Jumping 'roosHome page

Australia Indonesia Partnership (AIP)
Latest News Travel In the Classroom Connection Clubs KGI in Indonesia
Forum Stories Joeys Oz Indo Connection KGI Staff
Bulletin/Magazine Podcast/Video Idioms Inggris Different Pond Different Fish KGI 20th Anniversary
Radio Competitions Quick Fix Interviews Contact Us

Home › KGI 20th Anniversary 2008 - 2009 with the Australia-Indonesia Partnership

KangGuru Indoneia


KGI's 20th Anniversary Collage

KGI 20th Anniversary celebrations in Makassar with Best Forum at SMK 1 Mks
KGI 20th Anniversary celebrations
with Best Forum at SMK 1 Makassar

on July 19th

KGI 20th Anniversary celebrations at SMA Budi Utomo in Jombang
KGI 20th Anniversary celebrations
at SMA Budi Utomo in Jombang,
East Java on July 18th

KGI celebrations at SMP Bustanul Makmur in Genteng

KGI celebrations at SMP Bustanul
Makmur in Genteng, East Java
on July 14th

 

Postal address for Kang GURU:
PO Box 3095,  Denpasar,  80030
Bali,  Indonesia
+62 361 225243

Email contacts
kangguru@ialf.edu
kdalton@ialf.edu
oyutarini@ialf.edu
srodger@ialf.edu
akusumastuti@ialf.edu

 

 

Kang Guru Indonesia's 20th Anniversary 2009

Kang GURU English language services to Indonesia started in 1989. This means that Kang GURU Indonesia is celebrating 20 years of service in Indonesia.

Kang Guru Indonesia Latest News

 

The KGI 20th Anniversary Photo Gallery is ready NOW

KGI's 20th Anniversary

PLUS many reflections from people who have been associated
with Kang Guru going way back to 1989

Take a look at KGI's 20th Anniversary Busy Letter

Reflections on KGI and 20 Years in Indonesia from readers, listeners and people working with the Australia Indonesia Partnership (AIP) in bahasa Indonesia

One of Kang Guru's roles in Indonesia is to let people know just how much good work is done in Indonesia through the Australia-Indonesia Partnership (AIP). We also tell you about the many other links that exist between our two nations.

Over the years KGI has reported on, visited, and interviewed many of the people who carry out this work. These people, both Indonesians and Australians, may work with development projects in areas such as education, health, agriculture and the environment. Many others interviewed and visited have been involved in other aspects of the Oz-Indo relationship including the wide range of people to people links, sporting and cultural ties, and business.

Here are just a few reflections from just some of those people plus reflections from our regular readers and listeners too. English version

Australia's Minister For Foreign Affairs, Mr. Stephen Smith

Australia's Ambassador to Indonesia, Mr. Bill Farmer

Amarullah from Sumbawa Prof. Tim Lindsey, Australia Indonesia Institute (AII)
John McComb - Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health (AIPMNH), Oebobo, Kupang, NTT Mirah Nuryati from ACIAR (Jakarta)
John Schottler from ANTARA in Kupang  


Majalah Kang Guru Indonesia edisi September ini menandai 20 tahun kehadiran Kang Guru di Indonesia.

Sejak 1989, Kang Guru Indonesia telah memberikan kombinasi pembelajaran bahasa Inggris, pautan orang-per-orang antara kedua negara, dan wadah untuk memperluas dan memperdalam kemitraan kita menjadi potensi daerah dan global yang besar. Selama dua dekade terakhir ini, Kang Guru Indonesia telah meraih ratusan ribu siswa, guru dan masyarakat. Radio Kang Guru sekarang melakukan siaran setiap minggu di lebih dari 160 stasiun radio di seluruh Indonesia.
Majalah Kang Guru Indonesia telah disebarkan ke lebih dari sejuta pelajar bahasa Inggris. Ribuan sekolah di seluruh Indonesia juga telah mendapatkan manfaat dari materi-materi, lokakarya-lokakarya, dan bahan-bahan belajar daring dari Kang Guru Indonesia yang mendukung kurikulum pelajaran bahasa Inggris di sekolah.

Sejarah dan geografi telah mempersatukan negara kita, tetapi keterlibatan yang aktif dan kreatif masyarakat dan pemerintahan kita selama enam dekade inilah yang telah mengikat kita sebagai tetangga, teman, dan mitra. Kita bekerja sama di dalam cara-cara yang praktis untuk menangani beragam masalah, misalnya perubahan iklim dan saling membantu merespon bencana alam. Dengan memperluas ikatan antara masyarakat kita, kita akan lebih memperkuat kemitraan kita. Program Kang Guru Indonesia membantu memastikan agar generasi Australia dan Indonesia mendatang saling mengenal dan memahami dengan lebih baik. Hal ini akan membantu menjamin kemitraan tulus yang berkesinambungan dengan tetangga dan teman-teman di Indonesia.

