KangGURU Radio EnglishHome page
  Home > AusAID Projects > AusAID Archives > Income Generating Activities for Local Communities
KangGURU Radio English

KangGURU and AusAID
in Indonesia

Bahasa Indonesia - Click Here
Income Generating Activities for Local Communities

Silk Worm Production in Maumere

Dian Desa, based in Yogyakarta, Kupang and Maumere is a very active LSM in Indonesia throughout Indonesia. AusAID, through their Small Activities Scheme projects is providing direct assistance to small local self-help like Dian Desa. In Warita, Maumere, a group of very enthusiastic and hard working people are developing a mulberry plantation (morat) which will eventually support production of silk cocoons and silk thread. Dian Desa has been learning about silk worms and transferring what they have learnt to local communities. These communities will use the information given to them by Dian Desa to set up silk worm farms from which they will be able generate income for their community. AusAID has contributed Rp.73,000.000 to assist Dian Desa with this work.

In December 2000, Dian Desa provided training for 19 participants from 7 kabupaten in Flores and West Timor in aspects of growing mulberries and silk worm development. The program is well underway with impressive results already achieved with not only the plantation (those ulat sutra can sure eat a lot of leaves) but in the production of silk thread as well.

More leaves fellas - Petrus, Ansel and Gaspar S. Patty, hard at work in Maumere.

Silk worms have a very interesting life.
Gaspar S. Patty from Dian Desa gave KGRE some interesting information about silkworms and their life. 

If you like to eat and sleep then you will 
find this  information quite amusing. 

After hatching the silk worm larvae start eating mulberry leaves and they eat them for three days.

Let's start eating and sleeping.


 After three days they sleep for the first time - for 18  hours.
They wake up and eat for another 4 days and then sleep - for 24 hours.
Then they eat for four more days and sleep - for 36 hours.
After waking up they eat for 5 to 7 days based on the climate - 5 days for  hot weather and maybe 7 days in cold weather.
After all that time eating and sleeping, they spend the next seven days making their cocoon.
'Let's check to see that they are eating and sleeping'. The ulat start to make the silk thread.
The silk thread is made. The silk thread is ready to collect.
The cycle is finished. Time for a little party!
For more information on silkworms and their lifecycle  - Click Here

The Dian Desa 'farm' , about 20 minutes from Maumere is also experimenting in other areas. They are learning through experience so that later they can pass on the information that they have to community groups and to people. This will hopefully enable more people to generate their own incomes by following the footsteps of the Dian Desa organization.

Plenty to squawk about! New cooking techniques!
Experimenting with growing white pepper. Purifying water by solar power!
It was great to visit with Rikardus, Daniel and Anselmus in Warita and KG was really well looked after. We were all very impressed, not only with the work being done but also with the 'farm' that they have developed there. The farm reminded me a lot of an Aussie friends farm in the north-east Victoria. There were so many activities underway and all with the purpose of experimenting and trying out activities which have the potential to be income generating.
Small Activities Scheme 

The Indonesia-Australia Small Activities Scheme (SAS) is one of the most flexible and responsive elements of Australia's aid program to Indonesia. SAS grants are made to groups, usually non-governmental, which can show they have a well planned community-based project and have the capacity to implement it and manage the funds. The grants might include start-up funds for new rural industry such as bee-keeping or poultry breeding or for small water supply and sanitation projects or well-drilling work.

