Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) 2011
Australian Delegation – 15–29 May 2011
Mr Mohammed Nadeem Hussain
Nadeem is a current Executive Committee Member of the Islamic Council of Victoria (ICV), a role he has held since 2010. The ICV is the peak body for Muslim organizations in Victoria. It represents more than 90,000 Victorian Muslims through its 37 member organizations located throughout metropolitan Melbourne and rural Victoria. Nadeem is also a member of the Committee of Management for the ICV Qard Hasan No Interest Loan Scheme, providing microfinance to Australian Muslims with low incomes.
Nadeem visits Muslim prisoners at Melbourne Assessment Prison (MAP) each month, as well as Muslim immigration detainees seeking asylum and refugee status, as part of the Prison Chaplaincy program organized by the ICV. Nadeem is also the voluntary Imam for the Friday prayers each week, on a rotating monthly basis, at the University of Melbourne, ICV Mosque, MAP, and the Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), a role he has held for more than 8 years.
Nadeem is also a board member of Australian International Academy, one of Australia’s oldest and most established private Islamic Schools. He has also been active in a range of community activities including mosque open days, Islamic sporting clubs, community fundraising, and education and training sessions for non-muslims.
Nadeem is currently Vice President in the Real Estate investment division at BlackRock Inc. (NYSE: BLK), the world’s largest asset management firm and a premier provider of global investment management, risk management and advisory services, managing US$3.5 trillion globally. Nadeem has an active interest in Islamic Finance. He is married and a father of three young boys.
Ms Yasmin Hassen
Yasmin has a strong interest in policy and advocacy for women's rights and in international conflict resolution strategies. At this stage of her academic career she is now undertaking her Master of Arts (Asian Studies) by research at the Monash Asia Institute, Monash University.
In conjunction with this Masters degree, she is searching for an opportunity that will enable her to develop new professional skills so she can gain experience in an organisation that is dedicated to supporting human rights, social and community cohesion.
Dr Senem Eren
Dr Senem Eren is a dedicated life coach and business consultant who holds provisional registration as a psychologist and is passionate about empowering people to build on their unique strengths and experience their life with purpose. She has been working as a psychological researcher since 2005 and has recently completed her PhD at Melbourne University, examining the emotional responses of children who have experienced a head injury. Senem has been awarded over $95,000 in awards and scholarships for her work as a psychological researcher and has presented extensively at both national and international conferences. Her research has also been published in several internationally renowned journals.
As a public speaker and trainer, she has delivered numerous seminars and workshops in the fields of business and personal development in both Melbourne and Turkey. She has been involved with the Australian Muslim community on many fronts, as she is passionate about facilitating cultural awareness in her community and promoting social harmony and cohesion between intercultural and interfaith communities. In 2010, she joined the newly formed Moonee Valley Intercultural and Interfaith Committee as a Muslim representative to promote a better understanding of the challenges faced by multicultural communities and contribute to the planning and delivery of council services which meet the needs of the culturally, linguistically and religiously diverse communities. Senem is particularly interested in the fields of business and personal development, cultural awareness, interfaith dialogue and psychological research.
Ms Maryum Chaudhry
Maryum is a compliance officer at the Australian Taxation Office (ATO) and is currently undertaking the Executive Masters of Arts at Melbourne University. She is a graduate of Bachelor of Business (Accountancy) at RMIT University.
Maryum has extensive Muslim community involvement and volunteer experience including through:
• Care with Me Inc – Foster care program
• Muslim Women’s Council of Victoria
• Commonwealth Games
• Muslim Legal Services
• Muslim Aid – humanitarian work in Pakistan
• Interfaith camps and functions |

Ms Maryum Chaudhry and Mr Mohammed Nadeem Hussain

Dr Senem Eren and Ms Yasmin Hassan

MEP 2011 Australian participants with Mr.Greg Moriarty, Australia's Ambassador to Indonesia

Maryum Chaudry (back row - fifth from left), one of the Australian participants of the Muslim exchange Program 2011 with children at Istiqlal Mosque for Friday prayers on 20 May. (Credit: Australian Embassy Jakarta)

