Jumping 'roosHome page

Australia Indonesia Partnership (AIP)
Latest News Facebook Fans In the Classroom KGI in Indonesia
Radio Joeys Quick Fix KGI 20th Anniversary
Bulletin/Magazine Travel Idioms Inggris Connection Clubs
Podcast/Video Interviews Different Pond Different Fish  
  Home > English Radio > RRI Station Profiles
KangGURU Radio English

Radio Republik Indonesia Station Profiles


RRI Bandung

RRI Singaraja

RRI Semarang

RRI Madiun 

RRI Makassar

RRI Lhokseumawe

RRI Jakarta

RRI Purwokerto

RRI Surabaya (coming soon)

rritest.jpg (70647 bytes)

Please Note: 

Profiles of the RRI stations presented here have been written and provided by the stations concerned. Please contact them directly if you require further information.

Profil RRI stasiun yang ditampilkan di website ini merupakan tulisan materi yang di sediakan oleh stasiun RRI yang bersangkutan. Silakan langsung menghubungi mereka  bila Anda memerlukan informasi lebih jauh.

RADIO REPUBLIK INDONESIA
NUSANTARA IV
MAKASSAR
English
Bahasa Indonesia

THE POWER AND AIR TRANSMITTER OF RRI CABANG MADYA MAKASSAR
This RRI station is supported by good transmitters with frequencies for FM, MW, SW as well as a computerised studio. This facilities enable the broadcasting coverage to cities and villages not only in South Sulawesi but also in the eastern area of the province and even to neighbour countries.


NO PEMANCAR/

KEKUATAN

FREKUENSI

MHz. / KHz.

GELOMBANG

/ METER

1 2x50 KW / MW 630 KH 476,19
2 20 KW / SW 4750 KHz 63,15
3 7.5 KW / SW 9550 KHz 31,41
4 5 KW / FM 97,6 KHz  
5 2 KW / FM 99,0 MHz  

CONTACT DETAILS:

Address: Jl. Riburane No.3, Makassar 90111, South Sulawesi
Phone: 0411 - 316441, 323669
Fax: 0411 - 316446

PROGRAM SIARAN

  1. Programa One ( Pro 1 ) :
  1. Dialog Fajar / Mutiara Subuh
  2. Siaran Pedesaan
  3. Dinamika Pagi
  4. Lagu Anak Anak
  5. Acara Acara Pilihan
  6. Gebyar Musik dan Informasi
  7. Getar Dangdut
  8. Pop Daerah
  9. Pilihan Pendengar
  10. Bisikan Malam
Weekly programs :
  • Bintang Kecil, Sunday at 08.30, Wita.
  • Baruga Lagu Daerah, Wednesday and Monday at 15.00 and 16.30 Wita.
  • Profil Usaha, Tuesday at 11.00 Wita.
  • Coto Mangkasara, Sunday at 18.20 Wita.
  • Kiat Usaha Sukses, Rabu Pkl. 10.00 Wita.
  1. Programa Two ( Pro 2 )
Selected programs available are :
  1. Makassar Metropolitan
  2. Harmoni Kehidupan
  3. Info dan Tips
  4. Fans Call
  5. Pilihan Pro 2
    • Monday, Canda Pro2
    • Tuesday, Lagu - lagu Pilihan Pengantar Tidur
    • Wednesday, Lentera Pro2
    • Thursday, Apa dan Mengapa
    • Friday, Kendi (Kencan Di Udara)
    • Saturday, Kencan Akhir Pekan
  1. Bursa Profesi
  2. Cafe Musik Pro 2.
  3. Bintang Pro Indonesia.
  4. Formula dan Aktifitas.
  5. Info Aktual.
  6. Rock Chart.
  7. Album Idola.
  8. Musik Soundtrack Film.
  9. Top 40 Countdown.
  10. K I S S (Kenangan Indah Sama Si Dia).
  11. English Program.
  12. Tanggap.
  13. Jajak.


KEKUATAN DAN PENGUDARAAN PEMANCAR RRI CABANG MADYA MAKASSAR

Stasiun RRI didukung oleh kekuatan pemancar yang cukup, dengan frekuensi yang lengkap : FM, MW, SW serta dilengkapi sarana Studio yang serba komputer (Computerized). Hal ini memungkinkan siaran RRI dapat menjelajahi Kota dan Desa tidak saja wilayah SulSel. Tetapi juga wilayah Timur bahkan negara tetangga.


ALAMAT STASIUN RRI MAKASSAR:

Alamat: Jl. Riburane No.3, Makassar 90111, South Sulawesi
Phone: 0411 - 316441, 323669
Fax: 0411 - 316446

PROGRAM SIARAN

  1. Siaran Programa Satu ( Pro 1 ) :
  1. Dialog Fajar / Mutiara Subuh
  2. Siaran Pedesaan
  3. Dinamika Pagi
  4. Lagu Anak Anak
  5. Acara Acara Pilihan
  6. Gebyar Musik dan Informasi
  7. Getar Dangdut
  8. Pop Daerah
  9. Pilihan Pendengar
  10. Bisikan Malam
Acara - acara sekali sepekan a.l. :
Bintang Kecil, Minggu Pukul 08.30, Wita.
Baruga Lagu Daerah, Rabu dan Senin Pukul 15.00 dan 16.30 Wita.
Profil Usaha, Selasa Pukul 11.00 Wita.
Coto Mangkasara, Minggu Pukul 18.20 Wita.
Kiat Usaha Sukses, Rabu Pukul 10.00 Wita.
  1. Siaran Programa Dua ( Pro 2 )
Pilihan acara - acara yang kami siapkan adalah :
  1. Makassar Metropolitan Pukul 06.10 Wita.
  2. Harmoni Kehidupan Pukul 10.00 Wita.
  3. Info dan Tips Pukul 11.30 Wita.
  4. Fans Call Pukul 20.30 Wita (lewat telepon)
  5. Pilihan Pro 2
  • Senin, Canda Pro2
  • Selasa, Lagu - lagu Pilihan Pengantar Tidur
  • Rabu, Lentera Pro2
  • Kamis, Apa dan Mengapa
  • Jumat, Kendi (Kencan Di Udara)
  • Sabtu, Kencan Akhir Pekan
    1. Bursa Profesi
    2. Cafe Musik Pro 2.
    3. Bintang Pro Indonesia.
    4. Formula dan Aktifitas.
    5. Info Aktual.
    6. Rock Chart.
    7. Album Idola.
    8. Musik Soundtrack Film.
    9. Top 40 Countdown.
    10. K I S S (Kenangan Indah Sama Si Dia).
    11. Siaran Dalam Bahasa Asing.
    12. Tanggap.
    13. Jajak.
    RRI BANDUNG

    Bahasa Indonesia

    Issues of democracy and human rights in the reformation era have had their impact on mass media, both print and electronic. It was never imagined that in a relatively short time the development of mass media could be so spectacular. Even up to 14 October 1999, the temporary government of BJ Habibie at the time had issued 1070 new licenses for private broadcasting radios, whereas in 1995/1996 there were only 780 commercial private, 4 non-commercial private, 133 regional and 4 department radio stations. In 1996/1997 the number of commercial private radio stations increased to 829 plus 7 belonging to ABRI/TNI (Indonesian Armed Forces). In Bandung, for example, in 1999 the number of commercial private broadcasting radio stations was 39, with 27 on FM frequency and 12 on AM frequency. Certainly in years to come the numbers will continue to increase.

