| Home > AusAID Projects > AusAID Archives > BAPEDAL East Java Institutional Strengthening Project | ![]() |
in Indonesia December 2001 Bahasa Indonesia - Click Here
Click for more information about - BAPEDAL
East Java Institutional Strengthening Project Formal Courses supported by the Project. Action Learning Courses supported by the Project.
'This project commenced in Surabaya in August last year. August 2000. The project is an environmental project and the aim of the project is to strengthen firstly the provincial BAPEDAL - the provincial environmental impact management agency in Surabaya. Secondly it is to strengthen Kabupaten level environmental management agencies. So it's working in East Java at both the provincial level and at Kabupaten level.
|
![]() |
![]() |
Some other interesting things that we've done have involved action learning processes. The big difference between the formal courses and the action learning is that in Action Learning we've got people learning as they go, they're learning by doing. They're not just sitting in a chair and listening to lectures but they're actually learning as they experience the course as they go along. One action learning activity we held was in Kabupaten Gresik and that was in the Kecamatan Driyorejo in Bampe village. And this was a pollution control action learning exercise where we brought in people from all segments of the of the community, to be involved in this exercise.
![]() |
![]() |
And by this I mean we brought in the government people such as the provincial people from BAPEDAL, the provincial environmental agency. And we brought in the kabupaten level environmental government people. We involved the NGOs from that area, as well as the community from that area. And we also involved the industries in the area. Now in this area of Gresik there is a large number of factories along a very small river which is called Kali Tengah.
![]() |
![]() |
And we have people using the river and we have industries using the river. So we have a lot of pollution problems on the river and so the idea of this was to get all the people involved, coming together and what we would like to say is 'singing from the same sheet of music'. And by this we mean that we want people to be able to work together and understand each other. In the past we've had government's doing their own thing. We've had NGOs or LSM doing their own things. We've had the community probably being neglected and we've had a situation which is not good and nothing has been achieved. So the idea of the action learning was to bring everyone together and to let them all understand each other. They all have problems. Some have answers and we want to get everyone, as we said, 'singing from the same sheet of music'.
This exercise proceeded very well and we found that the industries cooperated very well and allowed community people and NGOs, LSMs to come into their factories to look at the waste treatment plants that factories have and to understand some of the problems that the factories have. We also need the factory people to understand the problems of the village people. The government people must understand all the problems and try to bridge the gap and become more down-to-earth so that they can offer solutions in helping with the problems. Now this action learning exercise is finished for the moment there but we're not leaving it there because we're going to have many follow-up activities and action plans will be developed for going on into the future'.

Proyek Penguatan Kelembagaan BAPEDAL Propinsi Jawa Timur
John McGregor adalah Ketuam Tim dari Australia untuk proyek AusAID di Surabaya yang disebut Proyek Penguatan Kelembagaan BAPEDAL Propinsi Jawa Timur.
Baru-baru ini John berbincangbincang dengan KGRE. Inilah petikan perbincangan mereka.
"Proyek ini dimulai di Surabaya pada bulan Agustus tahun lalu, Agustus 2000. Proyek ini merupakan proyek lingkungan dan tujuan proyek ini adalah, pertama-tama, memperkuat BAPEDAL propinsi - lembaga pengelolaan dampak lingkungan wilayah propinsi di Surabaya. Kedua, untuk memperkuat lembaga pengelolaan dampak lingkungan di tingkat Kabupaten. Jadi proyek ini berkerja di Jawa Timur baik pada tingkat propinsi maupun kabupaten.
