll.
• Kedua selalu mencoba untuk memberikan ruang cukup dan kesempatan kepada para anggota untuk berbagi segalanya tentang metoda pembelajaran dan pengajaran yang paling bak yang mereka miliki. Sehingga diharapkan para anggota mempunyai rasa memiliki di dalam forum ini.
• Ketiga, mencoba untuk melakukan kerjasama dan meminta bantuan dari institusi lain untuk memfasislitasi kami dengan merancang program MGMP yang berkelanjutan dalam empat tahun mendatang, seperti LPMP, Universitas Malang, Universtias Negeri Surabaya, beberapa kursus Bahasa Inggris, ELT Indonesia dan tentu saja KGI.
Kami sudah aktif memperbaharui profesionalisme para anggota kami untuk menjadi guru- guru Bahasa inggris terbaik. Selain pertemuan rutin kami (setidaknya 7 kali setahun), kami telah secara antusias mempromosikan, memfasilitasi dan mengadakan berbagai macam program untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya seperti ; seminar, pelatihan, studi banding dan bahkan perjalanan outbound. Perjalanan ini gabungan dari outbound dan pendekatan pelatihan untuk merancang aktifitas di luar yang menarik. Kami harap ini bisa menjadi alternatif lain untuk memfasilitasi siswa siswa yang aktif, sebuah solusi untuk kelas yang membosankan menjadikannnya lebih kondusif.
(Klik tombol PLAY untuk mendengarkan dan klik link mp3 untuk DOWNLOAD segmen ke komputer anda) (MP3)
SOIna - Jakarta 2010
The Special Olympics Indonesia (SOIna) 2010 was held at the Sports Stadium in Ragunan from 24th - 30th June with more than 1300 athletes from 26 provinces and it is intended for people with intellectual/mental disabilities (tunagrahita). And these special athletes have competed in their district/town before they competed in the SOIna and then the champions compete in Special Olympics World Games.
I arrived in the venue on Sunday 27th. It took one hour to get there from the hotel - "the traffic to Ragunan is always busy” said the taxi driver. When I got there, I had to take an ojek to go to the main stadium. Unfortunately when I got there all the athletes were ready to go back to their hotel, the games were already finished. So I went to the committee base camp and met with the organising committee.
On Monday 28th, I went back to the venue to watch SOIna games. When I arrived I went to the committee base camp and met with the members. The Special Olympics games consists of 7 sports; athletics, badminton, table tennis, football, swimming, basketball and bocce ( Like permainan kelereng in Indonesia but the balls are much bigger). The committee took me around the sporting area and show me the map of the location for each game.
I was impressed by the motivation and spirit of the athletes in each game. At 3 o’clock the committee took me to the main hall to attend a seminar about Nutrition delivered by the famous Ade Rai. He gave a very interesting presentation on good food and bad food. And Ade’s advice to keep fit, first, do enough exercise , eat when you are not hungry, eat rice not more than your fistie”, - interesting isn’t it?
The closing ceremony was held in the football field at 4 pm. The participants were thrilled to see Ade Rai . Ade Rai was appointed to be the main icon for SOINA 2010 for his achievement as being an great athlete and sportsman. The organizing committee said that Ade Rai is always consistent in campaigning healthy life style and good nutrition in Indonesia.
The closing ceremony was brief. It started with some singing performances from each province and speeches from the organising committee and of course a few words from Ade Rai. The closing ceremony finished at 5.30 pm. All the participants went back to their buses and went back to the hotel and got ready to hit Ancol for some recreational activities the next day.
Watching the Special Olympics games, met the athletes were very inspiring. It’s amazing to see how people with mental disabilities with their great spirit can achieve what the normal athletes can achieve. Congratulations to everyone involved including the Australia Indonesia Partnership (AIP).
(double click PLAY button to listen and left
click to DOWNLOAD segment to your computer) (MP3)
The Special Olympics (SOIna) di Jakarta
Special Olympics Indonesia (SOIna) 2010 diselenggarkan di Stadion Olah Raga Ragunan dari tanggal 24 – 30 Juni dengan lebih dari 1300 atlet dari 26 propinsi dan diperuntukkan bagi para penderita cacat mental (tunagrahita). Para atlet ini telah bertanding di kabupaten/kota sebelum bertanding di SOIna dan para juara nantinya akan bertanding di Kejuaraan Special Olympics tingkat dunia.
Saya tiba di tempat berlangsungnya acara pada hari Minggu tanggal 27. Perlu satu jam untuk sampai kesana dari hotel – "lalu lintas ke Ragunan selalu padat" kata supir taksi. Setibanya di sana, saya harus naik ojek menuju ke stadion utama. Sayangnya ketika sampai di sana semua atlet telah bersiap-siap untuk kembali ke penginapan mereka, pertandingan sudah selesai. Saya lalu pergi ke kantor pusat panitia dan bertemu dengan panitia pengurus.
Pada hari Senin tanggal 28, saya kembali ke tempat acara untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan SOIna. Setibanya di sana saya langsung menuju ke kantor panitia dan bertemu dengan para anggota panitia. Special Olympics meliputi 7 cabang olah raga; atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, renang, bola basket dan bocce (seperti permainan kelereng tetapi bolanya lebih besar). Panitia mengajak saya berkeliling area pertandingan dan menunjukkan peta lokasi tempat pertandingan.
Saya terkesan dengan motivasi dan semangat para atlet di setiap permainan. Jam 3 sore panitia mengajak saya menuju ke aula utama untuk menghadiri seminar tentang 'Nutrisi' yang dibawakan oleh Ade Rai yang terkenal itu. Dia memberikan presentasi mengenai makanan yang baik dan tidak baik. Dan nasehat Ade untuk selalu tetap bugar, pertama, lakukan olah raga yang cukup, makan pada saat kamu tidak lapar dan makanlah nasi tidak lebih dari segenggam tanganmu", menarik kan?
Acara penutupan diadakan di lapangan olahraga jam 4 sore. Para peserta sangat antusias melihat Ade Rai. Ade Rai ditunjuk untuk menjadi aikon SOIna 2010 karena keberhasilannya sebagai atlet dan olahrwagawan yang hebat. Panitia pengurus mengatakan bahwa Ade Rai selalu konsisten dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat dan nutrisi yang baik di Indonesia.
Acara penutupan berlangsung singkat. Dimulai dengan persembahan lagu-lagu dari tiap propinsi dan pidato dari panitia pengurus dan tentu saja sepatah dua patah kata dari Ade Rai. Upacara penutupan selesai jam 5.30 sore. Semua peserta kembali ke bus dan kembali ke hotel dan bersiap siap untuk menuju ke Ancol untuk berekreasi keesokan harinya.
Melihat Pertandingan Special Olympics Indonesia, bertemu dengan para atlet sangat mengesankan. Sangat luar biasa melihat orang-orang yang mengalami cacat mental dengan semangat mereka yang tinggi dapat mencapai apa yang bisa dicapai para atlet-atlet normal. Selamat kepada semua yang terlibat termasuk Kemitraan Indonesia Australia (AIP).