    The large number of radio stations brings about certain problems for producers or advertising bureaus in choosing the appropriate station to promote their commercial messages. Factors of effectiveness and efficiency become paramount in deciding which radio stations will be chosen.

    RRI Regional I Bandung, in view of Government Regulation (PP) No.37 2000 about the change of status of RRI to become a corporate company, will ensure RRI Bandung enters the competitive commercial broadcasting world with a good start. Accordingly, RRI now opens up cooperation with producers or advertising bureaus in broadcasting commercial messages.

    Why it must be RRI 

    In a condition of very tight business competition, promotion plays an important role for business advancement and success. The mushrooming of advertising media at present has made it difficult to choose the right medium to reach the desired target market.

    RRI, which has a mission to provide information, education and entertainment, now opens room for advertisement broadcasting through programs which are presented in a fresh and actual way, touching all segments of a heterogeneous listening market.

    In line with business development in Indonesia, RRI always uses partnership power to support rapid growth of business in West Java. RRI is able to help you in making use of the potential of the markets which we reach.

    With advanced computerised audio equipment, RRI is able to provide quality output. Transmitters with high capacity and three radio frequencies will help you to deliver messages to targeted audiences.

    Aims and Purposes

    • To establish and increase mutually benefit cooperation
    • Messages about products will be easily accepted by the public because those messages are directly presented.
    • A positive image of a company can be promoted because the company has exhibited social responsibility towards the community.


    RRI BANDUNG

    Bahasa Indonesia

    Bambang Kustono and Pak Nasir, RRI Bandung

    Isu demokratisasi dan HAM yang dibawah gelombang reformasi terdampak pada perkembangan Media Massa, baik cetak maupun elektronik. Tidak pernah terbayangkan dalam waktu yang relatif singkat perkembangan media massa tersebut begitu spektakuler. Sampai tanggal 14 Oktober 1 999 saja, pemerintahan BJ Habibie telah mengeluarkan 1070 izin baru untuk radio siaran swasta, padahal tahun 1995/1996 baru terdapat 780 radio siaran swasta komersial, 4 radio siaran swasta non komersial, 133 stasiun radio daerah dan 4 radio departemen, Tahun 1996/1997 jumlah radio swasta komersial meningkat menjadi 829 buah dan 7 buah radio milik ABRI/TNI, sedangkan yang lain tetap. Sementara, khusus kota Bandung sampai tahun 1999 jumlah radio siaran swasta komersial sebanyak 39 buah, di jalur FM 27 buah dan AM 12 buah. Dipastikan tahun 2000 jumlah tersebut akan bertambah. 

    Jumlah radio siaran yang demikian banyak menimbulkan masalah tersendiri bagi produsen atau biro iklan untuk memilih radio siaran mana yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Faktor efektifitas dan efisiensi akan menjadi dasar keputusan dalam memilih stasiun radio penyiaran mana yang akan dijadikan partner dalam menyampaikan pesan-pesan komersial tersebut.

    RRI Regional I Bandung, berbekal PP 37 tahun 2000 tentang perubahan Status RRI menjadi Perjan, memastikan RRI Bandung memasuki dunia penyiaran yang sarat dengan persaingan. Oleh karena itu, kini RRI membuka ruang kerjasama dengan produsen atau biro iklan dalam penyiaran pesan-pesan komersial.

    Mengapa Harus RRI 

    Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat, peranan promosi (beriklan) memegang posisi penting untuk kemajuan dan keberhasilan bisnis. Menjamurnya berbagai media beriklan sekarang berdampak pada kesulitan memilih media beriklan yang baik untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

    RRI yang mengemban misi untuk memberikan penerangan, pendidikan, dan hiburan, kini membuka ruang untuk penyiaran iklan melalui acara-acara yang senantiasa dikemas sedemikian rupa agar tetap segar dan aktual, menyentuh berbagai kalangan pendengar yang heterogen.

    Seiring dengan perkembangan bisnis di Indonesia RRI selalu mengasah kekuatan kemitraan guna mendukung pesatnya pertumbuhan bisnis di Jawa Barat. RRI dapat membantu anda memanfaatkan potensi-potensi pasar yang kami jangkau.

    Dengan perangkat audio yang canggih dilengkapi dengan komputerisasi sehingga mampu menghasilkan mutu siaran (out put) berkualitas. Pemancar-pemancar berkekuatan besar dengan tiga gelombang radio akan membantu anda mengantarkan pesan pada target sasaran yang dituju.

    Maksud dan Tujuan 

    · Menjalin dan meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan.

    · Pesan-pesan tentang produk akan lebih mudah diterima oleh khalayak, karena disampaikan secara langsung.

    · Image (citra) positif tentang perusahaan dapat terbentuk, karena telah melaksanakan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

    RRI SINGARAJA

    Bahasa Indonesia

    RRI Singaraja Management Team

    Singaraja is the second biggest city in Bali after Denpasar. Singaraja was the capital province of Sunda Kecil before 1958. Sunda Kecil, at that time, covered the current Nusa Tenggara, Bali, NTB and NTT areas. Since 1958 Denpasar has been the capital city but only of the island of Bali. Singaraja is more than 300 years old,. It was founded by King I Gusti Ngurah Panji Sakti. Singaraja became a port harbour during the Dutch colonial era. It became a transit place for big ships including the Dutch-owned - KPM which carried European tourists to Bali beginning in the 1920s. One of the results of this is that now Singaraja has many Dutch buildings. Singaraja is now the main city of Buleleng Regency in Bali, a regency which stretches along the northern part of Bali from west to east. The city itself is relatively hot.and the Buleleng people themselves are renowned as being a bit 'hot-tempered'. They are dynamic, quick to follow development, aggressive and proactive.

    Some areas within this regency such as Lovina (derived from word 'love' and suffix 'ina'- a Balinese suffix which means 'at' so the word Lovina means 'being loved') is visited by many tourists from overseas. Lovina is popular for tourists who are looking for an alternative place to Kuta and Sanur in the south of Bali. Pemuteran, at the western eand of the Buleleng Regency is also beginning to become popular with visitors. Eventhough Balinese culture as a whole has many similarities, the North has it's own uniqueness. And - remember - there are many ancient features inherited from the era of Megalithikum, an ancient Balinese and Buddhist way of life that first developed in North Bali rather than in South Bali. The influence of other Asian cultues has been stronger as North Bali is closer to those other areas of Asia. If people are looking for a different style of Balinese culture, then they can find it in the North of Bali. Just look at the style of architecture in North Bali and you will easily see the differences when compared to South Bali. North Bali is indeed a different side of Bali.