Beberapa kegiatan yang baru-baru ini kami laksanakan adalah pelatihan dan kami telah melakukan tiga kursus formal. Yang pertama adalah kursus AMDAL. AMDAL merupakan proses penilaian dampak lingkungan di mana industri harus mendapatkan persetujuan pemerintah dari sudut lingkungan, apakah kegiatan yang mereka ajukan lulus AMDAL atau tidak. Jadi kursus pertama yang kami sponsori dilakukan oleh ITS, Institut Teknologi Surabaya dan ini mencakup kursus AMDAL A, B, dan C. Kedua, kami mensponsori kursus penanganan lahan dan konservasi (LMC). Kami menyebutnya kursus LMC dan ini dilakukan di Universitas Brawijaya, Malang. Penanganan Lahan dan Konservasi berkepentingan terhadap pemanfaatan lahan dan konservasi lingkungan yang memadai di seluruh Indonesia khususnya Jawa Timur. Kursus singkat formal ketiga yang kami lakukan adalah IPC. IPC berarti Integrated Pollution Control (Pengendalian Pencemaran Terpadu). Kursus ini merupakan kegiatan tambahan yang dilakukan oleh ITS, Institut Teknologi Surabaya dalam pengendalian pencemaran. Hal-hal yang kami bahas adalah masalah-masalah seperti pencemaran air, udara, limbah rumah tangga dan limbah berbahaya. Kami juga mengambil contoh air yang melibatkan masyarakat. Sampel itu lalu kami bawa ke laboratorium untuk pengetesan. Kursus yang berlangsung satu minggu yang kami lakukan di ITS Surabaya.
Kami telah melakukan beberapa hal menarik yang melibatkan proses action learning. Perbedaan besar antara kursus formal dan action learning adalah bahwa dalam Action Learning kita memiliki orang-orang yang belajar, mereka belajar dengan jalan melakukan pekerjaan yang mereka akan lakukan (learning by doing). Mereka tidak hanya duduk di kursi dan mendengarkan kuliah tetapi mereka sesungguhnya belajar saat mereka menjalani kursus. Satu kegiatan action learning yang kami selenggarakan adalah di desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ini merupakan latihan action learning tentang pengawasan pencemaran dengan melibatkan peserta dari semua segmen masyarakat.
Dengan cara ini juga saya melibatkan orang-orang duduk di pemerintahan propinsi (BAPEDAL), lembaga lingkungan propinsi serta pejabat di tingkat kabupaten. Kami melibatkan LSM, masyarakat, dan kalangan industri di wilayah tersebut. Saat ini, banyak pabrik yang berdiri di sepanjang sungai Kali Tengah. di wilayah Gresik.
Kami memiliki orang dan industri yang memanfaatkan sungai. Jadi kami memiliki banyak masalah pencemaran sungai sehingga gagasan ini berusaha untuk mengajak orang-orang yang terlibat di dalamnya, datang dan membahas masalah kita. Inilah yang kami sebut dengan berdendang dengan irama yang sama. Yang kami maksudkan adalah kami ingin agar orang-orang bisa bekerja bersama dan saling memahami. Di masa lalu kami melihat pejabat orang pemerintah hanya berkerja sendiri-sendiri. Kami memiliki LSM melakukan kegiatannya sendiri. Kami memiliki masyarakat yang mungkin terabaikan dan kami menghadapi situasi yang tidak bagus dan tidak ada yang dicapai. Jadi gagasan action learning adalah untuk menghimpun semua orang bersama-sama dan membiarkan mereka semua saling memahami satu sama lain. Mereka semua punya masalah. Sebagian punya jawaban dan kami ingin mengajak setiap orange untuk berdendang dengan irama yang sama tadi.
Latihan ini berlangsugn sangat baik dan kami mengetahui bahwa industri bekerjasama dengan baik dan mengizinkan masyarakat dan LSM untuk datang ke pabrik mereka untuk melihat instalasi pengolahan limbah mereka sehingga mereka bisa memahami sebagian masalah yang dihadapi oleh pabrik-pabrik. Kami juga perlu agar pemilik pabrik memahami masalah yang dihadapi oleh penduduk desa. Pejabat pemerintah juga harus memahami semua masalah dan mencoba menjembatani kesenjangan yang ada dan turun ke bawah untuk menawarkan solusi untuk membantu pemecahan masalah tersebut. Saat ini action learning sudah selesai untuk sementara waktu tetapi kami tidak ingin berhenti sampai di sana saja karena kami akan memiliki banyak kegiatan tindak lanjut dan rencana aksi yang akan dikembangkan di masa depan'.
![]() |
![]() |
![]() |