Saya mengucapkan selamat kepada Kang Guru Indonesia atas keberhasilannya yang nyata dan 20 tahun yang sukses.

Stephen Smith
Menteri Luar Negeri Australia

Mr. Stephen Smith in Jakarta
August 2008


Istri saya, Elaine, dan saya, pertama kali berhubungan dengan Kang Guru pada Januari 2006, persis setelah saya memulai penugasan saya sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia. Tim KGI mengundang kami untuk mengunjungi kantor mereka. Sejak itu kami berdua memperhatikan dan menyenangi pekerjaan yang dilakukan tim KGI di Indonesia karena pekerjaan mereka menyumbang pada ikatan dan pemahaman Australia – Indonesia yang lebih kuat. Selain menggalakkan pekerjaan Kemitraan Australia-Indonesia, KGI juga berhasil menemukan kegiatan antar orang yang menarik, yang benar-benar mencerminkan ika

Kami juga senang melihat pekerjaan yang berharga yang dilakukan KGI dengan guru-guru dan murid-murid mereka di seluruh negeri ini. Kadang-kadang saya mengunjungi situs web KGI di Laporan Perjalanan tim KGI dan saya selalu terkesan dengan tempat-tempat yang mereka kunjungi dan orang-orang yang mereka temui, seraya mereka menggalakkan bahasa Inggris dan Kemitraan Australia-Indonesia. Saya ucapkan semoga berhasil kepada tim KGI untuk di masa depan dan masa kini. Selamat yang sebesar-besarnya atas Dirgahayu ke-20, dan satu kata terakhir untuk menggambarkan KGI – luar biasa!

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Pak Bill Farmer


Dear KGI,

KGI Yth,
Bercerita tentang bagaimana pertama kali saya mendapatkan KGI selalu menyenangkan. Ketika saya masih kuliah dulu, saya tidak tahu bahasa Inggris sama sekali, karena pada dasarnya saya tidak memiliki latar belakang bahasa Inggris. Saya tidak punya banyak keterampilan berbahasa Inggris. Berbeda dengan teman-teman saya yang lain, yang pada umumnya memiliki latar belakang bahasa Inggris.  Namun, hal itu tidak membuat saya lemah dan putus asa, karena teman-teman selalu mendukung saya, dan membuat saya senang belajar bahasa Inggris. Tetapi kadang-kadang saya bosan karena saya tidak punya cukup kosakata atau frasa atau kalimat.

Untungnya, salah seorang teman mengajak saya bergabung dengan SAC (Self Access Center) di UNRAM Mataram, di mana para mahasiswa bisa mengakses program-program bahasa Inggris sendiri di laboratorium bahasa. Sangat berbeda dengan universitas saya, UMM Mataram, yang belum memiliki lab bahasa.

Dengan memperhatikan, mendengarkan dan membaca di lab bahasa, saya berkenalan dengan majalah KGI. Di sana saya menemukan alamat KGI, tepatnya pada awal 2003. Saya menulis surat kepada KGI dengan bahasa Inggris yang sederhana sebaik mungkin, dengan meniru surat-surat pembaca majalah KGI lain di halaman Listeners’ Letters. Pada Agustus 2003, majalah KGI pertama yang saya terima menambah semangat saya. Saya membaca majalah KGI dengan menerjemahkan kata per kata, karena cuma itu yang bisa saya lakukan. Saya ingin mewujudkan ambisi saya memiliki keterampilan berbahasa Inggris. Kang Guru tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris kepada saya dan mendorong semangat belajar saya, tetapi juga memperkenalkan kepada saya dunia www, atau yang dikenal sebagai Ilusi Nyata.

Kang Guru tidak hanya mendorong semangat belajar saya akan hal-hal itu, tetapi bermanfaat karena saya sering menggunakan bahan-bahan dari majalah Kang Guru untuk tugas kuliah. Saya lulus kuliah dari Fakultas Bahasa Inggris dan kembali ke desa dengan nilai yang cukup baik. Namun, menurut saya, keterampilan bahasa Inggris saya masih kurang, terutama dalam Tata Bahasa.