    RRI Singaraja

    Radio Republik Indonesia can be found in Singaraja. People in Singaraja heard broadcasts for the first time from RRI Singaraja on the night of the 1st of May 1957. RRI Singaraja once was a branch of RRI Denpasar. Only in 1966 did RRI Singaraja become an independent station headed by a station manager.

    RRI Singaraja broadcasts to three regencies; Buleleng, Jembrana and Bangli while RRI Denpasar covers the other six regencies of Bali; Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Klungkung and Karangasem. Geographically, broadcasts from RRI Singaraja cover the same size area as RRI Denpasar.

    RRI Singaraja has several competitiors but they are only small in size. There are four private radio stations (three with FM frequency and one with AM frequency), as well as one weekly printed media. Nevertheless the human resources of RRI Singaraja has to be continuously improved. In order to maintain listeners, RRI Singaraja regularly conducts In House Training for their Staff and regularly introduces new radio programs. Research into listenership figures was conducted in July 2000. One thousand questionnaires were distributed in three regencies.

    One result of the survey was that listeners wanted more programs dealing with local cultural issues. 'Programa Dua' with cultural nuance began on the 12th of October 2000. Meetings with local artists and budayawan was held to gather input for the program. This meeting was held at Gedong Kirtya, one of the world's largest lontar libraries preceding the initial broadcast of 'Programa Dua'. Many artists and cultural observers are involved directly with the program, not only from Singaraja, but also from Denpasar.

    Interactive radio is a popular style of program from RRI Once a program is opened, callers queue to participate in the programs. “Konsultasi Paranormal” I is one of the most popular and with callers queuing quickly to be a part of the program. It is not unusual to have 8 callers waiting to be a part of the Other similar programs include 'Konsultasi Hukum' and 'Konsultasi Kesehatan'. Entertainment programs, interactive interviews and gelar wicara - teleconferencing are also featured on RRI Singaraja.

    The national motto for RRI is “Sekali Di Udara Tetap Di Udara” - “Once On Air, Remain On Ai”. Nationally, Radio Republik Indonesia is entering a new era - the era of being a Corporate company. It has the vision of “The Establishment of Radio for Public which is Independent, Neutral and Self-supporting and with a Prime Voice”.

    As a regional station, RRI Singaraja clarifies and spreads the national vision and mission into their programs.

    General Profile of RRI Singaraja

    1. Station name : RRI Singaraja
    2. Under Corporate Company : Perusahaan Jawatan Radio Republik Indonesia
    3. Address : Jalan Gajahmada 144, Singaraja, Bali

    4. Phone : (0362) 21743, 25565, 25564, 24644
      Fax : (0362) 21743, 25565
      Email : RRISINGARAJA@wasantara.net.id
    5. Contact person : Station Manager - Drs. I Gusti Bagus Sudhyatmaka Sugriwa
    6. Number of Employees : 112 people
    7. Frequency : AM : 1080 Khz

    8. FM : 93.2 Mhz, 102 Mhz and 103.7 Mhz
    9. Frequency, Transmitter and Transmitter Power :
    AM : 1080 Khz, 2 transmitters, HARRYS with power 10 KW and NEC with power 2 KW

    FM : 1) 93.2 Mhz, 2 transmitters, RVR with power 3 KW and LYS with power 2.5 KW

    2) 103.7 Mhz, 2 LYS transmitters with power 5 KW and 2.5 KW

    3) 102 Mhz, 2 RVR transmitters with power 5 KW and 3 KW

    8. Coverage area : 
    a. Buleleng regency (North Bali)
    b. Jembrana regency (West Bali)
    c. Bangli regency (Central Bali) 
    • Outreach area :

    • East : West area of district Tejakula
      South : district Kintamani (Bangli), district Pancasari (Buleleng)
      West : Banyuwangi, North Madura (eastern East Java) and Jembrana (West Bali)
      North : Singaraja city (notes : special for AM frequency, it is very often received in South Kalimantan and Sulawesi)
    • Call sign : “Saudara Pendengar, inilah RRI Singaraja (Dear Audiences, this is RRI Singaraja)”
    • Number of listeners : approximately 300,000 people

    Prime programs:

    1. SLJU (Sudang Lepet Jukut Undis)
    2. Pesona Music - phone-in program
    3. Aneka Konsultasi - phone-in program
    4. Pembinaan Seni - Budaya
    5. Khasanah Sastra Indonesia dan Bali
    6. Pelajaran Bahasa; Bahasa Bali, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris (Kang Guru), Bahasa Jerman (Deutsche Welle)
    7. Gelar Wicara Udara Budaya



    RRI SINGARAJA

    Bahasa Indonesia

    High school students visiting Kang Guru Radio English at RRI Singaraja

    Singaraja merupakan kota kedua terbesar di Bali setelah Denpasar. Singaraja bahkan pernah menjadi ibukota propinsi Sunda Kecil sebelum tahun 1958. Sunda Kecil waktu itu meliputi daerah Nusa Tenggara sekarang; Bali, NTB and NTT. Sejak tahun 1958 Denpasar mengambil alih menjadi ibukota, tapi hanya meliputi Bali. Kota Singaraja sendiri telah berumur tiga ratus tahun lebih didirikan oleh seorang raja I Gusti Ngurah Panji Sakti. Beberapa tahun silam, lebih-lebih di masa penjajahan Belanda, Singaraja sekaligus menjadi pelabuhan laut, tempat persinggahan kapal-kapal besar termasuk milik perusahaan pelayaran Belanda - KPM yang banyak membawa turis Eropa ke Bali sejak tahun 1920an. Karena itu tak mengherankan banyak bangunan peninggalan Eropa di kota ini.

    Singaraja kini menjadi ibukota kabupaten Buleleng di Bali Utara, kabupaten yang memanjang disebelah utara Bali dari barat sampai dengan ke timur. Kotanya memang relatif panas. Penduduk Buleleng sendiripun memang sedikit 'panas'. Mereka dinamis, cepat mengikuti perkembangan, agresif and proaktif.

