
KGI 20th Anniversary celebrations
with Best Forum at SMK 1 Makassar
on July 19th

KGI 20th Anniversary celebrations
at SMA Budi Utomo in Jombang,
East Java on July 18th
KGI celebrations at SMP Bustanul
Makmur in Genteng, East Java
on July 14th
Postal address for Kang GURU:
PO Box 3095, Denpasar, 80030
Bali, Indonesia
+62 361 225243
Email contacts
kangguru@ialf.edu
kdalton@ialf.edu
oyutarini@ialf.edu
srodger@ialf.edu
akusumastuti@ialf.edu
|
Reflections on KGI and 20 Years in Indonesia from readers, listeners and people working with the Australia Indonesia
Partnership (AIP) in bahasa Indonesia
One of Kang Guru's roles in Indonesia is to let people know just how much good work is done in Indonesia through
the Australia-Indonesia Partnership (AIP). We also tell you about the many other links that exist between our
two nations.
Over the years KGI has reported on, visited, and interviewed many of the people who carry out this work. These
people, both Indonesians and Australians, may work with development projects in areas such as education, health,
agriculture and the environment. Many others interviewed and visited have been involved in other aspects of the
Oz-Indo relationship including the wide range of people to people links, sporting and cultural ties, and business.
Here are just a few reflections from just some of those people plus
reflections from our regular readers and listeners too. English
version
Majalah Kang Guru Indonesia edisi September ini menandai 20 tahun
kehadiran Kang Guru di Indonesia.
Sejak 1989, Kang Guru Indonesia telah memberikan kombinasi pembelajaran bahasa Inggris, pautan orang-per-orang
antara kedua negara, dan wadah untuk memperluas dan memperdalam kemitraan kita menjadi potensi daerah dan global
yang besar. Selama dua dekade terakhir ini, Kang Guru Indonesia telah meraih ratusan ribu siswa, guru dan masyarakat.
Radio Kang Guru sekarang melakukan siaran setiap minggu di lebih dari 160 stasiun radio di seluruh Indonesia.
Majalah Kang Guru Indonesia telah disebarkan ke lebih dari sejuta pelajar bahasa Inggris. Ribuan sekolah di seluruh
Indonesia juga telah mendapatkan manfaat dari materi-materi, lokakarya-lokakarya, dan bahan-bahan belajar daring
dari Kang Guru Indonesia yang mendukung kurikulum pelajaran bahasa Inggris di sekolah.
|
Sejarah dan geografi telah mempersatukan negara kita, tetapi keterlibatan yang aktif dan kreatif masyarakat
dan pemerintahan kita selama enam dekade inilah yang telah mengikat kita sebagai tetangga, teman, dan mitra.
Kita bekerja sama di dalam cara-cara yang praktis untuk menangani beragam masalah, misalnya perubahan iklim
dan saling membantu merespon bencana alam. Dengan memperluas ikatan antara masyarakat kita, kita akan lebih
memperkuat kemitraan kita. Program Kang Guru Indonesia membantu memastikan agar generasi Australia dan Indonesia
mendatang saling mengenal dan memahami dengan lebih baik. Hal ini akan membantu menjamin kemitraan tulus
yang berkesinambungan dengan tetangga dan teman-teman di Indonesia.
Saya mengucapkan selamat kepada Kang Guru Indonesia atas keberhasilannya yang nyata dan 20 tahun yang sukses.
Stephen Smith
Menteri Luar Negeri Australia
|
Mr. Stephen Smith in Jakarta
August 2008
|
Istri saya, Elaine, dan saya, pertama kali berhubungan dengan Kang
Guru pada Januari 2006, persis setelah saya memulai penugasan saya sebagai Duta Besar Australia untuk Indonesia.
