| Home > AusAID Projects > AusAID Archives > Women's Health and Family Welfare | ![]() |
Bahasa Indonesia
Here are Noor Alam, Angela, Ruth and Rahmi, to tell you a little more about themselves.
Women's Health and Family Welfare - April 2004Ini merupakan tahap kedua dari Proyek
Kesehatan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga, yang dijalankan mulai bulan
Juli 1995 hingga Oktober 1998. Tahap kedua berganti nama menjadi Proyek
Kesehatan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga. Menjelang akhir tahap ini,
proyek bantuan pemerintah Australia (AusAID) ini akan meliputi seluruh
wilayah kecamatan di Nusa Tenggara Barat dan delapan wilayah kecamatan
di Nusa Tenggara Timur. Rahmi mengatakan, "Ada beberapa masalah yang dimiliki para wanita di desa itu. Beberapa di antaranya adalah persediaan air, tingginya tingkat perceraian dan perkawinan kembali, perkawinan dini, tingkat pendidikan yang rendah, wanita-wanita yang harus bekerja sewaktu hamil, dan kurangnya pengetahuan tentang kehamilan dan perawatan bayi. Para wanita dan pria di desa itu menyadari adanya masalah-masalah tersebut dan mereka bekerja sama untuk mengatasinya. Untuk mengatasi salah satu masalah mereka membentuk Kelompok Pemakai Air. WHFW mendukung mereka tetapi penduduk sendirilah yang membangun tangki-tangki air dan mencari cara yang lebih baik untuk mendistribusikan air. Sampai sejauh ini mereka sudah membangun 3 tangki air yang besar. Sekarang para wanita dapat memperoleh air dengan lebih mudah. Hal ini sangat membantu mengurangi beban kerja mereka karena mengambil air dianggap sebagai pekerjaan wanita. Hal itu telah memberi dampak yang signifikan terhadap kesehatan wanita. Sewaktu hamil, mereka masih mengambil air, tetapi air sudah tersedia lebih dekat ke rumah-rumah mereka. Memang mereka harus membayar untuk air itu. Uangnya dikumpulkan dari setiap rumah tangga dan selalu ada uang lebih. Uang tersebut digunakan untuk membantu wanita-wanita yang melahirkan dengan bantuan bidan di Polindes. Ini adalah cara yang bagus sekali untuk mengurangi jumlah wanita yang melahirkan di rumah dengan bantuan dukun beranak tradisional, yang bukan dibantu oleh pekerja medis yang memenuhi syarat." Berikut Noor Alam, Angela, Ruth dan Rahmi menceritakan kepada Anda tentang diri mereka. 'Halo, nama saya Noor Alam. Saya berasal dari Jawa Barat jadi saya orang Sunda. Sebelum bergabung dengan proyek ini saya bekerja di beberapa proyek yang serupa di beberapa propinsi, kemudian bergabung dengan proyek ini pada bulan Juli 2002. Saya bekerja di proyek di propinsi NTB ini sebagai Wakil Ketua Kelompok/Koordinator Propinsi. 'Nama saya Angela Taggart. Saya bekerja di Proyek WHFW sebagai Penasihat Kesehatan Ibu Pasca-Melahirkan. Saya berasal dari Sydney Australia tetapi saya lahir di Irlandia Utara. Saya sangat senang bekerja dengan rekan-rekan saya dari Australia dan Indonesia dalam banyak kegiatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir di NTB. Saya senang bekerja terutama sekali dengan bidan-bidan di masyarakat dan staf di puskesmas untuk menigkatkan mutu pekerjaan mereka di masyarakat." 'Hai, nama saya Ruth Nicholls. Saya berasal dari Sydney di Asutralia. Saya sudah bekerja di proyek ini selama 9 bulan sebagai Penasehat Peningkatan Kesehatan di NTB. Saya benar-benar senang bekerja di Lombok dan Sumbawa, terutama ketika memfasilitasi kegiatan-kegiatan peningkatan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap keselamatan ibu. Bersama badan-badan pemerintah, kami telah membuat materi-materi yang berwarna-warni dan informatif untuk digunakan para pekerja lapangan sewaktu berdiskusi dengan masyarakat mengenai perlunya kesehatan bagi wanita hamil.' 'Saya Rahmi Sofiarini. Saya berasal
dari Lombok. Saya sudah bekerja di proyek ini selama 16 bulan dalam
peran saya sebagai Penasehat untuk Partisipasi Masyarakat. Tanggung
jawab saya adalah membantu dan memfasilitasi rekan-rekan kerja komponen
ketiga proyek ini, yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat. Itu merupakan
badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang menarik yang telah kami lakukan dalam proyek
ini adalah melatih para fasilitator lapangan dan beberapa anggota masyarakat
dari tingkat desa dengan pendekatan partisipatif untuk membantu menganalisis
kondisi kesehatan mereka dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah-masalah
yang sedang mereka hadapi.' |
![]() |
![]() |
![]() |