    Beberapa bagian kabupaten ini, seperti Lovina (dari kata 'love - cinta' dan akhiran 'ina' - sebuah akhiran bahasa Bali yang berarti 'di' sehingga Lovina berarti 'dicintai') banyak didatangi turis mancanegara. Pantai Lovina mulai dilirik, saat turis mulai mencari tempat alternatif selain daerah Kuta dan Sanur di Bali Selatan. Kini Pemuteran, dekat ujung barat Kabupaten Buleleng, juga mulai dilirik. Sangat indah memang. Walaupun budaya Bali secara menyeluruh bisa dikatakan sama, namun Bali Utara memiliki keunikan tersendiri. Dan - ingat - banyak sekali peninggalan purbakala, seperti peninggalan-peninggalan masa megalitikum, masa Bali Kuno maupun peninggalan agama Budha, yang memang berkembang lebih dahulu di Bali Utara dibandingkan di Bali Selatan, mengingat Bali utara lebih dekat sehingga menjadi kawasan lebih terbuka ke Asia dibandingkan Bali Selatan. Kalau mencari nuansa budaya Bali yang lain, carilah ke Bali Utara. Lihat saja, prototipe seni rupa arsitektur Bali Utara yang sangat ekspresif, seperti dinilai banyak perupa Bali Selatan sendiri.

    Melihat Bali Utara memang melihat Bali yang lain.

    RRI Singaraja
    Di kota Singaraja inilah, sebuah stasiun RRI berdiri; RRI Stasiun Singaraja. Penduduk Singaraja pertama kali mendengar di udara suara radio miliknya adalah pada malam hari 1 Mei 1957. RRI Singaraja, semula menjadi 'cabang' dari RRI Denpasar dengan seorang Koordinator Siaran. Baru ditahun 1966, RRI Singaraja menjadi sebuah stasiun mandiri dengan seorang Kepala Stasiun.

    RRI Singaraja ditugasi setiap hari menyapa masyarakat di 3 kabupaten; Buleleng, Jembrana dan Bangli. Sedangkan RRI Denpasar meliputi 6 daerah tingkat II lainnya seperti Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Klungkung dan Karangasem. Jika dilihat secara geografis di peta pulau Bali, luas 'wilayah' RRI Singaraja sama dengan RRI Denpasar.

    RRI Singaraja memang memiliki pesaing yang relatif kecil. Ada 4 stasiun radio swasta (3 dengan gelombang FM, dan 1 dengan AM), serta sebuah Mingguan media cetak. Namun itu bukan berarti RRI Singaraja harus tenang-tenang saja. Sebab siaran beberapa radio dari Bali Selatan merangsek ke Bali Utara. Itu sebabnya, kekuatan sumber daya manusia RRI Singaraja terus digenjot, tanpa ampun melalui berbagai kegiatan belakangan ini. In House Training dan acara-acara baru yang lebih menggugah pendengar dikumandangkan. Sebuah Audience research digelar Juli 2000. Seribu lembar kuesioner disebar di 3 kabupaten.

    Inilah antara lain hasil audience research itu; sebuah 'Programa Dua' dengan nuansa budaya dibuka 12 Oktober 2000. Mendahului siaran perdana yang dilaksanakan di Gedong Kirtya (sebuah perpustakaan Lontar terbesar di dunia), pertemuan dengan seniman dan budayawan setempat dilaksanakan untuk mencari masukan. Dan kenyataannya, banyak seniman dan budayawan ikut mengasuh. Tidak saja dari Singaraja, bahkan juga dari Denpasar. Bukan main!

    RRI Singaraja memang tak pernah sepi dengan telpun pendengar. Baru saja sebuah program acara dibuka, penelpun berebut masuk. Misal 'Konsultasi Paranormal', ketika baru saja dibuka, dalam waktu 45 menit, delapan penelpun ngantre masuk! Yang lain tidak kebagian, karena waktu habis! Juga acara 'Konsultasi Hukum', 'Konsultasi Kesehatan'. Apalagi acara yang sifatnya hiburan. Juga wawancara interaktif dan gelar wicara - teleconference, jangan dikatakan lagi!

    Siapa yang tidak kenal motto RRI? Ini dia “SEKALI DI UDARA TETAP DI UDARA”. Secara nasional Radio Republik Indonesia, ketika memasuki status baru sebagai sebuah Perusahaan Jawatan, memiliki visi “Terciptanya Radio Publik yang independence, netral dan mandiri”. Dan dengan corporate culture “Prima Suara - suara yang prima”.

    Disamping visi, misi dan budaya kerja - corporate culture itu, sebagai suatu stasiun daerah, RRI stasiun Singaraja menjabarkan visi dan misi nasional itu kedalam program-programnya. Seperti dijelaskan didepan, RRI Singaraja, sejak 12 Oktober lalu memiliki dua buah programa.

    Profil Umum RRI Singaraja

    1. Nama Radio / Perusahaan sebutan : RRI Singaraja
    2. Termasuk dalam grup : Perusahaan Jawatan Radio Republik Indonesia
    3. Alamat : Jalan Gajahmada 144, Singaraja, Bali

    4. Telpon : (0362) 21743, 25565, 25564, 24644
      Fax : (0362) 21743, 25565
      Email : RRISINGARAJA@wasantara.net.id
    5. Contact Person : Drs. I Gusti Bagus Sudhyatmaka Sugriwa
    6. Jumlah Crew : 112 orang
    7. Stationality : AM - 1080 Khz

    8. FM - 93,2 Mhz, 102 Mhz dan 103,7 Mhz
    9. Frekwensi, Pemancar dan Kekuatan Pemancar
    AM - 1080 Khz, 2 buah pemancar merk HARRYS 10 KW dan NEC 2 KW
    FM - 1) 93,2 Mhz, 2 buah pemancar merk RVR 3 KW dan LYS 2,5 KW

    2) 103,7 Mhz, 2 buah pemancar merk LYS masing-masing 5 dan 2,5 KW

    3) 102 Mhz, 2 buah pemancar merk RVR masing-masing 5 dan 3 KW

    8. Wilayah Liputan : a. Kabupaten Buleleng (Bali Utara)

    b. Kabupaten Jembrana (Bali Barat)

    c. Kabupaten Bangli (Bali Tengah)

    1. Area Jangkauan :

    2. Timur : Kecamatan Tejakula bagian barat

      Selatan : Kecamatan Kintamani (Bangli), Kecamatan Pancasari (Buleleng)

      Barat : Banyuwangi, Madura utara (Jawa Timur timur) dan Jembrana (Bali Barat)

      Utara : Kota Singaraja (catatan: khusus gelombang AM, seringkali tertangkap di Kalimantan Selatan dan Sulawesi).

    3. Call Sign : “Saudara Pendengar, inilah RRI Singaraja”.
    4. Jumlah pendengar : kurang lebih 300,000 orang
    5. Acara Unggulan:
      • SLJU (Sudang Lepet Jukut Undis)
      • Pesona Musik - Phone-In Program
      • Aneka Konsultasi
      • Pembinaan Seni - Budaya
      • Khasanah Sastra Indonesia dan Bali
      • Pelajaran Bahasa; bahasa Bali, Indonesia, Inggris (KANG GURU), Jerman
      • Gelar Wicara Udara Budaya 


    RRI Semarang 

    Bahasa Indonesia

    RRI Semarang

    A Short History 
    In 1936 a radio station was established in Semarang called RADIO SEMARANG with transmission capacity of 150 watts. It was located in night market arena in Jalan Seteran. Radio Semarang was built by the people who loved the arts so its orientation was solely on arts.