Mohammed Nadeem Hussain, an Australian participant of the Australia-Indonesia Institute's Muslim Exchange Program, learning to
play the gamelan at Ahmad Dahlan University Yogyakarta. (Credit: Muhammad
Irsyadul Ibad, Sy/irsyad@infest.or.id)
|
Pak Mohammed Nadeem Hussain
Nadeem saat ini menjadi Anggota Komite Eksekutif Dewan Islam Victoria (ICV), suatu peran yang dipegangnya sejak 2010. ICV adalah badan tertinggi organisasi Muslim di Victoria. ICV mewakili lebih dari 90.000 Muslim Victoria melalui 37 organisasi-organisasi anggota yang berlokasi di seluruh metropolitan Melbourne dan pedalaman Victoria. Nadeem juga anggota Komite Manajemen untuk Skema Pinjaman Tanpa Bunga Qard Hasan ICV, yang memberikan pendanaan mikro kepada Muslim Australia dengan penghasilan rendah.
Nadeem mengunjungi narapidana Muslim di Penjara Penilaian Melbourne (MAP) setiap bulannya, maupun tahanan imigrasi Muslim yang mencari status suaka dan pengungsi, sebagai bagian dari program Keagamaan Penjara (Prison Chaplaincy) yang dikelola oleh ICV. Nadeem juga Imam sukarela untuk sholat Jumat setiap minggu, dengan giliran bulanan, di Universitas Melbourne, Masjid ICV, MAP, dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), suatu peran yang ia jalani selama lebih dari 8 tahun.
Nadeem juga anggota dewan Australian International Academy, salah satu Sekolah Islam swasta tertua dan paling Mapan di Australia. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan termasuk hari-hari mosque open, klub-klub olahraga Islam, pencarian dana kemasyarakatan, dan sesi-sesi pendidikan dan pelatihan untuk non-Muslim.
Nadeem saat ini menjadi Wakil Presiden divisi investasi real estate di BlackRock Inc. (NYSE: BLK), perusahaan manajemen aset terbesar di dunia dan penyelenggara primer manajemen investasi global, manajemen risiko dan jasa advis, yang mengelola dana sebesar US$3,5 triliun secara global. Nadeem has an active interest in Islamic Finance. He menikah dan bapak tiga anak laki-laki.
Ibu Yasmin Hassen
Yasmin mempunyai minat besar dalam kebijakan dan advis untuk hak-hak wanita dan strategi penyelesaian pertikaian internasional. Pada tahap karir akademis dia ini Yasmin kini sedang mengambil program magister - Master of Arts - (Kajian Asia) dengan mengadakan penelitian di Monash Asia Institute, Monash University.
Bersamaan dengan gelar Magister ini, Yasmin sedang mencari kesempatan yang akan memungkinkannya untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan profesional baru sehingga Yasmin dapat memperoleh pengalaman di suatu organisasi khusus untuk mendukung to hak azasi manusia, kohesi sosial dan masyarakat.
Dr Senem Eren
Dr Senem Eren pelatih pribadi khusus (dedicated life coach) dan konsultan bisnis yang mempunyai registrasi sementara sebagai psikolog dan memiliki minat besar pada pemberdayaan orang untuk mengembangkan kekuatan dan menjalani hidup mereka dengan cita-cita. Ia telah bekerja sebagai peneliti psikologi sejak 2005 dan baru-baru ini menyelesaikan pendidikan PhD di Universitas Melbourne, dengan menguji tanggapan emosional anak yang mengalami cedera kepala. Senem telah memperoleh lebih dari A$95.000 penghargaan dan beasiswa untuk karyanya sebagai peneliti psikologi dan pembicara di berbagai konferensi nasional dan internasional. Penelitiannya juga diterbitkan di beberapa jurnal internasional yang ternama.
Sebagai pembicara di depan umum dan pelatih, ia telah memberikan banyak sekali seminar dan lokakarya dalam bidang bisnis dan pengembagan pribadi baik di Melbourne maupun Turki. Ia telah terlibat dengan masyarakat Muslim Australia dalam banyak bidang mengingat ia memiliki minat besar dalam memfasilitas kesadaran budaya di masyarakatnya dan memajukan keserasian dan konesi sosial antara masyarakat antar-budaya dan antar-agama. Pada 2010, ia bergabung dengan Moonee Valley Intercultural and Interfaith Committee yang baru saja didirikan sebagai perwakilan Muslim untuk memajukan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat multikultural dan memberi sumbangsih pada perencanaan dan pelaksanaan layanan dewan yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat majemuk secara budaya, bahasa dan agama. Senem secara khusus tertarik dengan bidang-bidang pengembangan bisnis dan pribadi, kesadaran budaya, dialogu antar agama dan penelitian psikol
Ibu Maryum Chaudhry
• Petugas kepatuhan dai Kantor Pajak Australia (ATO)
• Saat ini mengikuti program magister Executive Masters of Arts di Universitas Melbourne dan sarjana Bachelor of Business (Akuntansi) di Universitas RMIT
• Keterlibatan kemasyarakatan Muslim yang luas dan pengalaman sukarela termasuk berikut ini -
• Care with Me Inc –Program pembinaan remaja
• Dewan Wanita Muslim Victoria
• Pesta Olahraga Persemakmuran
• Layanan Hukum Muslim
• Muslim Aid – karya kemanusiaan di Pakistan
• Perkemahan dan kegiatan antar-agama.
|
Media Release - 13 May 2011
Young Australian Muslims Leaders to Experience Islam in Indonesia
A delegation of young Australian Muslim leaders will arrive in Indonesia on Sunday 15 May to participate in a bilateral exchange program aimed at strengthening the understanding of Islam and inter-faith issues in both countries.
Australian Ambassador to Indonesia Greg Moriarty said the Australian delegation was a reflection of the broad cultural diversity of Australia’s Muslim community made up of over 70 different ethnic backgrounds, including from Indonesia. The delegation comprises of three females and two males, all of whom are impressive young leaders in the Australian Muslim community.