Tim KGI mengundang kami untuk mengunjungi kantor mereka. Sejak itu kami berdua memperhatikan dan menyenangi pekerjaan
yang dilakukan tim KGI di Indonesia karena pekerjaan mereka menyumbang pada ikatan dan pemahaman Australia – Indonesia
yang lebih kuat. Selain menggalakkan pekerjaan Kemitraan Australia-Indonesia, KGI juga berhasil menemukan kegiatan
antar orang yang menarik, yang benar-benar mencerminkan ika
|
Kami juga senang melihat pekerjaan yang berharga yang dilakukan KGI dengan guru-guru dan murid-murid mereka
di seluruh negeri ini. Kadang-kadang saya mengunjungi situs web KGI di Laporan Perjalanan tim KGI dan saya
selalu terkesan dengan tempat-tempat yang mereka kunjungi dan orang-orang yang mereka temui, seraya mereka
menggalakkan bahasa Inggris dan Kemitraan Australia-Indonesia. Saya ucapkan semoga berhasil kepada tim KGI
untuk di masa depan dan masa kini. Selamat yang sebesar-besarnya atas Dirgahayu ke-20, dan satu kata terakhir
untuk menggambarkan KGI – luar biasa!
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Pak Bill Farmer
|
|
Dear KGI,
KGI Yth,
Bercerita tentang bagaimana pertama kali saya mendapatkan KGI selalu menyenangkan. Ketika saya masih kuliah dulu,
saya tidak tahu bahasa Inggris sama sekali, karena pada dasarnya saya tidak memiliki latar belakang bahasa Inggris.
Saya tidak punya banyak keterampilan berbahasa Inggris. Berbeda dengan teman-teman saya yang lain, yang pada
umumnya memiliki latar belakang bahasa Inggris. Namun, hal itu tidak membuat saya lemah dan putus asa,
karena teman-teman selalu mendukung saya, dan membuat saya senang belajar bahasa Inggris. Tetapi kadang-kadang
saya bosan karena saya tidak punya cukup kosakata atau frasa atau kalimat.
|
Untungnya, salah seorang teman mengajak saya bergabung dengan SAC (Self Access Center) di UNRAM Mataram, di
mana para mahasiswa bisa mengakses program-program bahasa Inggris sendiri di laboratorium bahasa. Sangat
berbeda dengan universitas saya, UMM Mataram, yang belum memiliki lab bahasa.
Dengan memperhatikan, mendengarkan dan membaca di lab bahasa, saya berkenalan dengan majalah KGI. Di sana
saya menemukan alamat KGI, tepatnya pada awal 2003. Saya menulis surat kepada KGI dengan bahasa Inggris yang
sederhana sebaik mungkin, dengan meniru surat-surat pembaca majalah KGI lain di halaman Listeners’ Letters.
Pada Agustus 2003, majalah KGI pertama yang saya terima menambah semangat saya. Saya membaca majalah KGI dengan
menerjemahkan kata per kata, karena cuma itu yang bisa saya lakukan. Saya ingin mewujudkan ambisi saya memiliki
keterampilan berbahasa Inggris. Kang Guru tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris kepada saya dan mendorong
semangat belajar saya, tetapi juga memperkenalkan kepada saya dunia www, atau yang dikenal sebagai Ilusi Nyata.
Kang Guru tidak hanya mendorong semangat belajar saya akan hal-hal itu, tetapi bermanfaat karena saya sering
menggunakan bahan-bahan dari majalah Kang Guru untuk tugas kuliah. Saya lulus kuliah dari Fakultas Bahasa
Inggris dan kembali ke desa dengan nilai yang cukup baik. Namun, menurut saya, keterampilan bahasa Inggris
saya masih kurang, terutama dalam Tata Bahasa.
|
|
Kang Guru telah memberi saya inspirasi dan membimbing saya dengan baik dalam belajar. Sekarang saya sudah menjadi
guru, tetapi KGI masih tetap Kang Guru saya.
Pengalaman pertama saya sebagai guru, saya mengajar di SMPN 2 Utan selama kira-kira setahun. Sesudah menyelesaikan
tugas mengajar di sana, saya cuti beberapa bulan. Kemudian saya kembali mengajar di SMPN 1 Utan sampai
sekarang. Saya menggunakan alamat sendiri untuk bersurat atau bersms dengan KGI.
Nah, KGI, itulah sedikit dari saya. Sampai surat berikutnya, ya. Terima kasih!
Amrullah
Ds. Pukat RT 02/03
(Dpn Kantor Desa)
Kec. Utan, Sumbawa
NTB 84352
Selamat! Atas nama Komite Australia Indonesia Institute dan Sekretariatnya,
saya menyampaikan selamat yang sebesar-besarnya kepada Kapten Kang Guru dan rekan-rekannya atas Dirgahayu ke-20!