    In the beginning 1,000 people joined RRI Semarang and every member had to pay half a rupiah to join. After four years RRI Semarang became more developed with membership increasing to 2,000 people. Then in 1940 the studio was moved to a pavilion at Bioskop GRAND, now the Mataram Plaza. In this new studio the members were not just from music or karawitan (traditional music) artists but also from all parts of community in Semarang.

    On 8 March, 1942 the Dutch surrendered to Japan. At the time all radio broadcasting ceased including Radio Semarang. Then Japan built a new broadcasting institution called HOSO KANRI KYOKO with branches in -

      1. Hoso Kyoku Jakarta
      2. Hoso Kyoku Bandung
      3. Hoso Kyoku Purwokerto
      4. Hoso Kyoku Semarang
      5. Hoso Kyoku Yogyakarta
      6. Hoso Kyoku Surakarta
      7. Hoso Kyoku Surabaya
      8. Hoso Kyoku Malang
    Hoso Kyoku Semarang was then located in Jalan Pandanaran, now Jl. Ahmad Yani 144-146, headed directly by a Japanese named Yamawaki with a broadcasting program Asia Timur Raya (Great East Asia).

    A representative from Hoso Kyoku Semarang took part in ameeting to form RRI in Jakarta. Hoso Kyoku Semarang then became RRI Semarang on 11 September 1945 at 24.00 wib.

    RRI Semarang:
    Jl. Jend. A. Yani 144-146
    Semarang - Jawa Tengah

    Studio Phone no.              RRI Semarang
                                                (024) 316686

    Citra Atlas 
    Pro 2 FM
    (024) 316661
    Marketing contact no. Phone : (024) 316501, 316330
                                             Fax : (024) 316330

    RRI Semarang 
    Bahasa Indonesia
    Kang Guru listeners visit RRI Semarang

    Sejarah Singkat 
    Pada tahun 1936 di Semarang berdiri sebuah Stasiun Radio Siaran bernama Radio Semarang, dengan kekuatan pemancar hanya 150 watt, bertempat di Arena Pasar Malam Jalan Seteran. Radio Semarang didirikan oleh orang-orang yang mencintai seni, sehingga orientasinya semata-mata hanya kesenian.

    Anggota yang tergabung dalam Radio Semarang pada awalnya sekitar 1000 orang, dan setiap anggota dikenakan iuran setengah rupiah. Setelah empat tahun berdiri Radio Semarang semakin berkembang dan anggotanya berkembang menjadi sekitar 2000 orang. Kemudian pada tahun 1940 studionya dipindah ke sebuah paviliun di gedung Bioskop GRAND (sekarang Mataram Plaza - red). Di studio baru ini anggotanya bukan hanya para seniman musik atau karawitan, namun hampir seluruh lapisan masyarakat yang ada di kota Semarang.

    Tahun 1942 tepatnya pada tanggal 8 Maret, Belanda menyerah kepada Jepang. Pada saat ini semua Radio Siaran yang ada dihentikan, termasuk Radio Semarang. Kemudian Jepang mendirikan Lembaga Penyiaran baru yang dinamakan HOSO KANRI KYOKO dengan cabang-cabangnya -

    1. Hoso Kyoku Jakarta
    2. Hoso Kyoku Bandung
    3. Hoso Kyoku Purwokerto
    4. Hoso Kyoku Semarang
    5. Hoso Kyoku Yogyakarta
    6. Hoso Kyoku Surakarta
    7. Hoso Kyoku Surabaya
    8. Hoso Kyoku Malang
    Hoso Kyoku Semarang saat ini bertempat di Jalan Pandanaran (sekarang Jl. Ahmad Yani 144-146 - Red) yang dipimpin langsung oleh seorang Jepang Yamawaki dengan program siarannya Asia Timur Raya.

    Setelah terjadi proses pembentukan RRI di Jakarta dalam sebuah pertemuan yang juga dihadiri Wakil Hoso Kyoku Semarang, maka Hoso Kyoku Semarang berubah menjadi RRI Semarang pada tanggal 11 September 1945 pukul 24.00 wib.

    Alamat RRI Semarang:
    Jl. Jend. A. Yani 144-146
    Semarang - Jawa Tengah

    Studio : RRI Semarang: (024) 316686

    Citra Atlas Pro 2 FM (24) 316661
    Pemasaran: Phone : (024) 316501, 316330

    Fax : (024) 316330

    click to enlarge

    RRI Madiun
    Bahasa Indonesia
    REOG in nearby Ponorogo - photo by Josko Petkovic

     

    Radio is one example of the electronic mass media which is effective in reaching all levels of the community. RRI Madiun has programs in the area of information, education, entertainment and promotion. RRI Madiun with Programa I, transmitted through AM frequency 1008 Khz and FM frequency 99.05 Mhz and 96.3 Mhz, is very much determined by clients who take benefit of Programa I in giving information about the client's product. The client decides which radio station to use to promote their product and this relies very much on how many listeners and types of listeners a radio station has. On the other hand, listener interest in radio very much depends on the program, sound quality and services provided. Good services and providing attractive programs to listeners has been the motto of Programa I RRI Madiun. As working partner with companies, Programa I will serve listeners and at the same time provided effective services between companies and listeners.

    Aims and Purposes
    1. To develop good relationships with clients.
    2. To improve our positive image with clients by giving satisfying services.
    3. To bridge companies' product messages to consumers.

    Tourism
    The city of Madiun is located in the west of the East Java province and is a well known tourist destination with Lake Sarangan proving very popular with visitors. Lake Sarangan has cool air with beautiful scenery and adequate facilities for tourists. Madiun is situated at the foot of Mt. Lawu, which is approximately 40 km west of Madiun There is also Lake Ngebel which is 30 km south of Madiun.

    Traditional Art and Culture
    One of the local traditional arts in Madiun is Ludruk in which dances, traditional songs and stories are performed. There is also Langen Tayub which is a kind of performed by ledek (women dancers) accompanied with song and music. The audience is invited to join the dance and give money to ledek.