Muslim contact with Australia pre-dates European settlement to the sixteenth century when Macassan traders and fishermen interacted with local Indigenous people throughout northern Australia.
“It is important that these young Australian Muslims are able to gain a better understanding of the role of religion in Indonesia and share their perspectives on a range of issues,” the Ambassador said.
During their two week program in Indonesia (15-29 May 2011) they will visit Jakarta, Yogyakarta, and Bandung and meet with community and religious leaders, academics and media representatives. The delegation will also experience the Buddhist Waisak celebrations in Yogyakarta and spend a day with students and teachers from Pesantren Daar el Qolam in Tangerang.
From March to June 2011, three Indonesian Muslim delegations are making reciprocal visits to Australia on this annual Australia Indonesia Exchange Program for Young Muslim Leaders (MEP). The final group will depart for Australia in early June. This exchange program was established in 2002 by the Australian Government through the Australia-Indonesia Institute (AII). The AII fulfils a unique and vital role in fostering friendship and promoting understanding between Australia and Indonesia.
Tokoh Muda Muslim Australia Menelusuri Islam di Indonesia
Delegasi tokoh muda Muslim Australia akan tiba di Indonesia pada Minggu 15 Mei 2011 untuk ambil bagian dalam program pertukaran bilateral yang dimaksudkan untuk memperkukuh pemahaman Islam dan isu-isu antar-agama di kedua negara.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, berujar delegasi Australia ini merupakan pencerminan keanekaragaman budaya masyarakat Muslim Australia yang luas yang terdiri lebih dari 70 latar belakang etnis yang berbeda-beda, termasuk dari Indonesia. Delegasi ini terdiri dari tiga wanita dan dua pria, semuanya adalah tokoh muda yang luar biasa di masyarakat Muslim Australia.
Kontak Muslim Australia sudah terjadi sebelum pemukiman Eropa di Australia pada abad keenambelas saat pedagang dan nelayan Makasar berinteraksi dengan Penduduk Asli setempat di seluruh Australia utara.
“Adalah penting bahwa para pemuda Muslim Australia dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang peran agama di Indonesia dan berbagi perspektif mereka tentang berbagai macam isu,” ujar Dubes.
Selama program dua minggu di Indonesia (15-29 Mei 2011) mereka akan berkunjung ke Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung serta bertemu dengan para pemimpin masyarakat dan agama, akademisi dan perwakilan media. Delegasi ini juga akan menghadiri perayaan Waisak di Yogyakarta dan tinggal selama sehari dengan para pelajar dan guru Pesantren Daar el Qolam di Tangerang.
Sejak Maret hingga Juni 2011, tiga delegasi Muslim Indonesia melakukan kunjungan balasan ke Australia dalam Program Pertukaran Tokoh Muda Muslim Australia Indonesia ini. Kelompok terakhir akan bertolak ke Australia pada awal Juni. Program pertukaran ini didirikan pada 2002 oleh Pemerintah Australia melalui Lembaga Australia-Indonesia (AII). AII memainkan peran yang unik dan vital dalam memupuk persahabatan dan memajukan pemahaman antara Australia dan Indonesia.
Australia-Indonesia Young Muslim Leaders Exchange Program (MEP)
The Australia-Indonesia for Young Muslim leaders Exchange Program (MEP) began as a three-year pilot program in 2002 with the aim of building links between Muslim communities in both nations and promoting greater understanding about Islam in Australia and Indonesia.
The Australia-Indonesia Institute (AII), an Australian Government initiative, decided in a 2005 meeting to have this program as one of the AII's flagship programs.
MEP is highly regarded and received an Award for Excellence in the field of Australian Muslim contributions to Australia in February 2007 from the Islamic Council of Victoria. As a result, New Zealand introduced an exchange program modelled on this one and The Australian Government has subsequently introduced similar exchange programs with Malaysia, the Philippines and Thailand.
The program is funded by the Australian Government through The AII. Selection process is independent, discerning and rigorous. Candidates, who apply through a newspaper advertisement, are interviewed and chosen by a selection panel consisting of an AII board member, Islamic Council of Victoria member, and a representative from The University of Melbourne. AII selection panel representatives have significant background in Indonesia and Islam. Participants are selected based on their extensive networks, contribution to their community, and capacity to act as ambassadors in interfaith dialogue.
The Indonesian group usually travels to Australia in 3 groups of three or four. Groups are selected along gender lines and to match interests and availability to travel. The program in Australia covers a number of cities (Melbourne, Sydney and Canberra) and usually runs for two weeks. The Australian delegation travels in one group to Indonesia and consists of five young Muslim leaders.
As part of their program, Indonesian participants have met the Foreign Minister, Governor-General, state/territory and federal parliamentarians; religious leaders, groups representing the Jewish, Christian, Hindu, Buddhist and Muslim faiths; visited secular and religious schools; SBS radio and Radio Australia; universities; and, a number of Australian cultural icons.
Australian participants also visit Indonesia for about two weeks. Apart from Jakarta they visit Yogyakarta and Bandung. Their program includes calls on political figures, NGOs, universities, pesantren/ madrasah, and a visit to Buddhist Waisak celebrations at Borobudur.
|
|