Kegiatan-kegiatan untuk Meningkatan Pendapatan Penduduk Setempat - Produksi Ulat Sutra di Maumere

Dian Desa, yang berlokasi di Yogyakarta, Kupang dan Maumere adalah sebuah LSM Indonesia yang sangat aktif melakukan kegiatan di seluruh Indonesia. AusAID, melalui proyek-proyek Small Activities Scheme memberikan bantuan langsung kepada lembaga swadaya setempat seperti Dian Desa. Di Warita, Maumere, sekelompok masyarakat yang sangat antusias dan bekerja keras mengembangkan peternakan arbei/mulberry (morat) yang pada untuk mendukung produksi kepompong ulat sutra dan benang sutra. Dian Desa telah mempelajari ulat sutra dan menularkan apa yang telah mereka pelajari kepada masyarakat setempat. Masyarakat akan memanfaatkan informasi yang diberikan oleh Dian Desa untuk mengembangkan peternakan ulat sutra untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. AusAID telah memberi bantuan sebesar Rp 73,000.000 untuk membantu Dian Desa dalam pekerjaan ini.

Pada bulan Desember 2000, Dian Desa menyelenggarakan pelatihan bagi 19 peserta dari 7 kabupaten di Flores dan Timor Barat dalam rangka pembudidayaan arbei/mulberries dan pengembangan ulat sutra. Program ini telah berjalan baik dengan hasil yang sangat mengesankan tidak saja dalam peternakan (ulat sutra) tetapi juga dalam produksi benang sutra.

Ulat sutra memiliki kehidupan yang sangat menarik. Gaspar S. Patty dari Dian Desa memberikan informasi menarik tentang ulat sutra dan siklus hidupnya kepada KGRE.

Jika hobi Anda adalah makan dan tidur maka informasi berikut akan sangat lucu.

Setelah menetas larva ulat sutra mulai memakan daun-daun arbei dan memakannya selama tiga hari.

Setelah tiga hari mereka tidur untuk pertama kalinya - selama 18 jam.

Mereka bangun dan makan selama 4 hari kemudian tidur lagi - selama 24 jam.

Lalu mereka makan selama empat hari lagi dan tidur - selama 36 jam. Setelah bangun mereka makan lagi selama 5 sampai 7 hari tergantung cuaca - 5 hari dalam cuaca panas dan mungkin 7 hari dalam cuaca dingin.

Setelah semua waktunya digunakan untuk makan dan tidur, mereka menghabiskan tujuh hari berikutnya untuk membuat kepompong.

Untuk informasi lebih banyak tentang ulat sutra dan siklus hidupnya - klik disini

'Peternakan' Dian Desa yang terletak sekitar 20 menit dari Maumere juga melakukan kegiatan lain. Mereka belajar dari pengalaman sehingga kelak mereka bisa menularkan informasi yang mereka miliki untuk kelompok-kelompok masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak orang yang bisa mendapatkan penghasilan dengan mengikuti jejak organisasi Dian Desa.

Berkunjung KG ke Warita bersama Rikardus, Daniel dan Anselmus sangatlah menyenangkan. Kami semua sangat terkesan, tidak saja dengan pekerjaan yang dilakukan tetapi juga dengan 'peternakan' yang mereka kembangkan di sana. Peternakan itu banyak mengingatkan saya dengan peternakan teman-teman Australia di daerah Victoria timur laut. Begitu banyak kegiatan yang dilakukan dan semuanya dengan tujuan untuk mencoba kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi peningkatan pendapatan.

Small Activities Scheme
The Indonesia-Australia Small Activities Scheme (SAS) merupakan salah satu unsur yang paling fleksibel dan responsif dari program bantuan pemerintah Australia kepada Indonesia. Dana bantuan hibah SAS diperuntukkan bagi kelompok-kelompok, biasanya lembaga nonpemerintah yang bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki proyek yang bertumpu pada masyarakat, terencana dengan baik, dan memiliki kapasitas untuk menerapkan dan mengelola dana tersebut. Dana tersebut bisa termasuk dana permulaan untuk industri pedesaan baru semacam peternakan lebah atau penetasan unggas atau proyek pengadaan air dan kebersihan atau pekerjaan penggalian sumur;

Return to Archive of AusAID Project Reports


Students across the archipelago learn English with Kang GURU Learning English is Fun!
AusAID in Indonesia - Australian Government IALF Education for Development Radio Republic Indonesia