    Special Food
    There are some special types of food in Madiun including -

    1. Brem
    2. Pecel
    3. Lempeng
    General Profile of RRI Madiun
    1. Station Name : RRI Madiun
    2. Under Corporate Company : Perusahaan Jawatan RRI Madiun
    3. Address : Jl. Mayjend. Panjaitan 10
    4. Madiun - Jawa Timur
      Phone : (0351) 464419, 455306, 459198
      Fax : (0351) 464964
    5. Contact Person : Sri Lestari, SS
    6. Number of staff : 129 people
    7. Frequency : AM : 1080 Khz
    8. Frequency, Transmitter and Transmitter Power :
    AM : - 1080 Khz / Harris with power 10 KW / Vertikal 75 m

    FM : 99.05 Mhz / RVR with power 1 KW / Ring 6 Bays 45 m

    96.3 Mhz / Harris with power 10 KW / Beem 60 m

    8. Transmission Power

    Coverage area : Municipal/Regency of Madiun, Ngawi, Magetan-Pacitan, Ponorogo.
    Outreach area : Madiun and Kediri

    9. Prime Programs : Mitra Gegana Campursari

    English Programs
    Siaran Saluran Suara Desa (SSD)
    Forum Dinamika Udara (FDU)
    Dokter Kita
    Saturday Night entertainment :

    - Minggu I : Angkring Campursari
    - Minggu II : Wayang Kulit ringkas
    - Minggu III : Guyon Maton / Dagelan Minak Jinggo
    - Minggu IV : Cokek Langen Tayub
    - Minggu V : Panggung Hiburan

    RRI Madiun

    Radio merupakan salah satu media massa elektronik yang cukup efektif karena bisa dijangkau oleh semua kalangan. Sebagai salah satu media RRI stasiun Madiun yang bergerak dibidang informasi, pendidikan dan hiburan dan promosi harus mampu menjalin hubungan yang harmonis baik dengan pendengar maupun dengan konsumen, maka RRI Madiun dengan Programa I yang dipancarkan melalui frekwensi AM 1008 Khz and FM 99,05 dan 96,3 Mhz sangat ditentukan oleh komunitas konsumen yang memanfaatkan Programa I dalam menyampaikan informasi produk konsumen.

    Konsumen sendiri dalam menentukan radio mana yang akanmenjadi media penyampai promo bagi produknya, tentu sangat tergantung pada seberapa besar pendengar dan segmen pendengar dari radio tersebut. Sedangkan minat pendengar terhadap penyelenggara radio sangat tergantung pada program acara, kualitas suara dan pelayanan yang diberikan.

    Pelayanan yang baik serta menyediakan program acara yang diminati pendengar merupakan motto dari programa I RRI Madiun. Sebagai mitra kerja perusahaan Programa I akan selalu setia melayani pendengar sebagai jalan keluar di dalam komunikasi antara perusahaan dengan pendengar.

    Maksud dan tujuan
    1. Menjalin kerjasama yang baik dengan konsumen (Perusahaan lain).
    2. Meningkatkan citra positif dengan konsumen melalui pelayanan yang memuaskan.
    3. Menjembatani pesan-pesan produk pengusaha terhadap konsumen.

    Wisata
    Kota Madiun yang berada di ujung barat propinsi Jawa Timur mempunyai obyek wisata yang sudah terkenal yaitu Telaga Sarangan yang berada di lereng gunung Lawu, kurang lebih 40 km arah barat kota Madiun. Selain telaga obyek ini juga berudara sejuk dan memiliki pemandangan indah dengan sarana dan prasarana wisata yang sangat memadai. Juga terdapat Telaga Ngebel yang berada 30 km arah selatan kota Madiun yang sangat potensial sebagai obyek wisata karena masih asli dengan kondisi lingkungan sekitar.

    Kesenian Tradisional
    Kesenian daerah yang ada di Madiun adalah Ludruk. Kesenian ini menampilkan tari, kidungan dan cerita. Juga ada kesenian Langen Tayub yang merupakan tari pergaulan. Tarian ini dimainkan oleh ledek yang diiringi gending/lagu yang dapat juga mengajak penonton/pengunjung turut menari bersama dengan memberikan imbalan uang kepada ledek

    Makanan Khas
    Di daerah Madiun terdapat beberapa makanan khas antara lain :

    1. Brem
    2. Pecel
    3. Lempeng
    Profil Umum RRI Madiun
    1. Nama stasiun : RRI Madiun
    2. Grup : Perusahaan Jawatan RRI Madiun
    3. Alamat : Jl. Mayjend. Panjaitan 10

    4. Madiun - Jawa Timur
      Phone : (0351) 464419, 455306, 459198
      Fax : (0351) 464964
    5. Contact Person : Sri Lestari, SS
    6. Jumlah Crew : 129 people
    7. Frekwensi : AM : 1080 Khz
    8. Transmitter / Power / Antena :

    9. AM : - 1080 Khz / Harris 10 KW / Vertikal 75 m
      FM : 99.05 Mhz / RVR 1 KW / Ring 6 Bays 45 m
      96.3 Mhz / Harris 10 KW / Beem 60 m
    8. Daya Pancar

    Pancaran tegas : 
    Municipal/Regency of Madiun, Ngawi, Magetan-Pacitan, Ponorogo.
    Pancaran terjangkau : Madiun and Kediri

    9. Program Unggulan : Mitra Gegana Campursari

    English Programs
    Siaran Saluran Suara Desa (SSD)
    Forum Dinamika Udara (FDU)
    Dokter Kita

    Saturday Night entertainment :
    - Minggu I : Angkring Campursari
    - Minggu II : Wayang Kulit ringkas
    - Minggu III : Guyon Maton / Dagelan Minak Jinggo
    - Minggu IV : Cokek Langen Tayub
    - Minggu V : Panggung Hiburan


    RRI PURWOKERTO
    Bahasa Indonesia

    RRI Purwokerto was one of eight radio stations that pioneered the establishment of Radio Republik Indonesia (11 September 1945). Before Tri Prasetya was declared, which become the foundation for the spirit of RRI staff, there was already a radio station in Purwokerto. It was called PURWOKERTO HOSO KYOKU (8 December 1944). The surrender of Japan after the bombing of Hirosyima and Nagasaki (15 August 1945) became a strategic time to take over all vital activities and facilities owned by Negara Saudara Tua (Old Brother State) in commanding Indonesia and The Great East Asia. The determination of Banyumas to be free from colonial chain had succeeded in taking over all sectors including radio stations as a means of fighting to maintain the Republic of Indonesia.

    In its history, Radio Republik Indonesia became a message conveyor and aspiration for both government and community. Nowadays, in this reformation era RRI is still strong and inseparable from the life of community, nation and state with new vision and mission.

    The change in status of RRI in becoming a Corporate Company is another achievement for RRI staff who are ready to become leaders in the information media which is independent, important in uniting nation and channeling community aspirations.

    RRI Regional II Purwokerto which is located in Jalan Jend. Soedirman 427. Purwokerto, is a city with a cool atmosphere, is located near Mt. Slamet 
    (3428 M), in a fertile area of the attractive Serayu River. The community wants RRI Purwokerto to be a bridge for all community inspirations - a calm and peace atmosphere. The Banyumas area covers 6 regencies with many varied but heterogeneous communities, all united in real togetherness and brotherhood. Prime programming has attracted and formed listeners into paguyuban, a strong association of RRI followers, called CIPURAMAS. Listeners from Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas have been target listeners of RRI Purwokerto for many years. Approximately 700 Cipuramas members hold meetings regularly. These meetings are broadcast live.