Selama lebih dari dua dekade Kang Guru telah bekerja membangun jembatan pemahaman di antara kedua negara yang
bertetangga ini, yang telah membantu tak terhitung banyaknya orang Indonesia mengembangkan pemahaman yang lebih
baik akan Australia, dan demikian juga sebaliknya.
Pekerjaan ini penting dan memberi pengaruh yang besar, dan melalui pekerjaan ini Kang Guru telah memberikan kontribusi
yang penting bagi hubungan bilateral kita. Pertama-tama, melalui siaran, situs web, surat berkala dan seminar,
Kang Guru telah menunjukkan dengan sangat jelas betapa efektifnya pelatihan bahasa untuk menjembatani perbedaan-perbedaan
di antara dua budaya. Yang kedua, KGI juga telah menunjukkan betapa memperkayanya penjembatanan itu bagi semua
orang yang terlibat, hampir selalu membuat orang senang dan memberikan pengetahuan dan pengertian. Hal ini mengingatkan
kita bahwa persamaan yang kadang-kadang tidak kelihatan, yang dimiliki setiap manusia, sungguh sangat penting
dibandingkan dengan perbedaan yang sering lebih kelihatan di permukaan, yang ada karena budaya dan tradisi.
|
Dan hal-hal ini bukan hanya karena membuat kita merasa hangat dan nyaman (karena memang begitu!), tetapi juga
karena di dunia yang terglobalisasi ini, di mana revolusi perjalanan dan IT membuat jarak semakin kecil,
kapasitas untuk menjembatani perbedaan budaya segera menjadi keterampilan hidup yang mendasar. Nyatanya,
hal itu menjadi sejenis mata uang, suatu nilai yang berharga di dunia yang perlahan-lahan berubah dari di
mana identitas dengan tegas didasarkan pada kategori kebangsaan dan kesukuan, menjadi di mana identias jamak
dan bergeser. Kini kita hidup di dunia di mana kita sering memilih dari identitas, dan bergerak di antara
identities sesuai tuntutan keadaan, tergantung pada apakah kita berbicara di Skype dengan seseorang di bagian
bumi yang lain, mengobrol dengan teman sekelas atau kakek-nenek di rumah, atau wawancara kerja di Jakarta
atau Melbourne. Dalam hal ini, pekerjaan KGI di Radio Kang Guru merupakan investasi yang signifikan untuk
masa depan negara dan masyarakat kita.
|

BRIDGE participants in Melbourne in March
2009 with Kathe Kirby from AEF, the Indonesian Ambassador to Australia and his wife and far right, Prof. Tim
Lindsey from the Australia Indonesia institute (AII)
|
Kami di Australia Indonesia Institute beruntung dapat berbagi mandate dengan Kang Guru. Tugas kami juga adalah
membangun jembatan pemahaman dan persahabatan antara Australia dan Indonesia melalui pautan orang-per-orang.
Kami telah sangat dibantu oleh dukungan yang tak kenal lelah dan semangat Kang Guru dan staffnya di dalam upaya-upaya
kami untuk memenuhi tantangan itu. Malahan, kelihatannya seoalh-olah tidak soal acara apa yang kami dukung di
Indonesia, dan tidak soal di mana itu, Kevin Dalton dan stafnya selalu di sana – kalian pernah tidur,
tidak sih?!
Jadi, sekali lagi, selamat kepada Kevin dan timnya – hiduplah Kang Guru! – dan untuk dua puluh tahun
berikutnya: berjuang terus!