Kang Guru telah memberi saya inspirasi dan membimbing saya dengan baik dalam belajar. Sekarang saya sudah menjadi guru, tetapi KGI masih tetap Kang Guru saya.
Pengalaman pertama saya sebagai guru, saya mengajar di SMPN 2 Utan selama kira-kira setahun. Sesudah menyelesaikan tugas mengajar di sana, saya cuti beberapa bulan. Kemudian saya kembali mengajar di  SMPN 1 Utan sampai sekarang. Saya menggunakan alamat sendiri untuk bersurat atau bersms dengan KGI. 

Nah, KGI, itulah sedikit dari saya. Sampai surat berikutnya, ya. Terima kasih!
Amrullah
Ds. Pukat RT 02/03
(Dpn Kantor Desa)
Kec. Utan, Sumbawa
NTB 84352


Selamat! Atas nama Komite Australia Indonesia Institute dan Sekretariatnya, saya menyampaikan selamat yang sebesar-besarnya kepada Kapten Kang Guru dan rekan-rekannya atas Dirgahayu ke-20!

Selama lebih dari dua dekade Kang Guru telah bekerja membangun jembatan pemahaman di antara kedua negara yang bertetangga ini, yang telah membantu tak terhitung banyaknya orang Indonesia mengembangkan pemahaman yang lebih baik akan Australia, dan demikian juga sebaliknya.

Pekerjaan ini penting dan memberi pengaruh yang besar, dan melalui pekerjaan ini Kang Guru telah memberikan kontribusi yang penting bagi hubungan bilateral kita. Pertama-tama, melalui siaran, situs web, surat berkala dan seminar, Kang Guru telah menunjukkan dengan sangat jelas betapa efektifnya pelatihan bahasa untuk menjembatani perbedaan-perbedaan di antara dua budaya. Yang kedua, KGI juga telah menunjukkan betapa memperkayanya penjembatanan itu bagi semua orang yang terlibat, hampir selalu membuat orang senang dan memberikan pengetahuan dan pengertian. Hal ini mengingatkan kita bahwa persamaan yang kadang-kadang tidak kelihatan, yang dimiliki setiap manusia, sungguh sangat penting dibandingkan dengan perbedaan yang sering lebih kelihatan di permukaan, yang ada karena budaya dan tradisi.

Dan hal-hal ini bukan hanya karena membuat kita merasa hangat dan nyaman (karena memang begitu!), tetapi juga karena di dunia yang terglobalisasi ini, di mana revolusi perjalanan dan IT membuat jarak semakin kecil, kapasitas untuk menjembatani perbedaan budaya segera menjadi keterampilan hidup yang mendasar. Nyatanya, hal itu menjadi sejenis mata uang, suatu nilai yang berharga di dunia yang perlahan-lahan berubah dari di mana identitas dengan tegas didasarkan pada kategori kebangsaan dan kesukuan, menjadi di mana identias jamak dan bergeser. Kini kita hidup di dunia di mana kita sering memilih dari identitas, dan bergerak di antara identities sesuai tuntutan keadaan, tergantung pada apakah kita berbicara di Skype dengan seseorang di bagian bumi yang lain, mengobrol dengan teman sekelas atau kakek-nenek di rumah, atau wawancara kerja di Jakarta atau Melbourne. Dalam hal ini, pekerjaan KGI di Radio Kang Guru merupakan investasi yang signifikan untuk masa depan negara dan masyarakat kita.

 


BRIDGE participants in Melbourne in March 2009 with Kathe Kirby from AEF, the Indonesian Ambassador to Australia and his wife and far right, Prof. Tim Lindsey from the Australia Indonesia institute (AII)

Kami di Australia Indonesia Institute beruntung dapat berbagi mandate dengan Kang Guru. Tugas kami juga adalah membangun jembatan pemahaman dan persahabatan antara Australia dan Indonesia melalui pautan orang-per-orang. Kami telah sangat dibantu oleh dukungan yang tak kenal lelah dan semangat Kang Guru dan staffnya di dalam upaya-upaya kami untuk memenuhi tantangan itu. Malahan, kelihatannya seoalh-olah tidak soal acara apa yang kami dukung di Indonesia, dan tidak soal di mana itu, Kevin Dalton dan stafnya selalu di sana – kalian pernah tidur, tidak sih?!