    It is not surprising if RRI Purwokerto which has three programas; Programa I, II and III competing with each programa to gain influence from listeners which can be seen from attention received and has become a place for younger generation who are smart and creative in giving participation.

    For implementing DBU system, regular rural shows which are  presented in Gerbang Desa program always broadcast live from location of kelompok pendengar (listeners group of farmers) in turn.

    In line with the development of university life in Purwokerto, RRI Purwokerto opens programa III with university students as its listeners segment, even the presenters are taken from students in collaboration with Universitas Negeri Jenderal Sudirman (UNSOED) as well as private universities available in Purwokerto.

    In order to participate in developing and promoting tourist destinations in Banyumas area, RRI Purwokerto produces an interesting program called Cinta Wisata. This all is done to make RRI Purwokerto as a corporate company, able to contribute something to this country.

    GENERAL PROFILE OF RRI PURWOKERTO

    1. Station Name : RRI Purwokerto
    2. Under Corporate Company : Perusahaan Jawatan Radio Republik Indonesia
    3. Address : Jl. Jend. Soedirman 427

    4. Purwokerto, Jawa Tengah

      Phone: (0281) 636412, 632336, 635998
      Fax: (0281) 635222

      Email: RRIPWT@Astagamail.com

    5. Contact person : Drs. Syaiful Anwar, MBA
    6. Number of staff : 150 people
    7. Frequency : AM 756 Khz,

    8. FM 93 Mhz, 98,8 Mhz, 100 Mhz
    9. Coverage Area : Ex-Karasidenan Banyumas, Karasidenan Pekalongan and area of south Kedu.
    10. Number of listeners : ± 2 million people
    11. Motto : Kami di hati Anda karena Anda di hati kami (We are in your heart because you are in our heart)
    12. Prime programs :
    Interactive Dialogue (Dinamika Bumi Satria, Klinik Keluarga, Jendela Hati Cahaya Illahi)
    • Warung Kang Tarsun
    • Pawai Musik
    • Panggung Budaya (Wayang kulit, Kethoprak)
    • Bursa Info Usaha

    RRI PURWOKERTO    

    RRI Purwokerto merupakan salah satu dari delapan stasiun radio yang mempelopori lahirnya: Radio Republik Indonesia (11 September 1945). Sebelum Tri Prestya yang hingga kini menjadi nafas Angkasawan RRI diikrarkan, di kota Purwokerto telah berdiri Radio Siaran yang disebut : PURWOKERTO HOSO KYOKU (8 Desember 1944). Menyerahnya Jepang pada tentara Sekutu akibat pemboman kota Hirosyima dan Nagasaki (15 Agustus 1945) merupakan saat strategis untuk mengambil alih segala aktifitas dan fasilitas vital perjuangan Negara Saudara Tua dalam menguasai Indonesia dan Asia Timur Raya. Tekad perjuangan putra-putra Banyumas untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan berhasil menguasai segala sektor termasuk Radio Siaran sebagai alat perjuangan untuk mempertahankan Republik tercinta ini.

    Dalam perjalanan sejarah, Radio Republik Indonesia tampil sebagai penyambung lidah dan aspirasi pemerintah maupun masyarakat. Di era reformasi sekarang ini RRI tetap tegak dan tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan visi dan misi yang baru.

    Pergantian status RRI menjadi Perusahaan Jawatan adalah prestasi tersendiri bagi Angkasawan RRI Yang siap menjadi media informasi yang independen pemersatu bangsa dan penyalur aspirasi masyarakat.

    RRI Regional II Purwokerto yang berpangkalan di Jalan Jend. Soedirman 427, di kota yang berudara dan bersuasana sejuk dibawah naungan sayap gunung Slamet (3428 M) didaerah subur lembah sungai Serayu yang mempesona, RRI Purwokerto senantiasa tampil menjadi primadona masyarakat. Ini merupakan salah pilihan jitu dari warga masyarakat yang sangat membutuhkan RRI Purwokerto untuk menjadi jembatan bagi segala aspirasi, kreasi serta partisipasi masyarakat yang senang kesejukan dan kedamaian. Alam Banyumas yang meliputi 6 kabupaten dengan masyarakat yang heterogen namun satu dalam kebersamaan dan persaudaraan sejati. Puluhan mata acara unggulan telah memikat dan mengikatnya menjadi sebuah paguyuban (fans RRI) yakni CIPURAMAS yang berarti Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas yang merupakan daerah sasaran siaran RRI Purwokerto. Sekitar 700 anggota Cipuramas secara berkala mengadakan jumpa fans yang disiarkan secara langsung.

    Tidaklah mengherankan jika RRI Purwokerto dengan Programa I, II dan III saling berebut pengaruh yang secara sehat dapat dilihat dengan banyaknya atensi serta menjadi tempat mangkal para generasi muda yang kreatif dan cerdas dalam memberikan partisipasinya.

    Untuk penggarapan sistem DBU, secara berkala Siaran Pedesaan yang dikemas dalam acara Gerbang Desa senantiasa menyelenggarakan Siaran Langsung dari lokasi kelompok pendengar secara bergiliran.

    Sejalan dengan berkembangnya dunia perguruan tinggi di kota Purwokerto, RRI Purwokerto membuka programa III dengan segmen mahasiswa sebagai pendengarnya, bahkan para penyiarnya diambil dari mahasiswa dalam bentuk kerjasama dengan Universitas Negeri Jenderal Sudirman (UNSOED) maupun PTS yang ada di kota Purwokerto.

    Dalam rangka turut mengembangkan dan mempromosikan objek wisata di wilayah Banyumas, RRI Purwokerto mengemas suatu acara menarik yakni Cinta Wisata, ini semua dilakukan dalam rangka mewujudkan RRI Purwokerto sebagai Perusahaan Jawatan yang mampun memberikan kontribusi pada negara.