Professor Tim Lindsey,
Ketua Australia Indonesia Institute (AII)
|
Selama Program Rehabilitasi dan Manajemen Terumbu Karang yang didanai
oleh AusAID dari 2001 sampai 2004, kami bekerja dengan erat bersama Kang Guru sebagai wadah tambahan untuk
mempublikasikan keberhasilan program itu dan memberikan informasi kepada masyarakat nelayan di seluruh Indonesia
untuk mengelola ekosistem marina dekat pantai dengan lebih baik. Kang Guru mengadakan beberapa kunjungan ke
lokasi-lokasi program di seluruh Indonesia, dan memperoleh informasi tangan pertama serta menerbitkannya di
situs web dan majalahnya. Para pembaca KGI tidak hanya dapat belajar tentang pengelolaan lingkungan laut yang
baik, tetapi juga meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Rekaman-rekaman [wawancara dan/atau pembacaan]
yang dikirim ke stasiun-stasiun radio juga memberikan tidak hanya informasi tentang program itu, tetapi juga
mendukung orang-orang yang berharap dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara mereka. Oleh
karena itu, pada Dirgahayunya yang ke-20 ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kang Guru dan mengucapkan
selamat atas 20 tahun masa pelayanan dan dukungan yang luar biasa kepada siapa saja yang ingin meningkatkan
kemampuan berbahasa Inggrisnya.
John Schottler
ANTARA Kupang
|
|
|
Pertama kali saya tahu tentang Kang Guru adalah tahun 1990-an, sewaktu Kang
Guru dikelola oleh Pak Greg Clough. Sejak itu interaksinya bertumbuh secara signifikan.
Saya mendapati bahwa KGI adalah salah satu media yang bermanfaat dan informatif untuk mengangkat profil ACIAR
dan kesadaran masyarakat akan kegiatan-kegiatan penelitian yang kami lakukan di Indonesia. Penyebaran KGI
yang luas di seluruh negeri ini memungkinkan kami meraih minat orang-orang yang tinggal di wilayah pedesaan
dan membagi informasi serta pengetahuan tentang keberhasilan-keberhasilan ACIAR. Kami menyampaikan rasa terima
kasih dan penghargaan yang tulus atas dukungan yang luar biasa yang telah KGI berikan kepada kami. Merupakan
kesempatan emas bagi kami untuk berkolaborasi dengan KGI dan kami berharap dapat memperkuat ikatan dengan
KGI di masa yang akan datang. Selamat yang sebesar-besarnya atas Dirgahayu Kang Guru yang ke-20 dan dua jempol
untuk Tim KGI!!
Mirah Nuryati from ACIAR in Jakarta
Mirah has worked with ACIAR for 17 years. During those 17 years Mirah has made regular trips to Australia
- Sydney, Darwin, Melbourne, Brisbane are just some of them and of course, Canberra, where ACIAR's headquarters
are located.
|
|
Kang Guru kerap muncul kembali (atau lebih tepatnya
melompat-lompat kembali?)
Pertama kali saya bertemu Kang Guru adalah ketika saya mulai bekerja di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 2001
di dalam Proyek Ibu Sehat Bayi Sehat. Kevin Dalton, dalang Kang Guru yang selalu jalan-jalan keliling Indonesia,
datang ke Kendari untuk bertanya-tanya tentang proyek kami, mewawancarai staf dan pasien, juga menyebarkan kabar
baik kepada guru-guru tentang bahan-bahan pengajaran yang dibuat oleh Kang Guru untuk mengajar di sekolah dan
universitas. Selama empat tahun ketika saya tinggal di Sulawesi Tenggara, Kevin berkunjung beberapa kali, dan
selalu mampir untuk bertemu tim ISBS. Kemudian, ketika saya bekerja di Aceh, di Sumatera Utara, Jawa dan di
Papua di dalam program AusAID atau yang didanai oleh donor lainnya, saya sering bertemu orang-orang yang bersemangat
berlatih berbahasa Inggris. Saya senang dapat menyarankan mereka untuk menggunakan materi Kang Guru yang mudah
didapatkan di situs webnya atau di radio. Kevin, juga muncul di mana-mana, kadang-kadang di Jakarta, kadang-kadang
di Bali atau di tempat-tempat lain. Sekarang saya bekerja di Nusa Tenggara Timur, masih berfokus pada kesehatan
ibu dan anak. Mudah-mudahan ‘gerombolan’ Kang Guru juga akan mengunjungi kami di sini. Saya beruntung
mendapatkan teman-teman sejati melalui Kang Guru dan pautan yang Kang Guru berikan untuk materi belajar bahasa
Inggris. Oh ya, salam khusus untuk Nani, guru bahasa Inggris yang baik sekali di Bau Bau, Buton.
John McComb - Australia Indonesia Partnership for Maternal and Neonatal Health (AIPMNH),
Oebobo, Kupang, NTT
|