Jadi, sekali lagi, selamat kepada Kevin dan timnya – hiduplah Kang Guru! – dan untuk dua puluh tahun berikutnya: berjuang terus!
Professor Tim Lindsey,
Ketua Australia Indonesia Institute (AII)

Selama Program Rehabilitasi dan Manajemen Terumbu Karang yang didanai oleh AusAID dari 2001 sampai 2004, kami bekerja dengan erat bersama Kang Guru sebagai wadah tambahan untuk mempublikasikan keberhasilan program itu dan memberikan informasi kepada masyarakat nelayan di seluruh Indonesia untuk mengelola ekosistem marina dekat pantai dengan lebih baik. Kang Guru mengadakan beberapa kunjungan ke lokasi-lokasi program di seluruh Indonesia, dan memperoleh informasi tangan pertama serta menerbitkannya di situs web dan majalahnya. Para pembaca KGI tidak hanya dapat belajar tentang pengelolaan lingkungan laut yang baik, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Rekaman-rekaman [wawancara dan/atau pembacaan] yang dikirim ke stasiun-stasiun radio juga memberikan tidak hanya informasi tentang program itu, tetapi juga mendukung orang-orang yang berharap dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara mereka. Oleh karena itu, pada Dirgahayunya yang ke-20 ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kang Guru dan mengucapkan selamat atas 20 tahun masa pelayanan dan dukungan yang luar biasa kepada siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
John Schottler
ANTARA Kupang



Pertama kali saya tahu tentang Kang Guru adalah tahun 1990-an, sewaktu Kang Guru dikelola oleh Pak Greg Clough. Sejak itu interaksinya bertumbuh secara signifikan.
Saya mendapati bahwa KGI adalah salah satu media yang bermanfaat dan informatif untuk mengangkat profil ACIAR dan kesadaran masyarakat akan kegiatan-kegiatan penelitian yang kami lakukan di Indonesia. Penyebaran KGI yang luas di seluruh negeri ini memungkinkan kami meraih minat orang-orang yang tinggal di wilayah pedesaan dan membagi informasi serta pengetahuan tentang keberhasilan-keberhasilan ACIAR. Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus atas dukungan yang luar biasa yang telah KGI berikan kepada kami. Merupakan kesempatan emas bagi kami untuk berkolaborasi dengan KGI dan kami berharap dapat memperkuat ikatan dengan KGI di masa yang akan datang. Selamat yang sebesar-besarnya atas Dirgahayu Kang Guru yang ke-20 dan dua jempol untuk Tim KGI!!
Mirah Nuryati from ACIAR in Jakarta

 

Mirah has worked with ACIAR for 17 years. During those 17 years Mirah has made regular trips to Australia - Sydney, Darwin, Melbourne, Brisbane are just some of them and of course, Canberra, where ACIAR's headquarters are located.


Kang Guru kerap muncul kembali (atau lebih tepatnya melompat-lompat kembali?)

Pertama kali saya bertemu Kang Guru adalah ketika saya mulai bekerja di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 2001 di dalam Proyek Ibu Sehat Bayi Sehat. Kevin Dalton, dalang Kang Guru yang selalu jalan-jalan keliling Indonesia, datang ke Kendari untuk bertanya-tanya tentang proyek kami, mewawancarai staf dan pasien, juga menyebarkan kabar baik kepada guru-guru tentang bahan-bahan pengajaran yang dibuat oleh Kang Guru untuk mengajar di sekolah dan universitas. Selama empat tahun ketika saya tinggal di Sulawesi Tenggara, Kevin berkunjung beberapa kali, dan selalu mampir untuk bertemu tim ISBS. Kemudian, ketika saya bekerja di Aceh, di Sumatera Utara, Jawa dan di Papua di dalam program AusAID atau yang didanai oleh donor lainnya, saya sering bertemu orang-orang yang bersemangat berlatih berbahasa Inggris. Saya senang dapat menyarankan mereka untuk menggunakan materi Kang Guru yang mudah didapatkan di situs webnya atau di radio. Kevin, juga muncul di mana-mana, kadang-kadang di Jakarta, kadang-kadang di Bali atau di tempat-tempat lain. Sekarang saya bekerja di Nusa Tenggara Timur, masih berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Mudah-mudahan ‘gerombolan’ Kang Guru juga akan mengunjungi kami di sini. Saya beruntung mendapatkan teman-teman sejati melalui Kang Guru dan pautan yang Kang Guru berikan untuk materi belajar bahasa Inggris. Oh ya, salam khusus untuk Nani, guru bahasa Inggris yang baik sekali di Bau Bau, Buton.
John McComb - Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health (AIPMNH), Oebobo, Kupang, NTT

sites that work right

Students across the archipelago learn English with Kang GURU Learning English is Fun!
AusAID in Indonesia - Australian Government IALF Education for Development Radio Republic Indonesia