    PROFIL UMUM RRI PURWOKERTO

    1. Nama Radio / Perusahaan sebutan : RRI Purwokerto
    2. Termasuk dalam group : Perusahaan Jawatan Radio Republik Indonesia
    3. Alamat : Jl. Jend. Soedirman 427

    4. Purwokerto, Jawa Tengah
      Telp: (0281) 636412, 632336, 635998
      Fax: (0281) 635222
      Email: RRIPWT@Astagamail.com
    5. Contact person : Drs. Syaiful Anwar, MBA
    6. Jumlah SDM : 150 orang
    7. Stationality : AM 756 Khz,

    8. FM 93 Mhz, 98,8 Mhz, 100 Mhz
    9. Wilayah Jangkauan : Eks Karasidenan Banyumas, Karasidenan Pekalongan

    10. dan Kedu bagian selatan.
    11. Jumlah pendengar : sekitar 2 juta orang
    12. Motto : Kami di hati Anda karena Anda di hati kami
    13. Acara Unggulan :
    Dialog Interaktif (Dinamika Bumi Satria, Klinik Keluarga, Jendela Hati Cahaya Illahi
    • Warung Kang Tarsun
    • Pawai Musik
    • Panggung Budaya (Wayang kulit, Kethoprak)
    • Bursa Info Usaha

     

    RRI LHOKSEUMAWE

    Nama Stasiun : RRI Lhokseumawe
    Berdiri Pada : 11 Juli 1995
    Termasuk dalam grup : Perusahaan Jawatan Radio Republik Indonesia
    Alamat Studio : Jl. T. Chik Ditiro No. 1 Lancang Garam,

    Lhokseumawe, Aceh Utara

    Alamat Kantor : Jl. Sukaramai No.1, Lhokseumawe, Aceh Utara
    Telepon : (0645) 43404, 45331, 45332, 45900
    Fax : (0651) 45330
    PO Box : 145
    Email : -
    Pimpinan / Kepala Stasiun : Zulkarnain
    Stationality : FM 97,9 Mhz berkekuatan 1 s.d. 3 KW
    Format Stasiun : Informasi, Pendidikan dan Hiburan
    Jumlah Crew : 66 orang
    Wilayah Liputan : Kabupaten Aceh Utara dan sekitarnya
    Area Jangkauan :
    • Kecamatan Banda Sakti
    • Kecamatan Muara Dua
    • Kecamatan Dewantara
    • Kecamatan Blang Mangat
    • Kecamatan Samtalira Bayu
    • Kecamatan Merah Mulia
    • Kecamatan Samtalira Aron
    • Kecamatan Tanah Pasir
    • Kecamatan Jambo Ayee
    • Kecamatan Lhokseukon 
    Call sign : Saudara Pendengar, inilah RRI Lhokseumawe
    Jam Siaran : 12 jam, 32 menit (pukul 07.00 s.d. 19.32 WIB)
    RRI JAKARTA
    Bahasa Indonesia

    RRI Jakarta is an independent, neutral, and self-supported radio station has become the vision of RRI in post reformation era. The intention to be a public radio station has basically been in the spirit of RRI since its establishment. Since the release of Government Regulation Number 37 year 2000, RRI has become corporate company. This means, as a public radio station, RRI Jakarta programs should be in line with the principle of independence, neutrality and self-supporting. Programs should be orientated to community needs and do not always look for profit.

    “RRI, once on air, remain on air”

    PROFILE OF RRI JAKARTA

    1. Name of radio station : RRI National Jakarta
    2. Address : Jl. Medan Merdeka Barat 4-5, Jakarta Pusat 10110
    Phone : (021) 3849091, 3455381, 3456813, 3456811, 3857831, 3521210, 3455993
    Central: (021) 3842083
    Fax: 3457132, 3455381, 3435183

    3. Homepage : http://www.rrionline.com

    4. Email : rri_jakarta@yahoo.com

    5. Contact Person : Drs. Nuryudi, MM

    6. Number of personnel : 1093 people

    PROGRAMAS AT RRI NATIONAL JAKARTA

    1. Programa 1

    2. Format : Information and Entertainment
      Frequency : FM 99.85 mhz
    3. Programa 2

    4. Format : Music and Information
      Frequency : FM 105,10 mhz
    5. Programa 3

    6. Format : News and Information
      Frequency : FM 104.05 mhz, MW 1332 khz, 
      SW 15125 khz 11860 khz -11760 khz - 9630 khz - 9565 khz
    7. Program 4

    8. Format : Culture and Sport
      Frequency : FM 94.95 mhz, SW 4775 khz, MW 999 khz
    9. Program 5

    10. Format : Education
      Frequency : FM 93.20 mhz, MW 1215 khz, 
      SW 9680 khz - 11750 khz - 11885 khz
    11. Program 6

    12. Format : Classical music and Foreign language
      Frequency : FM 103 mhz
    13. Program 7
      Format : News, Information and Music
    1. Frequency : FM 89.00 mhz, SW 9525 khz - 11785 khz - 15150 khz
    RRI JAKARTA

    Radio publik yang independen, netral, dan mandiri menjadi visi RRI pasca reformasi. Cikal bakal sebagai radio publik pada dasarnya sudah tertanam pada tubuh RRI sejak berdirinya.

    Sejak terbit PP No.37 tahun 2000, secara formal RRI telah menjadi Perusahaan Jawatan. Konsistensi dari radio publik ialah dalam menyelenggarakan siarannya harus sesuai dengan prinsip radio publik yang independen, netral, dan mandiri yang program siarannya berorientasi pada kepentingan masyarakat serta tidak semata-mata mencari keuntungan.

    “RRI SEKALI DI UDARA TETAP DI UDARA”

    PROFIL RRI JAKARTA

    1. Nama Radio : RRI Stasiun Nasional Jakarta

    2. Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat 4 - 5, Jakarta Pusat 10110
    Telepon : (021) 3849091, 3455381, 3456813, 3456811, 3857831, 3521210, 3455993
    Sentral : (021) 3842083

    Fax : 3457132, 3455381, 3435183

    3. Homepage : http://www.rrionline.com

    4. Email : rri_jakarta@yahoo.com

    5. Contact Person : Drs. Nuryudi, MM

    6. Jumlah Crew : 1093 orang

    PROGRAMA-PROGRAMA RRI STASIUN NASIONAL JAKARTA

    1. Programa 1

    2. Format Programa : Informasi & Hiburan
      Frekuensi : FM 99,85 mhz
    3. Programa 2

    4. Format Programa : Musik & Informasi
      Frekuensi : FM 105,10 mhz
    5. Programa 3

    6. Format Programa : Berita & Informasi
      Frekuensi : FM 104,05 mhz, MW 1332 khz, 
      SW 15125 khz - 11860 khz - 11760 khz - 9630 khz - 9565 khz
    7. Programa 4

    8. Format Programa : Budaya & Olah Raga
      Frekuensi : FM 94,95 mhz, 
      SW 4775 khz, MW 999 khz
    9. Programa 5

    10. Format Programa : Pendidikan
      Frekuensi : FM 93,20 mhz, MW 1215 khz, 
      SW 9680 khz - 11750 khz = 11885 khz
    11. Programa 6

    12. Format Programa : Musik Klasik & Bahasa Asing
      Frekuensi : FM 103 mhz
    13. Programa 7

    14. Format Programa : Berita, Informasi & Musik
      Frekuensi: FM 89,00 mhz, SW 9525 khz - 11785 khz - 15150 khz

    Return to top


    Students across the archipelago learn English with Kang GURU Learning English is Fun!
    AusAID in Indonesia - Australian Government IALF Education for Development Radio Republic Indonesia